Okey lanjut gaiis, stay tune and enjoy 😂
Btw gais sedikit kecewa karna Lo Lo pada ngga ngasih aing vote 😭 sad parah aing🤧🤧😭
***
Entah apa yang merasuki Gisha pagi ini, dia turun dari mobil dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia berlari menuju koridor sekolah dengan semangat. Tujuannya siapa lagi jika bukan kakaknya sendiri. Wow Gisha merindukan momen berjalan riang dengan sang kakak menuju kelas, lalu membuat iri seantero sekolah termasuk sahabat-sahabat nya.
Pagi ini, kakaknya miliknya kembali. Regan nya adalah Regan yang dulu. Regan nya adalah Regan yang always everything for Gisha. Seperti biasa.
Suara pintu kelas Regan terbuka keras. Ulah adiknya lah, emang siapa lagi? Padahal pintu nya bisa terbuka auto.
Semua mata memandang wajah Gisha yang tersenyum tanpa merasa bersalah. Tapi senyum nya pudar saat matanya tak menangkap sosok yang ia cari.
"Hai Gi." Sapaan pertama dari Ander yang dibalas anggukan kepala Gisha.
"Ka Regan mana?" Ia nyelonong masuk dan duduk di kursi Regan.
"Katanya absen hari ini."
"Hah? Ko bisa?" Gisha bertanya heran. Ada apa lagi nih sama kak Regan? Bisa-bisanya absen gak kayak biasanya.
"Adeknya kok gak tahu?" Ledek Zyan.
"Ihhh kan Gigi lagi belajar dewasa buat gak ngintilin kak Regan mulu." Pembelaan dari Gisha mendapat tertawaan dari kakak-kakak angkatnya.
Gisha memutar bola matanya jengkel. Sia-sia sudah ia berangkat pagi-pagi untuk melihat wajah kakaknya. Kecewa boleh nggak sih?
"Jangan ngelamun woy. Gigi kan ada kita-kita kalau mau ngobrol." Tawar Liam si baik hati.
Bibir Gisha mengerucut sempurna, ia cuma pengen Regan. Cukup. bangkit dari duduknya, "Gak ah makasih." Dia mengibaskan rambutnya songong lalu melenggang pergi.
"Deuhh untung cantik." Liam melempar pocky nya jengkel.
"Untung adek gue." Zyan tersenyum melihat kepergian Gisha yang gondok banget.
"Ku ikhlaskan engkau pergi neng Gisha..." Ander bersenandung kecil yang langsung mendapat lemparan pocky dari Liam.
"Lebay!"
"Ya maaf."
***
"Kak Regan itu kaya Song Kang ih, udah bikin aku baper tiba-tiba ngilang. Gak ngabarin." Gisha terus menggerutu dalam perjalanan nya. Ia terus mengingat serial drama Korea yang lagi booming itu.
"Kak Regan, kalau ketemu aku cekek dah."
"Udah datang pagi, yang dituju malah gak ada." Gisha menghentakkan kakinya sebal.
"Kamu mau cekek kakak?" Suara bisikan dari samping membuat Gisha bergidik. Horor banget mana sendirian di koridor.
"Kak Regan!" Gisha meninju wajah kakaknya kaget.
"Omaigattt..." Lirih nya melihat Regan tersungkur di lantai.
"Ampun Gi, tinjuan Lo boleh juga." Regan meringis, mengusap-usap hidung nya.
"Sini- sini aku cekek." Gisha berusaha mencekik leher kakaknya.
"Aaaaaaaaa ampunnn Gi! Gue belum mau mati, belum kawin." Teriak Regan berusaha keluar dari cengkeraman Gisha.
Gisha membulat kan matanya, "Aishhh sialan." Gisha makin keras mencekik leher Regan.
"Yaudah Gi, kalau gue mati sampein pesan terakhir gue buat kucing kesayangan gue di apart." Regan bicara terengah-engah, Gisha benar-benar mencekiknya. Dasar bocah satu ini. "Gue sayang banget sama dia. Pagi ini belum gue kasih makan, tolong bilangin supaya dia lebih mandiri, dan jaga apartemen gue baik-baik."
KAMU SEDANG MEMBACA
SECRETLY [ON GOING]
RomanceRank #1 Trail 2020 Rank #2 complex April 2022 Rank #1 secretly April 2022 *** Sebuah Fakta yang mengejutkan membuat Regan hampir kehilangan adik satu-satunya, Gisha. Regan pikir menjauhinya akan membuat ia melupakan perasaannya, namun obsesi adiknya...
![SECRETLY [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/229400563-64-k351799.jpg)