Part 22 - Belum

393 59 59
                                        

Februari 2024

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Februari 2024

Lisa turun dari kendaraan operasional milik kantornya, berhenti didepan sebuah convenience store. Tadi wanita itu baru saja selesai bertemu partner kerja mereka disekitar situ, dan sebelum kembali ke kantornya, ia yang sedang tidak ingin makan siang, berniat membeli roti atau biskuit dan minuman disana.

Dengan setelan khas kantor blouse berwarna coklat tua, rok diatas lutut dan heels-nya, wanita itu berkeliling dari rak ke rak untuk memilih apa yang akan ia beli, sangat pelan langkahnya.










Tak jauh dari posisinya, ada Mingyu. Lelaki itu pun sedang mampir sebentar membeli sesuatu di store yang sama, entah kebetulan atau memang takdir. Mingyu yang sedang mengambil satu barang melihat dua kali pada sosok diseberang rak sana, wanita dengan rambut terurai itu mengambil alih perhatiannya.

Lelaki itu tanpa berpikir panjang tertuntun langkahnya untuk terus mengikuti arah jalan Lisa di dalam store itu tepat dibelakangnya, dalam jarak. Ia yakin wanita itu tak menyadarinya. Mingyu memperhatikannya dari ujung kepala hingga ujung kaki, hingga masih bisa indera ciumnya menangkap jejak aroma manis wanita itu dari sisa langkahnya. Ia menikmati semua itu, untuk sedikit mengurai rasa rindunya yang sudah terlalu kusut pada wanita itu.



Dari arah berbeda, Mingyu melihat seorang anak kecil terjatuh lalu menumpahkan semua kelerengnya hingga menggelinding pada lantai. Lisa yang hanya fokus pada barang di rak dengan earphone yang terpasang pada kupingnya tampak tak tahu sama sekali jika banyak kelereng bergulir pada lintasan langkah heels-nya itu.

Mingyu dengan sigap bergegas mendekat pada Lisa yang sudah menginjak beberapa kelereng dilantai. Dan benar saja, wanita itu nyaris terjatuh jika tak segera ditangkap oleh Mingyu dengan sebelah lengan kokohnya. Ia menarik Lisa dengan cepat hingga tenggelam ke dada kanannya, lalu menendang beberapa kelerang yang bisa mengenai orang lain disana.


"Hati-hati!!" tegas Mingyu pada seorang bapak tua yang ada didepannya agar tak dulu bergerak mundur karena banyaknya kelereng disana.

Lisa sendiri masih bingung, tiba-tiba sudah berada dalam pelukan seseorang. Anehnya rangkulan ini terasa tak asing, aromanya juga, lalu suara itu. Akhirnya telapak tangan kanannya menahan dada itu pelan, ia melihat wajah lelaki yang merangkulnya, ia melemah.

"Gyu..." panggil Lisa bingung. Tapi lengan kanan Mingyu masih mengeratkan rangkulannya.

"Emm"


Kemudian lelaki itu memanggil petugas store untuk membantu mengambil semua kelereng yang menyebar tadi tanpa melepas Lisa. Sedangkan anak kecil tadi menangis dipojok sana, membuat Mingyu jadi tersenyum lucu melihatnya.

Baru setelahnya, rangkulan lelaki itu melonggar, lalu melihat dengan serius wajah wanita yang juga sedikit tegang menatapnya dari jarak sedekat ini, setelah sekian lama.


Bicara Sekali LagiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang