Bel pun berbunyi, mereka bertiga segera masuk kedalam kelas. Sebelum masuk ke kelas gak sengaja Sindi menabrak Andriyan dan Sindi pun langsung meminta maaf kepada Andriyan. Tetapi, Andriyan cuma cuek dan pergi meninggalkan Sindi.
"Sombong bangat sih kak Andriyan, mentang mentang dia ketua OSIS sampai memperlakukan adik kelas seperti itu," kata Salsa dengan ekspresi kesal.
"Sudah biarin aja. Dia ini yang cuek bukan kita, yang penting kita jangan seperti dia nanti kita jadi serem seperti dia. Uuuhhhh... Takut.. " kata Sindi dengan nada yang sedikit ngeledek.Pelajaran pun telah selesai, Bisma mengajak Salsa dan Sindi buat makan di kantin.
"Aku lapar nih.. Kita ke kantin yuk?" tanya Bisma kepada kedua temannya.
"Ayo!" Salsa dan Sindi menjawab serentak.
Ketika mereka sedang makan, tiba tiba terdengar bahwa ada salah satu siswa yang memuji Andriyan yang membuat telinga Sindi serasa terbakar api.
"Cuacanya lagi panas ya? Kok aku merasa haus bangat sih. Aku beli minum dulu ya?" kata Sindi.Setelah membeli minuman, tiba-tiba saja salah satu tali sepatu Sindi terlepas, tanpa sengaja Sindi menginjak tali sepatunya dan terjatuh. Minuman yang dibawa Sindi pun melayang dan mendarat tepat di atas kepala Andriyan. Sindi pun kaget melihat minumannya itu jatuh dan mengenai kepala ketua OSIS yang galak.
"Siapa yang sudah berani menumpahin minuman ke atas kepala saya?" ucap Andriyan dengan ekspresi yang sangat kesal.
Semua anak murid yang ada di kantin menunjuk ke arah Sindi sambil berkata, "Dia..."
Sindi pun meminta maaf kepada Andriyan atas kesalahannya yang tidak disengaja, "Aku minta maaf kak. Aku gak sengaja numpahin minum ke atas kepala kakak, soalnya waktu aku.. "
Sindi belum selesai ngomong, Andriyan pun langsung berkata kepada Sindi, "Sekarang kamu ikut saya!" dengan ekspresi yang seram, "Ayo ikut saya!" sambil menarik tangan Sindi dengan kasar.
"Auhh.. Kak sakit.." Sindi berteriak kesakitan.
Dengan beraninya Bisma yang biasanya terlihat culun mulai menampilkan betapa gagahnya dia didepan Andriyan dan teman temannya. Tetapi sungguh sayang, kegagahan itu hilang begitu saja setelah Andriyan menyuruh temannya untuk menakuti Bisma dengan cara melototi Bisma.
"Sekarang kamu bersihin toilet ini sampai mengkilap dan gak boleh ada kotoran sedikit pun. Paham!" kata Andriyan
"Iya ka.." jawab Sindi.
Ketika Sindi mulai membersihkan toilet, terdengar suara yang membuat Sindi harus menghentikan hukumannya.
"Tunggu!," kata Ridho.
Ridho, wakil ketua OSIS mencoba menghentikan perbuatan Andriyan yang salah itu. "Kamu gak bisa melakukan sesuatu sesuai kemauan mu. Ingat kalau kamu hukum junior seperti ini yang ada jabatan kamu sebagai ketua OSIS bisa dilepas".
Setelah mendengar perkataan Ridho, Andriyan hanya bisa melihat Ridho dan Sindi dengan tatapan yang sedikit menakutkan. Andriyan langsung pergi tanpa meninggalkan Ridho dan Sindi, tanpa membalas perkataan Ridho dan tanpa merasa bersalah atas apa yang dia perbuat terhadap Sindi.
Karena Ridho sudah membela Sindi, Sindi pun mengucapkan terima kasih kepada Ridho, "Terima kasih ya kak.. Kalau gak ada kakak, mungkin aku tetap disuruh untuk membersihkan toilet yang kotor dan bau itu".
"Sama-sama. Kamu juga harus berterima kasih kepada teman-teman kamu yang sudah kasih tahu saya tentang perbuatan Andri terhadap kamu". Matanya melihat kearah Salsa dan Bisma.Setelah sampai dirumah, Sindi ditanya sama bundanya dengan perkataan yang membuat suasana hati Sindi menjadi suram, "Ci.. Bagaimana rasanya hari pertama masuk sekolah? Pasti senang dong! Apa lagi kalau ketemu sama kakak kelas yang ganteng ganteng, pasti happy bangat. Iyakan Ci?" tanya bunda sambil menggoda putrinyai.
Sindi yang bete dengan perkataan bundanya, langsung bilang ke bundanya kalau dia tidak suka sekolah disana, "Happy apanya bun. Malahan Cici bete bangat sama ketua OSIS yang nyebelin itu. Masa Cici disuruh lari keliling lapangan cuma gara-gara Cici telat lima menit saja. Dan yang lebih parahnya lagi, Cici gak sengaja numpahin minuman keatas kepalanya, terus dia malah nyuruh Cici buat bersihin toilet yang kotor dan bau. Untung ada Salsa dan Bisma yang menyuruh kak Ridho buat nasihatin ketua OSIS yang galak dan nyebelin itu," jawab Sindi dengan ekspresi yang kesel bangat, akibat perbuatan Andriyan terhadap dirinya.
Bersambung...

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dibalik Senja
Novela JuvenilCerita ini berisikan tentang percintaan wanita cantik bernama Sindi dengan pangeran senjanya. Namun disaat mereka masih kecil, mereka harus berpisah satu sama lain. Bisakah Sindi bertemu dengan pangeran senjanya? Ataukah mungkin mereka tidak akan pe...