REN POV
Pagi hari ini aku ada kelas hal yang membuatku jengkel adalah ketua osis berambut bob itu. Walau pun dia cantik tapi dia menyebalkan itu menurutku
"Ne~ yamamura kun apakah setelah ini kamu ada kegiatan?" Tanya seorang gadis padaku,sejenak aku menatapnya lalu bilang " aku tidak ingin di ganggu siapapun kamu bisa pergi dengan yang lain." Aku menjawabnya dengan ketus sehingga membuat dirinya menjauh dariku ya setidaknya untuk sementara ini
"Onii- sama kalau sama wanita tidak boleh seperti itu! Lagian kan asik bisa jalan - jalan dengan wanita cantik" kata akiko dia seperti penasehat untukku padahal dulu waktu aku membawanya dari jalan dia adalah orang yang pendiam tapi sekarang malah jadi cerewet.
"Iya ~ iya nanti aku pikirkan lagi,oh iya giel - san apakah kamu menemui titik terang?" Tanyaku pada giel soalnya beberapa kali kami harus menangani kasus iblis yang lari dari tuannya.
"Um~ tidak tuan aku rasa iblis itu lebih memilih mati dari pada berbagi info dengan kita." Giel menundukkan kepala seolah dia merasa tidak berguna sebagai bawahan
"Jangan sedih seperti itu,kita akan mendapatkan informasi nya nanti. Untuk saat ini kita fokus saja belajar dan menikmati masa muda kita" aku mencoba untuk menyemangati mereka yang terlihat tidak bersemangat
Aku mengambil napas panjang seolah tertimpa masalah besar. Ketika aku sedang berjalan di koridor sekolah tanpa sengaja aku berpapasan dengan seniorku yaitu rias beserta akeno
"Ara~ ara~ siapa yang ada di hadapan kita sekarang buchou." Akeno seperti biasa tersenyum
"Ne~ yamamura - kun senang bertemu denganmu. Tapi aku harap kamu bersiap - siap dalam ratting games nanti yah" Kata rias mempringatiku, aku serta familia ku akan berpastisipasi dalam ratting games aku sengaja menantang rias dalam ratting games hanya untuk menguji sampai sejauh mana kekuatannya saat ini
"Ma~ Apakah anda tidak ingat kalau aku selangkah di depan anda senpai! Jika aku jadi kamu aku lebih memilih mundur karena mustahil melawan kelas S seperti ku." Aku membanggakan diri di hadapan rias dan akeno. Itu bukan berarti aku sombong itu semua aku lakukan agar rias termotivasi untuk mengalahkanku yah walau pun hanya 0,01% sih.
"Houh~ rupanya kamu kouhai yang sungguh menarik. Tunggu 1 minggu lagi karena aku tidak akan membiarkanmu menang" rias tertawa dengan puas dan yakin kalau aku akan kalah
"Aku akan menunggu hari itu senpai semoga yang terbaiklah yang menang" Aku mengajak senpai bersalaman menandakan kalau kami akan bersaing secara sehat dan rias senpai pun menerima uluran tanganku lalu setelah itu rias dan akeno pun pergi meninggalkan kami berempat.
"Nah~ Yamamura - sama apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Qeela mulai membuka suara karena semenjak tadi dia hanya diam saja
"Entahlah... tapi yang jelas aku ingin kalian menunjukkan performa terbaik kalian,apa kalian mengerti" Aku melanjutkan perjalananku ke kelas karena pelajaran hampir dimulai
"Kau selalu datang terlambat yah... Yamamura - kun" Kata seorang gadis yang mengenakan kacamata dia adalah ketua kelasku namanya dena sakamouri dan aku tinggal di kelas 2-B.
"Huft... kapan ini akan berakhir" Gumamku dalam hati karena jujur saja aku paling malas bila berhadapan dengan gadis - gadis remaja ini walaupun diriku sendiri adalah seorang remaja sih.
Saat guru sedang menerangkan aku hanya menatap keluar jendela. Awan yang tadinya cerah kini tertutupi oleh awan hitam
"Sepertinya akan hujan deras hari ini" Gumamku dalam hati sambil meliat setitik demi setitik yang mulai turun ketika aku sedang melamun tiba - tiba saja ada penghapus yang melayang ke arahku sontak aku langsung refleks menangkapnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Reincarnated in Highschool dxd
AkcjaAku Yamamura Ren ya bisa dikatakan jenius! Tapi sayang aku meninggal di usia muda. Akibat kecelakaan lalu lintas hingga aku bertemu seorang dewa dan dia di menawarkanku kesempatan kedua untuk hidup di dunia lain. Juga dewa memberikan apapun yang ku...
