Author POV
"Astaga.."
Gun menghadapkan wajahnya kearah Off sambil menunduk.
"Kamu kenapa gak angkat telfon kakak?" Tanya Off sekali lagi pada Gun.
Gun diam tidak menjawab pertanyaan Off.
"Kamu punya mulut kan buat jawab?" Ucap Off kesal.
"Aku menelfonmu berkali-kali dan kau tidak mengangkatnya. Aku hampir menelfon polisi karenamu, Gun." Ucap Off pada Gun.
"Kau tidak bisa bersikap seenaknya seperti ini." Ucap Off kembali.
"Kau egois Gun. Kau tidak memikirkan bagaimana kelimpungannya aku karena ulahmu hari ini." Ucap Off kembali.
"Kak.." Ucap Gun pada Off.
"Bukankah harusnya aku yang berkata seperti itu padamu?"
"Bukankah harusnya aku yang marah padamu?"
Off mengerutkan keningnya merasa bingung dengan apa yang Gun katakan.
"M-maksudmu?" Tanya Off pada Gun.
"Aku menghubungimu berkali-kali, tapi kau tidak mengangkat telfonku."
"Aku bahkan mengirimimu pesan singkat dan kau tidak membalasnya sama sekali."
"Aku menunggumu hampir 1 jam difakultasku tanpa kejelasan darimu. Kemana kau sebenarnya?"
"Kak Tay mengatakan kau sudah pergi meninggalkan kampus sejak pukul 15.00. Kemana kau sebenarnya? Kenapa justru kau yang marah padaku?"
"Kau yang egois tapi kau menyalahkan aku atas semuanya. Aku benci kakak." Ucap Gun sambil menghapus air matanya yang sudah tak lagi bisa dia bendung. Gun berjalan menuju lantai dua dan kemudian membanting pintu kamarnya keras.
Blaaam.
Off bisa mendengar itu dari bawah. Off menjatuhkan bokongnya kesofa yang tadi dia duduki sebelum Gun muncul.
Off tidak menyangka kecerobohannya justru membuat orang yang paling dia sayang menjadi terluka.
Flashback On.
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Chulalongkorn University.
Pukul 15.05
"Tay..Arm..aku pergi duluan ya." Ucap Off pada kedua sahabatnya.
"Kemana, Peng?" Tanya Tay pada Off.
"Ada perlu sebentar." Ucap Off pada keduanya.
Off berlari menuju mobil yang dia parkir dibagian depan fakultas dan melajukannya meninggalkan halaman fakultas mereka.
"Aku berani bertaruh wanita ini pasti sangat cantik, Peng." Ucap Arm pada Tay.
"Mungkin saja. Buktinya dia sudah tergesa-gesa seakan sudah tidak kuat menahan ereksinya." Ucap Tay pada Arm.
"Hahahahahaha...." Keduanya tertawa bersamaan.
Mereka berdua tau, Off adalah seorang playboy dikampus mereka. Off hampir pernah memacari gadis-gadis dari setiap fakultas, kecuali satu fakultas dikampus itu.
"Apakah kali ini ekonomi?" Tanya Arm.
"Tidak mungkin sepertinya. Sudah 2 tahun lebih dia menjadi playboy, tapi aku tidak pernah melihat dia memacari wanita dari fakultas itu. Entahlah, mungkin dia tidak mau Gun tau bahwa Off sebenarnya adalah seorang playboy." Ucap Tay pada Arm.

KAMU SEDANG MEMBACA
(OffGun MPREG) Don't Leave Me
Fanfiction(COMPLETED) Malam itu, jika saja dia tidak mabuk selepas pesta ulangtahun Arm mungkin hidupnya tidak akan sekacau ini. Sebuah kebodohan menyebabkan hidup seorang Off Jumpol berubah. Ada rahasia besar yang tidak akan pernah dia ungkapkan pada siapapu...