Krist dan Singto menjalin hubungan selama 8 tahun lamanya. Namun, di dalam hubungan itu hanya ada cinta sepihak karna Krist tak pernah mencintai Singto.
Karna cintanya yang semakin hari semakin besar terhadap Krist membuat Singto nekat melakukan ha...
Sudah terhitung hampir 3 bulan sejak Krist dan Apple mempersiapkan pernikahan mereka, satu minggu lagi mereka akan menikah dan undangan juga sudah di sebar.
Saat ini Krist tengah bertemu dengan sahabatnya, official dan Tay di sebuah cafe.
"Ini..." Ucap Krist sembari memberikan kartu undangan kepada Off dan Tay.
"Kamu ingin menikah?" Ucap Tay terkejut.
"Iya..." Ucap Krist sambil tersenyum bahagia.
"Satu minggu lagi!" Ucap Off, setelah membaca undangan tersebut.
"Hmm." Gumam Krist.
"Bagaimana dengan singto?" Tanya Tay.
"Nanti malam aku akan memberikan undangan padanya sekaligus memutuskan hubungan kami." Ucap Krist.
"Bagus!" Ucap Tay.
"Jangan selingkuh lagi jika sudah menikah nanti." Ucap Off.
"Tidak akan. Aku akan setia pada Apple, lagipula aku bisa menerkamnya kapan saja, kan?" Ucap Krist bahagia.
"Singto menjadi milik ku." Ucap Tay.
"Ambil saja, aku sudah puas memakai tubuhnya, setiap malam aku menginap di rumahnya." Ucap Krist bangga sembari menaik turunkan alisnya.
"Kamu sudah ingin menikah dan masih bermain dengan pria lain!?" Ucap Off.
"Memangnya kenapa? Baru ingin menikah, aku akan setia jika sudah menikah nanti." Ucap Krist.
"Terserah kamu!" Ucap Off.
Beberapa jam berada di cafe bersama teman-temannya, Krist memutuskan untuk pulang ke rumah Singto.
Hari ini semua akan berakhir, ia akan memulai hidup baru seminggu lagi dan akan membuang jauh semua masa lalunya dengan Singto.
Krist masuk ke kamar Singto dan melihat Singto duduk di depan meja kerjanya, mungkin ada pekerjaan yang belum di selesaikannya.
"Sing..." Ucap Krist.
"Hmm..." Ucap Singto.
Singto menatap ke arah Krist dengan tatapan yang sangat menggemaskan menurut Krist.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Shit!! Kenapa kamu menjadi semakin menggemaskan setiap hari." Ucap Krist.
Wajah Singto memerah mendengarnya, ia baru saja pulang bekerja dan kembali melanjutkan perkerjaannya yang belum selesai di kamarnya, ia bahkan belum mandi dan belum makan siang sekarang.
"Dari mana kamu?" Tanya Singto.
"Bertemu teman-teman ku di Cafe." Ucap Krist.
Memang hampir setiap malam akhir-akhir ini Krist selalu menginap di rumahnya, itu sebabnya Singto tak lagi terkejut melihat kedatangan Krist ke kamarnya, Singto berpikir Krist sudah mempunyai perasaan terhadapnya namun faktanya itu salah, Krist menginap hanya karna ingin menghajar lubang Singto sampai puas sebelum dirinya menikah nanti.