Krist dan Singto menjalin hubungan selama 8 tahun lamanya. Namun, di dalam hubungan itu hanya ada cinta sepihak karna Krist tak pernah mencintai Singto.
Karna cintanya yang semakin hari semakin besar terhadap Krist membuat Singto nekat melakukan ha...
Singto tak menyangka kepergiannya akan memakan waktu dua bulan, dia malah berpikir hanya akan satu bulan.
Singto menarik kopernya mencari taxi yang ada di sekitar bandara. Di dalam taxi Singto menghidupkan ponselnya, memang selama di luar negri ia tak mengaktifkan ponselnya sama sekali, ia melihat hanya ada beberapa panggilan video tak terjawab dari Krist. Singto mengirimkan pesan kepada Krist, mengatakan jika dia sudah pulang.
*** Malam telah tiba, Singto baru saja selesai mandi, ia mendengar suara bell rumahnya berbunyi.
Singto berjalan ke depan untuk membuka pintu, ia melihat Krist berdiri di hadapannya sekarang.
"Ayo masuk." Ucap Singto.
Krist berjalan masuk ke dalam rumah Singto.
"Apa kamu sudah makan, Krist?" Tanya Singto.
"Belum." Ucap Krist.
"Kamu ingin makan apa dulu?" Ucap Singto, karna ia tahu tujuan Krist ke rumahnya pasti ingin memakan dirinya.
"Aku ingin memakan mu." Ucap Krist.
Seperkian detik kemudian bibir mereka sudah bertemu, keduanya saling melumat penuh nafsu, Krist membawa Singto ke sofa dan menindih tubuh Singto disana.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Krist mulai melepas satu-persatu kancing kemeja yang Singto kenakan, keduanya semakin tak terkontrol, Singto mulai mendesah nikmat.
Krist menelusuri setiap lekuk tubuh indah Singto tanpa ada yang terlewat sedikitpun, tiba di perut Singto, Krist menghentikan kegiatannya.
"Ini bekas apa?" Tanya Krist, saat melihat ada seperti bekas jahitan di perutnya.
Tanpa pikir panjang Krist kembali melanjutkan permainannya, beruntung Krist tak bertanya lebih banyak lagi sekarang. Krist membuka lebar paha Singto dan menyambar lubangnya, jarinya juga ikut bekerja di bawah sana mempersiapkan lubang Singto, tubuh Singto mulai menggelinjang menikmati servis dari lidah dan jari Krist.
Setelah di rasa cukup Krist mengukung tubuh Singto dan bersiap memasuki Singto.
*Jleb.... Penis Krist tenggelam sempurna di lubang Singto, Krist mulai menggerakan pinggulnya maju mundur dan Singto mencengkram erat bahu putih Krist, desahan dan geraman mulai beradu menjadi satu.
*Plok... Plok... Plokk... Bunyi benturan kulit mereka, Krist semakin bersemangat menggenjot lubang Singto apa lagi saat mendengar desahan Singto yang semakin merdu, setelah puas di posisi itu Krist duduk di sofa dan Singto berada di pangkuannya Singto bergerak sendiri naik turun dengan tangannya yang bertumpu di bahu Krist sedangkan Krist menghisap dan menjilat puting Singto.