Tak ada kesempatan berbicara kembali setelah kejadian yang membubarkan segalanya. Meski saat kesempatan itu datang pada akhirnya, tidak juga ada bicara atau mungkin memang keduanya sudah apatis hingga merasa semua akan sia-sia.
Haruskah mereka bic...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mei 2022
"Ini tempatnya?"
"Iya"
"Yuk duduk sini!"
"Yang mana dia?"
"Itu, yang biru hijau!"
"Woaaah"
Pasangan duduk dibangku tribun ditengah cuaca yang cukup panas dan langit biru terang.
"Dia kereeen, Gyu!"
"Hahaa"
Lelaki itu memakaikan topi pada wanita disebelahnya lalu merapikan rambutnya. Lantas kembali menonton adegan motor sport membalap dibawah sana. Mingyu dan Lisa sedang melihat Lucas yang sedang latihan. Ini bukan yang pertama bagi Mingyu tapi pertama bagi Lisa.
"Hei tuan muda" teriak seorang kenalan Mingyu dari bawah tribun dengan lambaian tangan.
"Heeiii!!" Mingyu ikut melambai dan membalas teriakan sapaan tadi.
"Itu temanku yang mengurus sirkuit balap disini" jelas Mingyu pada Lisa.
"Ooh itu yang dikenalkan pada Lucas waktu itu"
"Iya"
"Siapa namanya?"
"I.M"
"Nanti aku kenalkan"
"Sekarang kita nonton Lucas dulu"
"Ini sirkuit mahal ya, Gyu?"
"Bisa dibilang begitu"
"Pantesan Lucas bangga sekali waktu cerita kemarin"
"Ya, mumpung aku kenal baik dengan mereka disini, apalagi sama I.M"
"Kamu juga pernah balap?"
"Iyalaaah, namanya juga laki" tawa Mingyu sambil duduk merangkul bahu wanitanya.
"Sekarang kenapa tidak?"
"Bingung atur waktu lagi"
"Iya juga, kamu sudah banyak juga olahraganya, gym masih, Thai boxing juga, kadang bersepeda juga"