Happy reading ♪~(´ε` )
Remuk, itulah rasa sakit yang dialami oleh Levi di seluruh tubuhnya. Eren melakukannya tanpa henti seolah-olah memang menunggu Levi sampai pingsan baru berniat berhenti. Sekarang telah sore hari, Levi seakan membuang-buang waktunya hanya untuk melayani nafsu Kaisarnya biasanya ia akan membantu ibunya memasak dan tak jarang bertengkar dengan Jean. Ah Levi merindukan masa itu, masa yang tidak akan pernah bisa ia jalani lagi.
" Nyonya, saya izin untuk masuk." ucap Gabi pelan di luar.
" Masuklah..."
" Nyonya! Saya sangat khawatir dengan nyonya, mana yang sakit biar aku obati." Gabi terlihat sangat khawatir dilihat dari gerak-geriknya saat mengambil sebuah kain.
Levi tersenyum geli, " Sepertinya kau harus tenang terlebih dahulu."
" Tidak bisa! Nyonya, tubuhmu pasti sangat sakit aku tahu itu." Gabi menangis seraya meletakkan kain yang telah dibasahi di kening Levi.
" Aku telah bekerja menjadi pelayan selama lima tahun, selama itu pun aku sering melihat para selir yang berakhir sakit seperti anda." ucap Gabi lirih, suaranya terdengar sedang menahan amarah.
" Hanya ada tiga selir yang masih hidup sampai sekarang, mereka bertiga berhasil membuat Kaisar tak membunuhnya maupun membuangnya." lanjutnya.
Levi menebak, pastinya dari ketiga selir itu dua orang tadilah yang menguasai dunia perseliran. Mereka berdua berusaha untuk menyingkirkan selir lainnya dengan cara licik hingga membuat Kaisar mempercayai mereka dan membunuh selir yang tak bersalah itu. Levi bertekad harus bertahan hidup, ia tidak ingin berakhir mengenaskan sama seperti selir lainnya.
Di malam hari, Eren tiba-tiba membawa Levi ke gendongannya. Awalnya sangat terkejut, mengapa Kaisar membawanya di tengah malam, pikiran buruk menggerayanginya namun secepat kilat Levi menyangkalnya. Ranting pohon di pijak oleh pria brunette itu, menaruh pelan tubuh Levi untuk duduk kemudian ia menyusul duduk disampingnya. Emeraldnya tak berhenti menatap lekat wajah Levi yang tampan namun cantik diwaktu bersamaan, selirnya memang sangat menarik, sulit untuk melepaskan pandangannya dari wajah rupawannya, seolah-olah itu adalah obat yang membuat pemakainya kecanduan.
" Selir Levi Ackerman, aku tak menyangka jika kau ternyata seorang pria, berani sekali mereka menipuku." ucap Eren ditengah keheningan. Membuat Levi yang sedang asyik menatap indahnya pemandangan langit malam menoleh padanya.
" Yang mulia? "
" Mengapa aku baru menemukan dirimu sekarang." Eren menggeram marah diakhir kalimatnya. Perkataannya membuat Levi bertambah bingung.
" Berapa umurmu."
Levi meliriknya takut, " U-umurku 26 tahun."
Hening. Tidak ada sahutan setelah Levi menjawab pertanyaannya, yang ada hanyalah suara angin yang berdesir membawa udara dingin disekitarnya. Levi memeluk tubuhnya sendiri, duduk di pohon tinggi membuat dirinya semakin kedinginan.
" Kemarilah..." ucap Eren seraya merentangkan kedua tangannya lebar, menyuruh Levi untuk masuk ke dalam pelukannya.
Secara perlahan Levi memberanikan diri untuk mendekati suaminya. Ia duduk di pangkuan sang Kaisar yang mulai memeluknya dengan baju besarnya. Rasanya hangat dan nyaman, Levi ingin terus merasakan kehangatan seperti ini.
" Apa kau takut padaku? "
"...ti–"
" Kau tau hukuman untukmu jika berbohong." potong Eren cepat.
"...ya, aku sangat takut denganmu." lirihnya dengan jujur, Levi ketakutan sangat ketakutan. Apalagi ketika malam tiba, ia harus mempersiapkan dirinya untuk merasakan kesakitan yang luar biasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ETHERAL- [ EreRi ]
FanficKekejaman dunia, ketidakadilan dunia dan kematian sang ibunda tercinta membuat Eren Jaeger menjadi sosok Kaisar yang dikenal kejam dan bengis. Diberi kekuatan oleh makhluk mitologi naga berkepala seratus bernama Typhon membuat Eren semakin kuat dan...
![ETHERAL- [ EreRi ]](https://img.wattpad.com/cover/291193414-64-k816240.jpg)