Satu bulan telah berlalu~
Hasil tes DNA sudah keluar dan Krist mendapat telpon dari rumah sakit yang menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit, jantung Krist berdetak kencang, ia melajukan mobilnya ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi, Krist sudah tak sabar ingin melihat hasilnya hanya membutuhkan waktu 20 menit akhirnya Krist tiba di rumah sakit.
"Apa anda siap mendengar hasilnya Tuan Krist?" Ucap dokter.
"Siap, dok." Ucap Krist yakin.
"Fiat adalah anak biologis anda, hasil tes DNA rambut Fiat dengan rambut anda sangat cocok 100%." Ucap dokter.
"B-benarkah, dok." Ucap Krist sambil tersenyum bahagia.
Setelah dari rumah sakit Krist langsung melajukan mobilnya ke rumah Singto, ia memencet bell dan tidak membutuhkan waktu lama pintu rumah terbuka.
Krist langsung memeluk Singto dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya sedangkan Singto terkejut kenapa Krist ke rumahnya dengan menangis.
"Terimakasih sudah mempertahankan Fiat, Sing. Akhirnya aku merasakan yang namanya menjadi seorang ayah, terimakasih. Akhirnya aku mempunyai anak sekarang." Ucap Krist.
Singto melepas pelukan Krist tanpa sepatah kata pun ia menutup pintu rumahnya.
"Sing..." Ucap Krist sembari mengetuk pintu berharap Singto membukakannya pintu.
"Aku ingin bertemu anak ku." Ucap Krist.
"Pergi Krist, Fiat hanya anak ku! Dia bukan anak mu." Ucap Singto sambil menangis.
"Aku sudah melakukan test DNA tadi, Fiat benar-benar anak ku! Pertemukan aku dengannya, ku mohon." Ucap Krist yang juga menangis.
"Apa kamu tak malu mengakuinya? Kamu sendiri yang menyuruh ku pergi 6 tahun yang lalu! Kamu mengatakan kehadiran Fiat karna kebodohan ku sendiri! Sekarang kenapa kamu ingin mengakuinya, apa karna kamu tak punya anak dengan istri mu! Sampai kapan pun Fiat hanya anak ku!!" Ucap Singto.
Tak jauh dari Singto ada Fiat yang melihat papanya, sekarang Fiat mengerti siapa yang selalu membuat papanya menangis bahkan meminta maaf karna telah menghadirkannya ke dunia ini, Fiat berjalan menghampiri Singto dan memeluknya.
"Maafkan papa." Ucap Singto.
"Kenapa papa selalu meminta maaf, papa tak pernah salah, aku bahagia bisa ada disini menemani papa." Ucap Fiat.
"Fiat... Bukakan daddy pintu, sayang." Ucap Krist sembari mengetuk pintu karna ia mendengar suara Fiat.
"Papa, ayo ke kamar." Ucap Fiat.
Fiat dan Singto berjalan menuju kamar Singto, Fiat terus memeluk Singto menenangkan Singto yang menangis.
"Jangan pernah tinggalkan papa." Ucap Singto.
"Aku menyayangi papa, aku tak akan meninggalkan papa." Ucap Fiat.
Fiat mengusap rambut Singto, mencoba untuk menenangkannya sehingga membuat Singto nyaman dan tertidur, ia mengecup kening Singto singkat kemudian beranjak dari kasur berjalan ke depan. Fiat membuka pintu rumah, ia melihat Krist sedang menangis di depan pintu.
"Sekarang om pulang!" Ucap Fiat.
"Fiat, ini daddy.... Kamu anak daddy." Ucap Krist.
"Bukan, aku hanya mempunyai papa Sing!! Sekarang om pulang!! Jangan pernah temui aku lagi!!" Ucap Fiat dengan perasaan marah.
"Sayang... Daddy merindukan mu." Ucap Krist.
"Aku tidak! Jangan pernah perlihatkan wajah om di hadapan ku dan papa lagi! Aku membenci om!" Ucap Fiat kemudian ia menutup pintu dan pergi ke kamar menemui Singto.
Krist tak menyangka respon Fiat akan seperti itu, Fiat memang tak seharusnya dewasa sebelum waktunya, ia memang sudah terbiasa di ajarkan untuk mengerti keadaannya sejak kecil, Fiat sering di bully waktu sekolah di Amerika dulu membuatnya menjadi sosok anak kecil yang tegar bahkan ia masih bisa tersenyum meskipun di bully habis-habisan di sekolah, dia mengerti jika papanya jarang membuat sarapan atau sibuk bekerja, dia juga mengerti jika harus berangkat lebih awal ke sekolah dari jam dia masuk kelas, Fiat sangat tidak ingin menyusahkan papanya itu.
Sudah cukup setiap malam Fiat melihat papanya sering menangis, bahkan Fiat sering mendengar papanya meminta maaf kepada dirinya karna telah membuatnya hadir di dunia padahal Fiat tak pernah mempermasalahkan itu dia bahkan bahagia bisa hadir dan menemani papanya.
Sekarang semuanya terjawab, siapa yang selalu membuat papanya menangis, dia sangat membenci Krist sekarang meskipun ia tak tahu permasalahan apa yang tengah di hadapi dua pria dewasa itu.
***
Di tempat lain Krist pulang ke rumah orang tuanya dengan mata yang sembab, Krist keluar dari mobil dan langsung berjalan masuk ke dalam rumah, ia mencari mamanya ke kamar dan langsung memeluk mamanya sambil menangis.
"Ma... Fiat benar-benar anak ku, anak yang di kandung Singto 6 tahun yang lalu, sekarang dia sudah besar dan tampan, tapi Fiat membenci ku, ma." Ucap Krist sambil menangis.
"Apa kamu yakin Krist?" Ucap mama Krist.
"Iya, aku sudah melakukan test DNA dan Fiat memang benar-benar anak ku." Ucap Krist.
"Aku menyesal, aku ingin Fiat, ma." Ucap Krist.
"Tidak bisa Krist, bukankah kamu sendiri yang tidak mau mengakuinya, kamu sendiri yang mengatakan jika anak itu hadir karna kebodohan Singto, lupakan Fiat dan Singto, fokus dengan rumah tangga mu, mama yakin Apple akan hamil secepatnya." Ucap mama Krist.
"Meskipun Apple hamil, Fiat tetap anak ku, bantu aku, ma." Ucap Krist.
"Krist, apa kamu tak ingat perlakuan mu padanya 6 tahun yang lalu, kita tidak mungkin bisa mengambil Fiat, Singto pasti sangat membencimu, mama dan papa bahkan tak berniat untuk membantunya saat itu." Ucap papanya yang baru saja datang. Dia memang mendengar pembicaraan Krist dan mamanya tadi.
"Apa mama boleh melihat foto Fiat? Mama ingin melihat wajah cucu mama." Ucap mamanya.
Krist mengambil ponselnya dan membuka galery di sana, ia memperlihatkan foto Fiat kepada kedua orang tuanya.
"Ini anak kecil yang bersekolah di TK Hip-Hop, kan? Sekolah yang sama dengan Chimon dan Ajun." Ucap papanya.
"Iya." Ucap Krist.
"Papa bertemu dengannya 3 hari yang lalu saat papa datang berkunjung ke sekolah itu, dia sangat dewasa tidak seperti anak kecil seusianya, saat jam istirahat dia makan dengan tenang sedangkan Chimon dan Ajun sambil bermain."
"Fiat memang sangat dewasa, mungkin Singto yang mengajarinya." Ucap Krist.
Mama Krist meneteskan air matanya saat melihat foto Fiat sebenarnya kedua orang tua Krist juga sangat ingin mempunyai cucu, di saat mamanya pergi arisan pasti teman-temannya membawa cucu mereka untuk di banggakan, sedangkan dia tidak membawa siapapun.
Tbc.
YOU ARE READING
Love Me Please
FanfictionKrist dan Singto menjalin hubungan selama 8 tahun lamanya. Namun, di dalam hubungan itu hanya ada cinta sepihak karna Krist tak pernah mencintai Singto. Karna cintanya yang semakin hari semakin besar terhadap Krist membuat Singto nekat melakukan ha...
