Hari ini Krist mengantar Fiat ke sekolah barunya. Iya... Sekolah baru Fiat, bukan berarti Fiat pindah sekolah lagi, tidak, hanya saja ini hari pertama Fiat masuk sekolah dasar. kali ini Fiat tak satu sekolah dengan Chimon dan Ajun karna papa mereka memiliki sekolah impian masing-masing, begitu juga dengan Krist, ia memasukan Fiat ke sekolah terbaik dan tentunya hanya anak-anak orang kaya saja yang sekolah di situ.
Krist menemani Fiat sepanjang hari, karna di hari pertama sekolah semua orang tua murid memang menemani anak mereka. Krist melihat Fiat berkenalan dengan guru dan teman-teman sekelasnya, ia begitu bangga pada Fiat sekarang. Hanya saja Fiat masih belum memanggilnya daddy, entah sampai kapan, Fiat juga masih sering mengabaikan dirinya.
Pukul 09:00 Fiat sudah pulang, Krist menghentikan mobilnya di depan sebuah supermarket.
"Daddy ingin membeli susu untuk adik mu dulu." Ucap Krist.
Ya, Singto sudah melahirkan dua bulan yang lalu, itu sebabnya Singto tak bisa menemani Fiat di hari pertamanya sekolah.
Krist mengambil keranjang belanja kemudian mengambil beberapa susu dan pampers, Fiat sedari tadi hanya mengikut tanpa mengambil apapun.
"Apa kamu ingin sesuatu?" Tanya Krist.
"Tidak." Jawab Fiat singkat.
"Bagaimana dengan es krim?"
"Tidak."
"Baiklah." Ucap Krist, ia berjalan mencari keperluan anak bayinya dan juga mengambil beberapa mainan untuk Fiat meskipun Fiat sempat menolak tapi Krist tetap mengambil mainan tersebut, ia juga mengambil banyak cemilan untuk Fiat di rumah nanti.
Setelah belanja keduanya memutuskan untuk pulang, Fiat langsung masuk ke kamarnya sedangkan Krist juga berjalan menuju kamarnya mencari anak dan suaminya, di lihatnya keduanya tengah tertidur pulas. Karna tak ingin mengganggu, Krist memutuskan untuk keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar Fiat, saat ia membuka pintu kamar di lihatnya Fiat tengah duduk termenung di depan meja belajarnya, bukan hanya sekali Krist melihat Fiat seperti itu tapi sering, disaat Krist bertanya Fiat selalu mengatakan tidak apa-apa.
"Fiat." Ucap Krist menyadarkan Fiat dari lamunannya.
"Iya, om?"
"Kamu kenapa?"
"Tidak."
"Apa ada yang bisa daddy bantu?"
"Tidak ada."
"Bicara pada daddy, katakan semuanya agar daddy mengerti maksud mu, jika kamu selalu mengatakan tidak daddy tak akan mengerti apa mau mu."
"Aku di beri tugas tadi sama bu guru dan aku tak mengerti."
Krist melihat buku tugas Fiat dan menjelaskan cara mengerjakannya. Hampir 2 jam berlalu, akhirnya mereka selesai mengerjakan tugas tersebut.
"Ayo makan siang bersama." Ucap Krist.
"Aku ingin menunggu papa."
"Papa mungkin masih tidur sekarang."
Fiat hanya mengangguk dan berjalan keluar kamar di ikuti oleh Krist dari belakang. Krist menyiapkan makanan yang sudah di belinya tadi dan memasukannya ke dalam piring, ia juga mengambilkan Fiat nasi, keduanya makan dalam diam. Hanya beberapa suapan, Fiat meletakan sendoknya lagi.
"Kenapa, sayang?" Ucap Krist.
"Aku kenyang." Ucap Fiat sembari beranjak dari duduknya dan berjalan pergi dari sana.
Krist menghabiskan makanannya lebih dulu kemudian menyusul Fiat ke kamarnya, di lihatnya Fiat tengah menangis di ranjang. Krist duduk di tepi ranjang dan mengusap lembut rambut Fiat.
YOU ARE READING
Love Me Please
FanfictionKrist dan Singto menjalin hubungan selama 8 tahun lamanya. Namun, di dalam hubungan itu hanya ada cinta sepihak karna Krist tak pernah mencintai Singto. Karna cintanya yang semakin hari semakin besar terhadap Krist membuat Singto nekat melakukan ha...
