Part 16

2K 141 26
                                        

Pagi hari menyapa, Krist terbangun dari tidurnya dengan posisi ia memeluk Singto dari belakang. Di lihatnya Singto masih terlelap, Krist beranjak dari ranjang, ia menaikan selimut menutupi tubuh polos Singto.

Krist mengecup kening Singto dengan lembut takut itu akan membangunkan Singto nantinya, kemudian ia memakai pakaiannya dan keluar dari kamar dengan perlahan, Krist berjalan keruang tamu mengambil ponselnya yang tertinggal di sana, terlihat banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Apple.

"Om masih disini." Ucap Fiat membuat Krist mengalihkan atensinya dari layar ponselnya, Krist melihat Fiat yang sudah rapi dan sepertinya sudah mandi.

"Apa kamu tak sekolah?" Tanya Krist.

"Ini hari minggu jika om lupa, sebaiknya om pulang sekarang."

"Daddy pamit pada papa dulu." Ucap Krist.

"Tak perlu! Pulang sekarang!" Ucap Fiat garang.

"B-baiklah."

Krist mengambil kunci mobilnya dan keluar dari rumah, sedangkan Fiat berjalan menuju kamar papanya.

*Ceklek... Pintu kamar terbuka, Fiat melihat papanya masih tidur dengan selimut yang menutup tubuhnya, Singto yang mendengar suara pintu terbuka membuka matanya dan melihat ke sampingnya sudah tak ada lagi Krist.

"Apa papa sakit?" Tanya Fiat.

"T-tidak" Ucap Singto gugup.

"Kenapa papa suka sekali tidur tanpa menggunakan pakaian, apa papa tak takut masuk angin?"

"Hmm.. papa hanya merasa gerah semalam, dimana om Krist?" Ucap Singto.

"Sudah ku suruh pulang." Ucap Fiat.

"Ohh..." Jawab Singto seadanya.

****
Di tempat lain, Krist baru saja menginjakkan kakinya di rumahnya, Apple yang memang sudah menunggu kedatangannya menatap tajam pada Krist.

"Dari rumah pria itu lagi?" Tebak Apple.

"Apa?" Ucap Krist tak mengerti.

"Kamu selingkuh lagi 'kan? Apa kalian tidur bersama? Apa dia menyerahkan tubuhnya lagi pada mu?" Ucap Apple.

"Apple!" Ucap Krist.

"Benar 'kan? Jalang itu pasti dengan mudahnya memberikan tubuhnya pada mu kan? Kamu pikir aku tak tahu kamu selalu ke rumahnya akhir-akhir ini, kemarin malam dan semalam kamu menginap di rumahnya kan!!" Bentak Apple.

"Sekali jalang tetap jalang! Dan satu kali pria suka selingkuh, selamanya dia akan terus selingkuh."

"Jaga bicara mu!" Ucap Krist marah.

"Kamu membelanya?" Ucap Apple.

"Ucapan mu benar-benar keterlaluan, Apple!"

"Jangan temui Singto dan anaknya lagi, Krist!!"

"Tapi Fiat juga anak ku."

"Kenapa baru sekarang kamu mengakuinya?"

"Tolong mengerti, aku sangat menyayangi Fiat."

"Sudahlah, Krist! Jauhi Singto dan anaknya!!"

"Itu tak mungkin terjadi Apple!"

"Baiklah!! Kamu akan menyesal nanti!"

Apple berlalu meninggalkan Krist sendiri sedangkan Krist duduk di ruang tamu, belum selesai masalah Singto dan Fiat sekarang Apple lagi menambah masalahnya.
.
.
.
.
.
Hari-hari berlalu, Krist dan Singto juga masih seperti biasa, hanya saja sekarang Singto sudah tak melarang Krist untuk bertemu dengan Fiat lagi.

Love Me PleaseWhere stories live. Discover now