Hari-hari berlalu, Singto masih belum mendapatkan pengasuh untuk Fiat, ia selalu kewalahan setiap pagi membuat sarapan dan menyiapkan keperluan Fiat untuk sekolah, belum lagi mengantar Fiat ke sekolah. Saat di Amerika dulu ada bis sekolah yang menjemput, sekarang tak ada fasilitas itu di sekolah baru Fiat.
Setelah membuatkan Fiat bekal, Singto langsung membangunkan Fiat, ia harus mengantar Fiat cepat hari ini karna pagi-pagi sekali dirinya sudah ada meeting.
"Fiat, bangun sayang." Ucap Singto lembut.
Fiat membuka matanya dan melihat jam yang ternyata baru pukul 06:00.
"Ini terlalu awal untuk bangun,Pa. Bukankah aku masuk sekolah jam 8." Ucap Fiat.
"Iya, tapi papa ada meeting jam 7 nanti, apa kamu tidak masalah berangkat sekolah lebih awal?" Ucap Singto.
"Ya." Ucap Fiat sembari bangkit dari tidurnya.
Meskipun baru berusia 5 tahun Fiat sangat pengertian kepada papanya, ia mengerti kesulitan papanya yang mengasuh dirinya sendirian.
Setelah Fiat mandi dan memakai seragam sekolahnya, Singto langsung mengantar Fiat ke sekolah, hampir 30 menit di perjalanan akhirnya mereka tiba di sekolah, Fiat memperhatikan sekitar yang masih sangat sepi, hanya ada beberapa guru yang sudah datang.
"Namtarn..." Panggil Singto, saat melihat Namtan lewat di dekatnya.
Singto dan Namtan memang sudah sangat dekat, jadi mereka tak lagi bicara formal, Namtan selalu menemani Fiat di saat Singto terlambat menjemputnya, itu sebabnya mereka menjadi dekat sekarang.
"Ya, Sing. Kenapa kamu mengantar Fiat di jam segini?" Ucap Namtan.
"Aku ada meeting, tolong jaga Fiat untuk ku." Ucap Singto.
"Ya."
"Fiat, papa sudah sangat terlambat sekarang, papa berangkat bekerja dulu." Ucap Singto.
"Iya, pa." Ucap Fiat.
Singto melihat jam di tangannya yang ternyata sudah hampir pukul 07:00, ia langsung masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya pergi dari sana.
Singto berlari menuju ruang meeting, dia terlambat 20 menit sekarang.
Ceklekk... Pintu ruangan di buka.
"Maaf saya terlambat." Ucap Singto.
Tatapan semua orang yang berada di ruang meeting tertuju pada Singto, termasuk Krist, dia terkejut melihat Singto berada di ruangan yang sama dengannya.
"Ckk! Kamu selalu terlambat, mana berkasnya." Ucap Off.
Singto berjalan menghampiri Off dan duduk di sampingnya.
"Apa kamu belum mendapat pengasuh, Sing?" Tanya Off.
"Belum, Off." Ucap Singto.
Setelah itu hanya ada keheningan, Singto sibuk menyiapkan berkas untuk presentasi dan meeting pun di mulai.
Krist terus menatap ke arah Singto yang sibuk berbicara di depan layar besar, entah apa yang di pikirkannya sekarang, hanya saja pengakuan mengejutkan dari Singto 6 tahun yang lalu membuatnya berpikir apa anaknya sudah lahir? Bisa saja, kan?
Meeting selesai, mereka semua saling berjabat tangan termasuk Krist dan Singto, Singto hanya mencoba bersikap profesional saat ini.
Sejak tadi Singto di sibukkan dengan banyak pekerjaannya, ia melihat jam di ponselnya yang ternyata sudah menunjukan pukul 11:56, itu artinya Fiat sudah pulang. Singto tak mungkin meninggalkan pekerjaannya begitu saja, ia mengambil ponselnya menghubungi Namtan namun tak ada jawaban, hal itu membuat Singto mengirimkan pesan pada Namtan.
YOU ARE READING
Love Me Please
FanfictionKrist dan Singto menjalin hubungan selama 8 tahun lamanya. Namun, di dalam hubungan itu hanya ada cinta sepihak karna Krist tak pernah mencintai Singto. Karna cintanya yang semakin hari semakin besar terhadap Krist membuat Singto nekat melakukan ha...
