Part 21 - Mencoba

407 57 63
                                        

Juli 2022

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Juli 2022

Mendengar suara pintu terbuka, Lisa berlari dari kamarnya, lalu menghambur dipelukan lelaki tinggi yang baru beberapa langkah memasuki apartemen tersebut.

Dalam pelukan itu, Lisa menangis sejadi-jadinya, melepaskan semua kepedihan yang masih terasa meski telah berganti bulan. Lelaki itu membiarkan tangis itu memecah ditengah hening, ia memeluk, mengusap punggung ringkih itu setulus-tulusnya.


"Luk" panggil wanita itu tersendat.

"Ya, ya... Aku paham, sista"




Lisa malah kembali membiarkan isakan itu pecah sepuasnya. Lucas yang baru saja tiba dari liburan di kota asalnya itu, ikut menahan nafas karena sesak yang mendera kakaknya saat ini dapat benar-benar ia rasakan. Ini pasti sangat sakit. Ia hanya bisa terus memeluk dan menepuk-nepuk, menenangkan.


"Kenapa banyak hal yang terjadi selama aku tak ada.. Huuuhhf" lirihnya diikuti helaan nafas panjang.

"Tenangkan dirimu sista. Nafasmu sudah putus-putus begitu karena tangismu"

"Sakiiiiiiit, Luk"

"Iya, aku tahu"


" Sudah mencoba bicara?"

" Su.. Sudaaah, tapi dia seolah berusaha menghilang dariku"


"Penthouse-nya?"

"Tiap kali aku kesana, selalu kosong. Seperti sudah lama tak di diami"

" Yuk kita bicara dikamarmu, tarik nafas, tenangkan dirimu, sista"


Kedua saudara kandung bermata bulat itu melangkah menuju kamar milik wanita itu. Namun, Lisa sempat membasuhkan mukanya sebentar di kamar mandi, sebelum akhirnya kembali ke kasur dimana Lucas menunggunya.

"Apa kau cerita pada Mom atau Dad selama disana?"

"Belum. Mereka belum tahu"
"Dan aku harap, kita tak perlu memberitahu mereka, karena aku masih yakin jika semua masih bisa kau dan hyung perbaiki"



"Entahlah, Luk"
"Bagaimana cara memperbaikinya kalau bertemu saja tak bisa"

"Kalau Ayahnya, apa Tuan Kim sudah tahu tentang kalian?"



"Aku tak tahu, Luk. Aku benar-benar tak tahu apa-apa"

"Apa perlu aku yang mencoba menghubungi hyung?"

"Tidak perlu. Kami dua manusia dewasa, jadi kami juga lah yang harus menyelesaikannya"

Lisa mulai merebah ditempat tidurnya sambil menyamping menghadap Lucas yang duduk disisi berbeda. Wanita itu masih beberapa kali mengusap air matanya yang ingin terus mengalir.


Bicara Sekali LagiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang