26 ⚠️

979 66 7
                                        

Bantu koreksi typo ya 💕

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bantu koreksi typo ya 💕


Yang nggak sanggup bacanya skip,-skip aja nggak apa-apa. Beberapa scene agak membuat tidak nyaman.

Terimakasih 💕






#





Dunia itu lucu. Kadang ia menahan manusia begtu kuatnya agar tetap di bumi, kadang ia hancurkan manusia sekali tepukan tanpa ampun!

Menyiksa! Membunuh tanpa menyentuh.



Malam begitu riuh, semua orang dirumah sakit hilir mudik bersama bsuara derap langkah kaki terburu-buru. Soonyoung, anak tersebut duduk melantai di depan ruang IGD, nafasnya tersendat-sendat bersama tangan gemetar coba merapalkan doa. Kedua tangan berlumuran darahnya terangkat, menakutkan! Darah kakak tumpah ruah disana...


Pikirannya belum jernih, semua terjadi secara tiba-tiba dan belum dapat dicerna oleh otaknya. Sama! Sama seperti bagaimana ia ditarik keluar dari toko kue, api berkobar lalu diakhiri dengan menatap mayat mamaw dan adiknya hitam, tak utuh, dan menyakitkan! Lalu mengapa ia harus merasakannya kembali? Bahkan luka pak Raden belum hilang dari hatinya.


Ia tak tahu mengapa kembali pada luka yang sama...



Lamat-lamat pintu terbuka, bersama langkah kaki papa yang tergopoh-gopoh mendekat. Wajahnya memerah dengan air maleleh. Pasti! Pasti hati papa begitu hancur kala kebanggaannya diambang maut.

Soonyoung lantas berdiri menyambut papa dan dokter berwajah pias yang keluar dari ruangan. Sebelum mengungkap kata dokter tersebut menghalau nafas begitu berat.


"Maaf—



Setelah kata tersebut semuanya berputar-putar buat kepala berdenyut menyakitkan, namun tak lebih sakit daripada hatinya yang diam-diam roboh tak berbentuk.

—kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun luka pada bagian kepala pasien cukup berat, dan mohon maaf kami tidak bisa menyelamatkannya" Jelas dokter tersebut. Tak lama papa menerobos masuk begitupun Soonyoung.

Ruangan itu dingin, sunyi, menyedihkan. Di atas brangkar terbujur kaku kakak. Sosok menawan yang berdiri diantaranya dan papa. Sosok yang mencoba mengasihi dua orang yang ia cintai sama besar meski kadang menyakiti yang lain. Sosok pelindung yang berjuta-juta kali ingin menyelamatkannya namun selalu tertolak. Dan kini Soonyoung terlambat.


Tak ada kata perpisahan, kakak pergi secara tiba-tiba, dari ada penuh tawa dan pelukan hangat lalu hilang bagaikan ditelan samudera. Tidak ada lagi senyum menawan kakak, tidak ada lagi pelukan hangatnya, tidak ada lagi impian kakak untuk hidup berdua bersama yang dapat Soonyoung kabulkan, karena apa? Karena sekali lagi Soonyoung membunuh orang yang mencintainya tanpa ampun.

Kakinya runtuh tak dapat menopang kala tangisan papa begitu nyaring terdengar sambil mendekap tubuh kaku tak bernyawa putra sulung kebanggaannya. Ia hendak ikut larut dalam dekapan kehilangan, namun papa hiraukan kehadirannya.




Macarons_ Svt✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang