Part 20

2K 136 17
                                        

Setelah lama bergelut dengan pikirannya sendiri, Krist memutuskan untuk pergi menemui Singto, hampir 30 menit perjalananan akhirnya ia tiba di depan rumah Singto, saat Krist masuk pintu depan tak terkunci sama sekali, dia melihat rumah sedikit berantakan dan juga berdebu mungkin sudah lama tak di bersihkan.

*Ceklekk.... Pintu kamar di buka, Krist melihat Singto tengah duduk di kasurnya dengan menghadap ke arah jendela, Singto sepertinya tak menghiraukan suara pintu yang terbuka tadi.

"Sing..." Ucap Krist.

Krist ikut duduk di ranjang dan memegang bahu Singto membuat Singto tersadar akan kedatangan Krist, Singto terkejut melihat keberadaan Krist, tubuhnya kembali bergetar hebat, Singto sepertinya sangat takut pada Krist.

"Hei... Kamu kenapa?" Ucap Krist.

"P-pergi, Krist!" Ucap Singto.

"Bagaimana kabar mu?" Tanya Krist.

"A-aku... A-aku baik-baik saja." Ucap Singto dengan suara yang bergetar.

Krist membawa Singto kedalam pelukannya, berusaha untuk menenangkan Singto.

"Maafkan aku, aku tak akan menyakitimu, aku juga tak akan membiarkan mu pergi lagi, ayo kita besarkan anak kita bersama." Ucap Krist.

"K-krist." Lirih Singto sambil menatap wajah Krist.

"Aku bahagia Sing, akhirnya aku bisa merasakan mengasuh anak ku dari dia lahir nanti." Ucap Krist.

"K-kamu tak marah?" Tanya Singto.

"Tidak, kenapa aku harus marah?" Ucap Krist sembari mengusap pipi Singto dengan lembut.

"Terima kasih." Ucap Krist.

Ia kembali membawa Singto masuk ke dalam pelukannya begitu juga dengan Singto yang membalas pelukan hangat Krist.

"Apa kamu sudah makan?" Tanya Krist.

"Belum."

"Ayo makan bersama." Ajak Krist.

Krist memegang tangan Singto mengajaknya ke arah dapur.

"Biar ku lihat apa yang ada disini." Gumam Krist sembari membuka kulkas, ada beberapa telur dan sayur yang masih segar, Krist mengeluarkan semuanya dan memulai kegiatan memasaknya sedangkan Singto duduk di kursi meja makan sembari memperhatikan Krist yang tengah berkutat dengan bahan masakan.

Krist memang bisa masak, namun Singto masih belum pernah merasakan masakan Krist, karna Krist tak pernah mau memasak untuknya dulu.

"Sing..." Ucap Krist, membuat Singto tersadar dari lamunannya.

"Hah."

"Kamu kenapa?"

"T-tidak..."

"Makanannya sudah siap." Ucap Krist.

Singto melihat meja makan, ada sepiring nasi goreng disana.

"Kenapa hanya ada satu?"

"Agar romantis." Ucap Krist sambil tersenyum.

Krist menyendokan nasi goreng dan menyuapkannya ke Singto, mereka makan bersama dalam satu piring berdua.

"Ayo mandi." Ajak Krist setelah ia selesai membereskan dapur bekas dirinya memasak tadi.

"Aku tahu kamu tak pernah mandi, kan?"

"Kamu jelek, dan bau."

"Jika kamu tak mandi, bisa saja aku tak menyukaimu lagi nanti." Ucap Krist.

"Setelah mandi kita pergi."

Krist menarik tangan Singto membawanya kembali ke kamar sedangkan Singto hanya mengikuti Krist. Krist menyiapkan air di dalam bathub dengan busa yang melimpah sedangkan Singto hanya diam melihat itu.

Love Me PleaseWhere stories live. Discover now