Perth berjalan mondar-mandir di depan ruang bersalin, sesekali mengerutu karena di larang untuk masuk ke dalam.
" Perth, duduklah...kau membuat mami pusing melihat mu." cetus Mona.
" Tidak bisa mi, aku khawatir..." sahut Perth, yg masih saja terus mondar mandir.
" Tenanglah nak, papi yakin Saint dan bayi nya akan baik-baik saja." timpal Jack.
" Ck papi... kalau bicara memang mudah, tapi papi tidak tau betapa sulitnya melahirkan..." decak Mona, membuat Jack langsung terdiam dan memilih untuk tak membalas ucapan istrinya.
" Lama sekali sih..." gumam Perth, mengerutu untuk yg kesekian kalinya.
" Duduklah Perth..." ucap Jack pelan, Perth mengangguk dan menghampiri kedua orang tuanya untuk duduk.
Belum lagi bokongnya mendarat di kursi, tiba-tiba...
Oe oe oe...
" Saint !" Perth urung duduk, kembali ke depan ruang bersalin dan menempelkan telinganya di daun pintu.
Oe oe oe
Kembali suara tangisan bayi itu terdengar lagi, membuat Perth tersenyum lebar saking bahagia nya.
" Sayang, cucu kita..." girang Jack, dan langsung memeluk istrinya.
" Syukurlah Saint telah melahirkan hiks hiks...cucu kita sayang..." Mona pun terisak pelan, di dalam pelukan suaminya.
" Pi, mi...Saint sudah melahirkan..."
" Selamat Perth, kau sudah menjadi seorang ayah..." ucap Jack, dan memberikan satu pelukan kepada Perth.
" Terima kasih pi..." ucap Perth, dalam pelukan papi nya.
Kemudian pintu ruang bersalin pun terbuka, keluarlah seorang dokter bersama seorang suster.
" Dok, bagaimana istri dan anak ku ?" tanya Perth dengan tak sabaran.
" Persalinan nya berjalan lancar, ibu nya baik-baik saja dan bayinya lahir selamat dan normal...selamat tuan putra anda sangat tampan..." ucap dokter.
" Terima kasih dokter..." girang Perth.
" Apa Saint sudah bisa di jenguk dok ?" tanya Jack.
" Untuk sementara biarkan dia istirahat dulu, setengah jam lagi kami akan memindahkan nya ke ruang rawat..."
" Lalu bayi nya ?" kali ini Mona yg bertanya.
" Bayi nya sedang di bersihkan, nanti perawat akan mengantarkan ke kamar." Mona pun mengangguk tanda mengerti, setelah itu dokter pun kembali masuk ke dalam.
Setengah jam kemudian Saint di pindahkan ke kamar rawat nya, begitu juga dengan bayinya.
Cupp
" Terima kasih sayang..." ucap Perth lembut, setelah mengecup kening Saint.
Saint tersenyum manis, seraya menatap wajah suaminya.
" Lihat nak...bayi kalian mirip sekali dengan ku..." girang Jack, membuat Mona mengroll eyes saat mendengar ucapan suaminya.
" Yang ada itu mirip dengan ku pi..." cicit Perth, yg tak setuju jika baby di bilang mirip papi nya.
" Phi...sudahlah, wajah phi Perth dan papi kan memang mirip...jadi baby mirip papi dan juga phi Perth..." cetus Saint, mencoba menahan perdebatan yg akan terjadi antara suami dan papi nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FORBIDDEN LOVE ( END )
FanfictionBuat yg save cerita gw di perpus, jangan lupa follow akun gw. Cerita ttg PS, kali ini straight Di jamin kalian akan baper... Buat bocil atau pun homophobic di larang mampir, terlebih lagi buat tukang copas...di larang mendekat
