Part 13

2.1K 150 12
                                        

Pagi hari menyapa, Singto bangun pagi seperti biasa dan membuat sarapan, kali ini Singto memasak dengan porsi yang lebih banyak dari biasanya mengingat jika di rumahnya bertambah satu orang lagi.

Krist bangun dari tidurnya, ia merasakan tangannya sudah baik-baik saja dan tidak sakit lagi, hanya saja masih meninggalkan bekas kebiruan di sana, itu bukan hal seberapa baginya.

Krist melihat Fiat masih terlelap di sampingnya. Pintu kamar terbuka, Singto berjalan masuk ke kamar anaknya untuk membangunkan Fiat.

"Sayang, bangun." Ucap Singto.

Fiat membuka matanya dan langsung bangun, ia pergi ke kamar mandi sedangkan Singto menyiapkan seragam dan tas Fiat untuk sekolah nanti.

"Fiat sangat pintar." Ucap Krist sambil memerhatikan Singto yang tengah sibuk mempersiapkan keperluan Fiat untuk sekolah.

Entah kenapa Singto terlihat sangat seksi pagi ini, Singto hanya menggunakan celana pendek dan baju kaos berwarna putih, Krist terus menatap pergerakan Singto sehingga membangunkan sesuatu dari tidurnya. Krist memang masih sama seperti dulu masih mesum dan bisa di bilang hyper seks juga.

"Dia sudah biasa bangun pagi dan mandi sendiri." Ucap Singto.

"Anak lain belum tentu bisa seperti Fiat." Ucap Krist.

"Apa tangan mu masih sakit?" Tanya Singto.

"M-masih... Ini sangat sakit." Ucap Krist berbohong.

Setelah mandi Fiat memakai seragam sekolahnya kemudian keluar lebih dulu dari kamar.

"Ayo sarapan bersama." Ucap Singto.

Krist bangkit dari tidurnya setelah itu ia berjalan mengikuti Singto dari belakang, tatapan matanya terus ke arah pantat bulat Singto, ingin rasanya Krist meremas pantat itu.

Krist melihat Fiat sudah duduk di meja makan sembari meminum susunya, Krist duduk di samping Fiat dan Singto di depan mereka.

Singto mengambilkan Fiat makanan kemudian mengambilkan Krist juga.

"Apa kamu bisa makan sendiri?" Ucap Singto.

"Tidak bisa." Ucap Krist.

"Apa sebelah kiri tangan om perlu ku patahkan agar om benar-benar tak bisa makan sendiri!" Ucap Fiat.

"Fiat..." Ucap Singto.

"Kenapa papa membelanya?" Ucap Fiat.

"Kamu sudah sangat keterlaluan, apa papa pernah mengajari mu seperti ini?" Ucap Singto.

"...."

Terdengar suara bell rumah berbunyi, Singto beranjak dari meja makan dan berjalan menuju depan untuk melihat siapa yang datang.

"Gun..." Ucap Singto.

"Aku ingin menjemput Fiat." Ucap Gun.

"Aku ingin berangkat bersama Chimon." Ucap Fiat yang baru saja datang.

"Apa kamu sudah sarapan tadi?" Tanya Singto pada Fiat

"Aku tak nafsu makan satu meja dengan om Krist." Ucap Fiat sinis.

"Gun.... Maaf merepotkan mu." Ucap Singto.

"Tidak masalah. Aku kita berangkat sekolah." Ucap Gun.

Setelah memastikan mobil Gun pergi Singto berjalan lagi ke dapur, ia melihat makanan di atas meja masih sangat banyak tanpa tersentuh sedikit pun.

Singto duduk di samping Krist dan mulai menyuapi Krist makan, Singto melakukan itu hanya karna merasa kasian, Krist sudah seperti tanggung jawab untuknya apa lagi tangan Krist seperti itu karna ulah Fiat.

Love Me PleaseWhere stories live. Discover now