Kisah si aneh, unik, dan enerjik Soonyoung yang jatuh cinta secara tiba-tiba pada si kakak tingkat yang dingin namun mampu menghangatkan hatinya yang kesepian.
SOONWOO
WONWOO
SOONYOUNG
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
"Tugas gue udah selesai kan? Jangan ganggu gue lagi!" Ia lekas berbalik dan berlari kearah motornya.
"Maafin gue Soonyoung, tapi, Lo emang pantes buat dapetin semua ini"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Baju kemeja putih bersih. Masih segar dalam ingatan sosok Soonyoung bagaimana semalam ia sengaja memilih kemeja putih pemberian Kak Seungcheol untuk ia gunakan dihari ulang tahunnya. Masih teringat jelas bagaimana ia menyetrika ditengah malam dan menyemprotkannya dengan parfum.
Masih... Dan semoga masih segar dalam ingatannya.
Namun, kini? Ia masih tak tahu berada dimana dan dengan siapa, kecuali deru suara mobil yang ia tumpangi melintas dijalan dan aroma rokok bersahut-sahutan. Semuanya abu-abu dibalik matanya yang masih tertutup.
Sekitar lima belas menit setelahnya mobil berhenti. Tubuhnya ditarik paksa lalu terdorong, basah, bau tanah, dan angin yang bertiup kencang.
Hup...
Hendak ia beranjak sebelum akhirnya ditarik duduk disebuah batang kayu yang tumbang "Kak Nu ini maksudnya apa?" Tanyanya namun hanya angin berhembus yang menjawabnya. Sunyi... Hanya deru nafas dan detak jantung yang berniat mengisi kekosongan.
Yang membawanya ini benar-benar kak Wonu kan? Sekian waktu sunyi buatnya merasa takut dan was-was entah untuk alasan apa.
"Kak? Ini nggak luc—
Kalimatnya belum selesai, namun surainya ditarik hingga ia mendongak, lalu sepasang tangan menahan tengkuknya, tangan lain juga menahan rahang. Bukan hal yang baik, itu makanya secara refleks ia berontak dari orang-orang yang mengungkungnya. Hal demikian buatnya cukup tau bahwa tak hanya ada satu orang disana, mungkin tiga? Atau lebih?
Dibalik mata tertutup kain hitam yang duduk diatas batang kayu tersebut ada sekitar tujuh orang disana, terkikik dalam diam pun dengan kamera ponsel menyala sebagai alat perekam.