Sinar matahari mulai memasuki celah jendela kamar dan membangunkan seorang pria manis dari tidurnya, Singto terbangun dengan posisi dirinya yang masih memeluk Fiat, dia memegang kepalanya yang terasa pusing dan kejadian kemarin tiba-tiba muncul dalam ingatannya.
*Deg... Tangan Singto reflek menyentuh perutnya sendiri, air mata kembali menetes membasahi pipinya, bagaimana bisa dia membiarkan satu anak tak berdosa hadir lagi ke dunia ini, Fiat sudah cukup menderita akibat ulahnya, tapi sekarang dengan bodohnya dia menghadirkan satu malaikat kecil lagi.
"Papa..." Ucap Fiat saat melihat Singto sudah bangun.
"Papa menangis?" Tanya Fiat.
"Pa..." Ucap Fiat sembari memegang tangan Singto sehingga membuat Singto reflek melihat ke arah Fiat.
"M-maafkan papa." Ucap Singto sembari menghapus air matanya, dia hanya tak mau Fiat melihat dirinya menangis.
"Papa kenapa?" Tanya Fiat.
"T-tidak.... Apa Fiat tak sekolah?" Ucap Singto.
"Ini hari minggu." Ucap Fiat.
"Hahh... M-maaf... Papa lupa." ucap Singto sembari memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Papa sudah berjanji akan membawa ku menjenguk om Krist hari ini." Ucap Fiat.
Singto terkejut mendengar Fiat menyebut nama Krist, jantungnya berdetak kencang, tubuhnya bergetar hebat, ia merasa sangat ketakutan sekarang.
"T-tidak!" Ucap Singto cepat.
"B-baiklah." Lirih Fiat.
Fiat mengerti dengan perubahan papanya, itu sebabnya ia tak mau memaksa papanya untuk kerumah sakit.
Sedangkan di tempat lain, Off baru saja memasuki ruangan Krist di rawat, dia hanya datang sendiri kali ini, karna Tay mempunyai pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan.
"Krist... Kapan kamu sadar? Apa kamu tahu, akibat ulahmu Singto hamil lagi sekarang! Kamu harus bangun dan bertanggung jawab, sepertinya dia trauma berat saat mengetahui kabar itu, aku hanya takut dia akan melakukan sesuatu yang dapat melukai dia dan kandungannya." Ucap Off.
****
*Ting... Tong....!
Bel rumah berbunyi, mendengar itu Fiat beranjak dari ranjang dan berjalan ke depan, ini bahkan sudah jam 1 siang namun dia belum memakan apapun karna Singto tak memasak dan hanya berdiam diri di dalam kamarnya.
*Ceklek.... Fiat membuka pintu, dia melihat ada Chimon dan papanya didepan.
"Om Gun..." Ucap Fiat.
"Apa kamu sudah makan?" Tanya Gun.
"Belum om... Papa tidak memasak hari ini." Ucap Fiat dengan nada rendah.
Gun sudah menebak itu akan terjadi, itu sebabnya ia menghampiri Fiat kerumahnya, Gun sudah mendengar semuanya dari Off semalam.
"Om ada membawakan kamu makanan, ayo masuk." Ucap Gun.
Gun dan Chimon masuk ke dalam dan berjalan menuju dapur, Gun mempersiapkan makanan ke dalam piring, lalu memberikannya kepada Fiat dan Chimon.
"Chi... Papa melihat om Singto di kamarnya dulu, kalian tunggu disini, makan dengan benar, jangan bercanda." Ucap Gun.
"Iya, pa." Jawab Chimon.
Gun beranjak dari meja makan dengan membawa nampan berisi makanan dan juga minuman, ia berjalan menuju kamar Singto.
*Ceklek... Pintu kamar terbuka, Singto bahkan tak menghiraukan suara itu, ia masih terdiam dalam lamunanannya.
YOU ARE READING
Love Me Please
FanfictionKrist dan Singto menjalin hubungan selama 8 tahun lamanya. Namun, di dalam hubungan itu hanya ada cinta sepihak karna Krist tak pernah mencintai Singto. Karna cintanya yang semakin hari semakin besar terhadap Krist membuat Singto nekat melakukan ha...
