Keesokan harinya, saat Singto terbangun dari tidurnya di lihatnya Krist masih terlelap di kursi samping ranjangnya, ia menatap ke ranjang sebelah, ia melihat Fiat dan Muffin juga masih tidur.
Singto menggerakkan tangannya melepas pegangan tangan Krist sehingga membuat Krist terbangun dari tidurnya.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Krist.
"Aku sudah baik-baik saja, Krist."
Selang beberapa menit seorang dokter masuk ke ruangan Singto di rawat, ia memeriksa keadaan Singto, dan juga memperbolehkan Singto untuk pulang hari ini.
"Maafkan aku, seharusnya aku tak membawa mu semalam." Ucap Krist setelah dokter keluar dari sana.
"Jika kamu tak membawa ku, kamu akan berakhir di ranjang bersama mereka semalam." Ucap Singto.
"Beruntung anak ku baik-baik saja." Ucap Krist sembari mengusap perut Singto.
"Aku tak suka dengan rekan bisnis mu."
"Aku juga sudah memutuskan kerja sama dengan mereka."
"Baguslah." Ucap Singto sembari beranjak dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi, sedangkan Krist membangunkan anak mereka.
"Apa kamu sudah benar baik-baik saja?" Ucap Krist memastikan sekali lagi.
"Iya, aku hanya kelelahan karna kamu bermain terlalu kasar semalam." Ucap Singto.
Mereka berjalan di koridor rumah sakit dengan Singto yang menggandeng Fiat dan Krist menggandeng tangan Muffin, mereka tak langsung pulang ke hotel, Krist mengajak suami dan anak-anaknya untuk jalan-jalan lebih dulu.
Mereka pergi ke tempat bermain di sebuah mall menghabiskan waktu di sana, bercanda sembari bermain bersama, Krist merasa bahagia bisa menghabiskan waktunya bersama keluarganya seharian ini, dia juga bisa lebih dekat dengan Fiat dan Muffin. Hampir semua permainan yang ada di sana mereka mainkan hingga waktunya pulang Fiat dan Muffin membawa banyak hadiah, karna Krist selalu menang jika memainkan sesuatu.
"Daddy hebat." Ucap Muffin sembari memeluk boneka besar yang di dapat oleh daddynya tadi.
Saat ini Krist tengah mengemudikan mobilnya untuk pulang ke hotel, Singto melihat dua anaknya di belakang senyum keduanya benar-benar cerah seperti sangat bahagia.
Tiba di hotel, mereka berempat keluar dari mobil dan Krist memberikan kunci mobilnya pada satpam agar memarkirkan mobilnya.
"Apa kalian tak lapar?" Tanya Krist pada dua anaknya, mengingat jika mereka belum makan malam.
"Aku sudah kenyang, dad. Aku lelah ingin tidur." Ucap Muffin.
"Aku juga ingin tidur, om." Ucap Fiat.
"Baiklah." Ucap Krist.
Setelah merebahkan tubuh mereka di kasur Fiat dan Muffin langsung tidur sedangkan Krist dan Singto mandi bersama, setelahnya baru menyusul dua anaknya ke alam mimpi.
****
Tak terasa sudah satu minggu mereka di Korea dan hari ini mereka akan pulang, Krist dan Singto ke pusat perbelanjaan lebih dulu sebelum pulang membeli beberapa oleh-oleh untuk mertua dan teman-teman mereka, begitu juga untuk teman-teman Muffin dan Pluto di sekolah.
"Uang daddy sepertinya tak pernah habis." Ucap Muffin sembari mengikuti kedua orang tuanya yang tengah berbelanja.
"Itu sebabnya daddy bekerja siang dan malam sayang, agar kita tak kekurangan uang." Ucap Krist.
"Kamu hanya bekerja siang, Krist." Koreksi Singto.
"Jika malam pekerjaannya lain, sayang." Ucap Krist sembari mengedipkan sebelah matanya.
YOU ARE READING
Love Me Please
FanfictionKrist dan Singto menjalin hubungan selama 8 tahun lamanya. Namun, di dalam hubungan itu hanya ada cinta sepihak karna Krist tak pernah mencintai Singto. Karna cintanya yang semakin hari semakin besar terhadap Krist membuat Singto nekat melakukan ha...
