Part 9

1.6K 136 9
                                        

Singto melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 16:00, ia membereskan meja kerjanya, kemudian berjalan menuju ruangan Off.

"Fiat, ayo kita pulang." Ucap Singto.

Fiat membereskan mainannya dan memasukannya ke dalam paperbag kemudian berjalan menghampiri Singto. Krist tak menyangka Fiat akan sepintar itu, ia bahkan mengira Fiat akan merengek tidak mau pulang atau bahkan langsung beranjak tanpa membereskan mainannya dulu.

"Off, aku pulang dulu." Ucap Singto.

"Hmm..." Jawab Off seadanya.

Singto menggandeng tangan Fiat membawanya keluar dari ruangan Off, tiba-tiba air mata Krist menetes dengan sendirinya entah kenapa ia merasa tak rela melihat Fiat pergi.

"Daddy, ayo pulang..." Ucap Chimon.

"Daddy masih sibuk, apa kamu tak masalah pulang bersama om Krist?" Ucap Off.

"Krist, Gun memberitahu ku dia sudah di rumah sekarang. Tolong antar Ajun dan Chimon pulang." Ucap Off.

"Iya." Ucap Krist.

"Ayo kita pulang." Ucap Krist kepada Ajun dan Chimon.

"Off..." Ucap Krist sebelum ia beranjak dari tempatnya.

"Hmm...." Jawab Off seadanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari pekerjaannya.

"A-aku menyayangi Fiat." Ucap Krist.

"Bukankah kamu juga menyayangi Chimon dan Ajun?" Ucap Off.

"T-tapi.... Rasanya berbeda." Ucap Krist.

"Krist, segera pulang dan buat anak dengan Apple, kamu hanya terlalu menginginkan anak." Ucap Off.

"Apa anak ku dan Singto saat itu di gugurkannya?" Tanya Krist.

"Jelas saja, dia hamil hanya agar kamu mau menikahinya dan kamu tak menikahinya untuk apa dia mempertahankan anak itu, itu akan menjadi aib untuk dirinya sendiri Krist, lagipula Singto sendiri yang mengatakan jika mama Fiat sudah meninggal saat melahirkan Fiat, itu berarti Fiat lahir dari rahim wanita bukan rahim Singto."

Off mengalihkan pandangannya dari pekerjaannya, ia melihat Krist menangis.

"Kamu menangis?" Ucap Off.

"Aku merasa tak rela Fiat pergi." Ucap Krist.

"Krist, Chimon dan Ajun boleh kamu anggap seperti anak mu sendiri, tapi Fiat jangan, aku yakin Apple akan segera hamil, jangan pikirkan Fiat, itu anak Singto, apa kamu lupa kamu pernah membuatnya mengemis cinta mu dulu dan sekarang kamu malah ingin menganggap Fiat seperti anak mu juga, dimana rasa malu mu?" Ucap Off.

"Satu lagi, jika kamu menjemput Chimon dan Ajun, Fiat jangan kamu bawa juga, Singto seperti tak menyukai itu tadi."

"Bukankah usia Fiat baru sekitar 5 tahun? Kapan Singto menikah, jika Singto tidak menggugurkan anak kami, dia pasti sebesar Fiat, bukan?" Ucap Krist.

"Setelah satu bulan dia di Amerika dia langsung menghamili wanita." Jawab Off asal, setelahnya dia terdiam, benar juga tak mungkin sekali tembak langsung jadi, kan? Off menggelengkan kepalanya, ia tak mau ikut campur urusan Singto, jika memang benar Fiat anak Krist, Off tak ingin ikut campur.

"Sebaiknya kamu pulang sekarang, kasian Chimon dan Ajun pasti lelah. Istri mu juga pasti sedang menunggu mu di kamar dengan lingerie seksinya itu." Ucap Off.

Krist hanya menganggukan kepalanya kemudian ia beranjak dengan menggandeng tangan Chimon dan Ajun di sisi kiri dan kanannya.

Setelah mengantar Chimon dan Ajun pulang, Krist melajukan mobilnya membelah jalanan, bukan untuk pulang ke rumahnya melainkan untuk ke rumah orang tuanya, Krist hanya malas di rumah karna itu pasti akan sangat sepi, Apple mungkin masih berada di butiknya.

Krist masuk ke rumah orangtuanya, mencari mamanya di dapur.

"Kamu ke sini lagi, mama perhatikan kamu lebih sering ke rumah Krist." Ucap mama Krist saat melihat kedatangan anaknya.

"Aku hanya kesepian di rumah ku, ma." Ucap Krist.

"Dimana Apple?" Tanya mama Krist.

"Dia masih di butik." Ucap Krist.

"Apa dia sudah hamil?" Tanya mama Krist.

"Belum..." Lirih Krist.

"Aku bertemu anak kecil tadi, kulitnya putih, matanya sipit dia sangat mirip dengan ku." Ucap Krist.

"Chimon dan Ajun juga kamu bilang mirip dengan mu." Ucap mamanya.

"T-tapi itu anak pria yang pernah mengaku mengandung anak ku." Ucap Krist.

"Krist...." Ucap mama Krist.

"Iya ma, Fiat mirip dengan ku tapi dia anak Singto, apa mungkin Fiat anak ku? Singto tak mungkin menggugurkan kandungannya kan?" Ucap Krist.

Air mata mamanya mengalir begitu saja saat Krist mengucapkan itu, Krist memang sering mengatakan setiap anak kecil yang di lihatnya mirip dengan dirinya, Krist mengatakan jika itu petanda jika dirinya juga akan mempunyai anak sebentar lagi.

"Krist, sebaiknya kamu istirahat." Ucap mamanya.

"Tidak, aku akan pulang ma, mungkin Apple sudah di rumah atau bisa saja Apple menyiapkan kejutan untuk ku." Ucap Krist.

Krist langsung pergi dari dapur, berjalan ke depan. Ia mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumahnya.

Benar saja, mobil Apple sudah terparkir di depan rumah mereka, Krist langsung keluar dari mobilnya dan masuk ke rumahnya, ia mencari Apple ke kamar mereka.

"Apple." Ucap Krist

"Dari mana kamu, Krist?" Tanya Apple.

"Tadi siang aku menjemput Chimon dan Ajun, setelah itu ke rumah mama." Ucap Krist.

"Kamu selalu menjemput Chimon dan Ajun." Ucap Apple.

"Aku bahkan ingin setiap hari menjemput mereka. Aapa kamu punya kabar bahagia untuk ku?" Ucap Krist penuh harap.

"Aku belum hamil." Ucap Apple yang paham dengan maksud Krist.

"Apa perlu kita periksa ke dokter?" Ucap Krist.

"Tak perlu, kita hanya belum di beri kepercayaan untuk memiliki anak." Ucap Apple.

Krist menganggukkan kepalanya kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat Krist keluar dari kamar mandi, ia melihat Apple sudah cantik.

"Ayo berkencan, sudah lama kita tak berkencan." Ucap Apple.

Krist menganggukan kepalanya dan memakai pakaiannya.


****
Krist dan Apple pergi ke restoran untuk makan malam bersama.

"Om Krist..." Terdengar suara cempreng anak kecil memanggilnya membuat Krist mencari sumber suara itu.

Krist melihat Fiat tengah makan malam bersama Singto.

Krist melambaikan tangannya ke arah Fiat, membalas sapaan Fiat kemudian ia dan Apple mencari tempat duduk untuk mereka.

"Sejak kapan kamu mengenalnya?" Tanya Apple.

"Aku baru mengenalnya tadi siang saat menjemput Chimon dan Ajun."

"Krist, sebaiknya kamu jangan menjemput Chimon dan Ajun lagi." Ucap Apple.

"Kenapa? Mereka anak teman ku." Ucap Krist.

"Anak teman mu, bukan anak mu!" Ucap Apple.

"Apple..."

"Aku tak suka itu! Jika kamu tidak mempunyai pekerjaan sebaiknya temui aku di butik dari pada menjemput anak Off dan Tay!" Ucap Apple

"Baiklah." Ucap Krist mengalah, ia hanya tak mau bertengkar dengan Apple.

Alasan Apple melarang Krist menjemput Chimon dan Ajun karna ia tak mau Krist bertemu dengan anak Singto, entah kenapa ia merasa jika anak Singto itu anak Krist juga mengingat dulu Singto pernah mengaku hamil dengan Krist, Apple akan menyelidikinya sendiri nanti.




















Tbc.

Love Me PleaseWhere stories live. Discover now