Setelah tertangkap, Kina dan para anak buahnya di tahan. Anak buahnya mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.
Sedangkan Kina
Mendapat hukuman Mati.
Kina akan mendapat hukuman itu esok hari.
Nadhira gelisah, dia merasa tidak tega.
"Mama?" Jungwon menepuknya pundaknya perlahan, Nadhira terdiam duduk di sofa tidur.
"Iya?" Sahutnya.
"Tidur maa, mama belum tidur sama sekali loh"
Nadhira melihat seisi ruangan, yang lain pada tertidur, Ethan dan teman teman tidur lesehan menggunakan karpet yang dibawa Jennie sore tadi.
Kai tidur di kursi, Jennie, Wonyoung dan Karin tidur di sofa tidur warna merah di pojok sana.
Minjae, Ni-ki, Sunoo dan Jaeyun pun tertidur di sofa tidur berwarna abu abu. Orangtua Hyunseok tidur di sofa biasa.
"Nanti aja, kamu tidur sana"
"Jungwon abis minum kopi tadi, ngantuk nya hilang"
"Kenapa minum kopi?"
"Tadi abis ngobrol sama papa di atas, maa"
Nadhira hanya tersenyum mendengarnya, tangannya bergerak mengusap rambut Jungwon, "Anak mama udah gede ya"
"Iya dong, Anak mama sama papa gitu loh"
"Hahaha, yasudah, mama tidur duluan ya, Jungwon jangan tidur kepagian, sini tiduran di samping mama aja"
Melihat nadhira yang sudah merebahkan tubuhnya, Jungwon pun ikut merebahkan dirinya di samping Nadhira, tangannya memeluk erat sang mama, dan nadhira pun mengusap kepala Jungwon tidak henti.
Sampai akhirnya, malah Jungwon yang terlelap duluan, "Dasar, gaya mu minum kopi nak" Nadhira terkekeh kecil lalu mengecup singkat kening anaknya, matanya melirik ke ranjang Hyunseok.
"Aku mau kamu besok udah bangun ya" Lalu, matanya melirii jendela yang menampilkan langit malam, penuh bintang nan cantik, "Sunghoon, Heeseung, aku sayang kalian, aku mau tidur ya, capek hehe, bye"
Setelah itu Nadhira berdoa' terlebih dahulu lalu memejamkan matanya perlahan dan tertidur.
•
•
play song : 365 - by Tiara Andini.
Di atas tadi, nama Jay tidak di sebutkan, kemana dia?
Jay pergi ke atap rumah sakit, duduk diam di pinggir gedung rumah sakit, memandangi kota Seoul di malam hari itu.
Apabila boleh jujur, Jay sekarang rapuh, hatinya hancur, lunglai, rasanya ingin melompatkan diri dari posisi sekarang, itu yang sedari tadi Jay pikirkan.
Di tinggal pergi untuk selamanya oleh dua sahabat kecil, teman seperjuangan bahkan sumber kebahagiaan juga, rasanya lebih sakit di banding dengan hal lainnya.
"Tuhan gak adil.." Lirihnya dengan air mata yang sudah siap untuk jatuh lagi.
"Tuhan ngambil kalian berdua doang, kenapa gue enggak?"
"Tuhan ngerampas kebahagiaan lagi, Tuhan ngerampas rumah gue lagi"
Kepalanya tertunduk, menumpahkan semua air matanya, isakan isakan kuat mulai terdengar, Jay menangis sekuat mungkin, hatinya bagaikan tergores ribuan kaca.
Pikiran nya mulai mengulang suara suara kedua temannya, Memori memori mulai bermunculan
Hingga ucapan Heeseung yang menurut Jay akan terus tersimpan di pikiran nya pun muncul,
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistake and Love / END
Teen FictionLearn from a mistake that has happened. Make mistakes a lesson for urself, because u also have to be able to control urself so u don't keep making mistakes ❝Gue bakal selalu jadi papa yang baik buat anak anak, gue mau liat anak anak bahagia sama pil...
