Part 23 - Birthday Boy

452 66 54
                                        

Maret 2024

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Maret 2024

Pagi ini udara terasa berbeda, dapat dilihat dari balkon kediaman mewah dilantai tinggi itu jika langit menawarkan warna indah dan segar bagi mata. Lelaki yang masih bertelanjang dada itu memegang segelas jus berwarna jingga ditangannya, membungkuk dengan satu tangan bertopang pada pembatas balkon. Ia menghirup puas oksigennya, diselingi tegukan pada minumannya.

Ia memikirkan kegiatan apa yang sesuai untuk dilakukan di suasana hari yang cerah dan segar seperti ini. Ia tegak kembali lalu meneguk habis minumannya kali, lalu melangkah santai menuju dapur berniat membuat sarapan, sebelum beraktivitas diluar hari ini.

Lelaki itu hanya fokus pada masakannya, hanya terdengar suara musik yang menemani meski tidak terlalu keras. Scrambled egg miliknya sudah ia pindahkan pada piring, begitu juga dengan pancake-nya. Ia duduk sendiri menikmati makanannya , sesekali puppy-nya duduk didekatnya. Cuaca begini dan sarapan pagi di hari libur selalu menghadirkan kenangan bersama sosok itu dipikirannya. Jika hal ini adalah playlist lagu, maka ritual pagi libur seperti sekarang ini ingin sekali ia skip, agar langsung pada playlist berikutnya.

Memang sudah lama berlalu keterikatan itu, tapi tak banyak rasa yang berubah, apalagi semakin tidak aman hatinya karena pertemuan yang kembali menjadi sering sejak akhir tahun kemarin hingga terakhir dibulan lalu.

Memang sudah lama berlalu keterikatan itu, tapi tak banyak rasa yang berubah, apalagi semakin tidak aman hatinya karena pertemuan yang kembali menjadi sering sejak akhir tahun kemarin hingga terakhir dibulan lalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bersepeda, aktivitas itu yang pada akhirnya menjadi pilihan Mingyu untuk menikmati hari ini. Ia sudah kemana-mana sejak tadi dengan sepedanya. Ke beberapa area track sepeda ditaman kota, di pinggir sungai, hingga ia berhenti untuk istirahatnya di sana. Peluhnya ia basuh sekenanya juga menenggak botol minumnya berulang. Duduk dengan meluruskan kaki disebuah bangku besi yang menghadap pada track jogging dan area bermain anak disana.

Ada pasangan yang masih muda dan penuh tawa yang sedang jogging, yang dari tadi beberapa kali Mingyu temui ketika bersepeda, bahkan sejak ia duduk, mereka sudah kedua kalinya melewati titik yang sama. Akhirnya si wanita terlihat berhenti karena kelelahan, ia merengek. Lalu si pria membungkukkan tubuhnya dengan tawa, segera si wanita sudah bergelantungan dipunggungnya. Si pria berjalan santai meski punggungnya miliki beban, bahkan keduanya terdengar makin jelas suara tawanya.

Bicara Sekali LagiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang