11

284 36 0
                                        

Akhirnya beberapa saat kemudian, orang tua marcel datang ke taman
"Yaampun sayang, maaf bunda lalai" ucap bunda marcel saat melihat marcel sedang tidur dengan nyaman di gendongan ace
"Ngga papa bu, untungnya tadi marcel nyamperin kami jadi dia ga sendirian disini" ucap naren dan di angguki oleh ace
"Terima kasih banyak nak udah jagain anak saya" balas bunda marcel
"Iya bu sama-sama, kami juga senang kok bisa nemenin marcel" kali ini ace yang menjawab

•••

Marcel sudah pulang bersama bunda nya dan mereka juga pulang ke apartement ace
"Selamat malam nona ace" sapa penjaga lift
"Malam juga pak, saya naik dulu ya pak" balas ace
"Silahkan nona, tuan" ace dan naren mengangguk lalu masuk ke lift

Saat di dalam lift, semuanya hening. entahlah sejak beberapa hari yang lalu setelah mereka berdua bertengkar, ace lebih jarang berbicara kepada naren
"Ace" panggil naren
"Ada apa?"
"Kak ashley ada di apartement?" ace mengedikkan bahu nya
"Entahlah, mungkin ada" jawab ace seadanya

Mereka sudah di depan pintu apartement, saat ace sedang memasukkan pin. tiba-tiba pintu sudah terbuka
"Eh naren? mau nginep ya?" tanya ashley saat membuka pintu
"Iyaa kak, bolehkan?" balas naren
Ashley terkekeh mendengar ucapan naren "Boleh dong, kenapa ngga?"
Naren tersenyum malu "Ini kami ga dibolehin masuk?" sahut ace

"Oh iya astaga" ashley sedikit menyingkir agar ace dan naren masuk
"Gue kira lo masih di kantor kak" ucap ace
"Ngga, tapi nanti gue mau dinner sama client di luar" ace ber oh saja, ia tidak peduli
"Naren, gue mau ganti baju. lo nunggu dulu disini" ucap ace lagi dan masuk ke kamar nya

Ashley yang memperhatikan mereka langsung mengerti
"Lagi marahan ya?" tanya ashley
naren menunduk lalu mengangguk
"Iya kak" naren tampak sedih karna ace menjadi sedikit lebih cuek dari setelah mereka bertengkar
ashley mengusap punggung naren "gapapa, nanti baik lagi kok. tenang aja" ucap ashley
naren hanya mengangguk

Ace sudah selesai mandi dan ganti baju, ia pun menuju ruang tv
"Udah mau pergi?" tanya ace
"Iya nih, gue pergi dulu ya" pamit ashley lalu menuju pintu
"Hati-hati di jalan" balas ace lalu menutup pintu dan mengunci nya

"Kak ashley udah pergi?" tanya naren yang juga baru selesai mandi
"Iya barusan" jawab ace lalu duduk di sofa
"Sini gue bantu keringin rambut lo" ace mengambil handuk kecil yang ada di kepala naren
Naren pun menuruti perkataan ace dan duduk di depan ace

Ace mulai mengusap rambut naren dengan handuk kecil di tangan nya dengan lembut
"Lo mau makan apa malam ini?" tanya ace
"Emm ayam?" balas naren
"Oke"
"Ace.. anu"
"Apa?" tanya ace lagi yang sedang memesan makanan
Naren membalikkan badan nya lalu memeluknya dengan erat

Saking erat nya, mereka bisa merasakan detak jantung mereka satu sama lain
"Maafin naren" ucapnya menahan tangis
Ace tidak membalas apapun, ia membiarkan naren menangis
"Maaf..hiks..jangan kayak gini.." ujar naren lagi
air matanya terus mengalir di pipi nya

Setelah beberapa menit naren menangis, akhirnya ace pun luluh dan kembali memeluk naren
"Sstt.. udah jangan nangis lagi" ace menghapus air mata naren dan mengecup pipi nya
"Iyaa aku maafin, jangan di ulangi lagi ok? kamu harus percaya sama aku. kita bicarain baik-baik, jangan kayak kemarin lagi" ujar ace panjang
Naren mengangguk dengan cepat "Naren..hiks.. janji ngga kayak kemarin lagi..hiks"

Ace tersenyum dan mengelus rambut naren
"Pacarku yang pintar, gemesin, cantik pula" puji ace memperhatikan wajah naren yang memerah
"Aku ngga cantik tapi ganteng" protes naren seperti biasa
Ace hanya terkekeh mendengar protes naren, ia memandangi wajah naren yang tampan seperti pahatan patung itu. begitu indah ciptaan tuhan satu ini

Lama saling memperhatikan satu sama lain, ace pun mulai mendekatkan bibirnya kearah bibir naren. terpaan nafas mereka saling beradu, naren mulai menutup matanya karna tidak kuat di tatap dalam oleh ace

Ace mencium naren tepat di bibirnya, ia memeluk pinggang naren dengan erat seperti tidak ingin melepaskannya. semakin lama mereka berciuman, maka semakin berani ace melumat bibir naren.
"Mmhh a-ace" naren menepuk bahu ace karna ia mendengar suara bel pintu berbunyi
Acara mesra mereka pun ditutup secara paksa karna makanan yang mereka pesan sudah datang

••••

Terima kasih sudah membaca! jangan lupa vote dan comment ya

Terima kasih sudah membaca! jangan lupa vote dan comment ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Limerence | NJMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang