Part 18 - Jealousy

425 45 61
                                        

Februari 2022

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Februari 2022

Jumat malam, di sebuah kamar mewah yang nuansanya maskulin yang kental, Mingyu duduk didepan meja kerjanya dengan mengetik sesuatu dikayar monitor. Dengan kaos putih dan kacamata yang bertengger, ia hanya sesekali mengedipkan pelupuknya pada monitor. Berulang juga melihat petunjuk waktu pada jam digital.

Ia melihat kearah jendela sebentar, lalu melihat kearah pintu kamar. Pipinya di gembungkan lalu nafas itu terhembus kencang. Akhirnya ia menengadahkan kepalanya dengan mata yang sengaja ia pejamkan.

Terdengar suara langkah yang samar mendekat. Sesaat ada yang merangkulnya dari belakang dan memberi kecupan di pipi kanannya lalu pada kepalanya.


Tangan yang merangkulnya ia pegang lalu mata lelaki itu terbuka.



"Gyuuu... " senyum wanita itu mengembang padanya yang masih memberi tatapan biasa.

Lisa, wanita itu membuka kacamata yang bertengger pada lelaki itu, lalu meletakkannya dimeja. Yang ia lakukan selanjutnya adalah memijat pundak Mingyu, yang masih belum menjawab sapaannya.

"Masih didepan monitor saja, Gyu"
"Tidak lelah? "


"Dari mana saja?"

"Kenapa tadi tak ingin aku jemput?"
tanya lelaki itu datar.

"Kan aku sudah bilang kalau tadi menemani Rose" jawab Lisa lembut.

"Tadi aku masih belum selesai, daripada kamu menunggu lama, lebih baik menungguku kesini"

"Ini kemalaman, Edel"
"Pesanku yang terakhir juga tidak  dibalas"



Terdengar helaan dari Mingyu. Lisa berhenti memijat pundak lelaki itu, berganti merangkul lelaki yang masih duduk itu dari belakang. Membungkuk mendekatkan wajahnya pada wajah lelakinya.

"Maaf,  belum buka ponsel lagi tadi, Gyu"
"Tapi aku kan langsung kesini sesuai janji kita"

Wanita itu kemudian mengecup leher  Mingyu yang masih duduk pada posisi yang sama.

" Lucas juga tadi menelponku, karena kau tak mengangkat telponnya juga dari tadi"

"Ouyaa?"

"Kenapa Lucas?"






"Edel... "

akhirnya Mingyu merubah posisi duduknya,  menghadap ke arah samping lalu menarik pelan tangan wanitanya agar berada tepat didepannya.

"Tidak biasanya kau mengabaikan pesan dan telpon dariku dan Lucas. Memangnya ada apa? "

Lisa malah memberi senyum dan memegang kedua pipi lelakinya lalu dengan pelan ia angkat agar beradu pandang dengannya yang masih berdiri.


"Gyuuu...maaf ya, aku tidak bermaksud"
"Tapi memang tadi mungkin terlalu seru sampai lupa mengecek ponsel"

Lisa kembali membungkuk mengecup bibir Mingyu dua kali.

Bicara Sekali LagiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang