Kisah si aneh, unik, dan enerjik Soonyoung yang jatuh cinta secara tiba-tiba pada si kakak tingkat yang dingin namun mampu menghangatkan hatinya yang kesepian.
SOONWOO
WONWOO
SOONYOUNG
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
. . .
Grep..
Sebuah tangan dingin dan sedikit basah melingkar diperut Soonyoung yang tengah sibuk mengaduk teh, Soonyoung lekas berbalik dan tatap lelaki di depannya.
"Malem sayang..." Lelaki yang lingkarkan tangannya tersebut kian tarik Soonyoung dalam dekapannya.
"Loh eh?? Kok matanya berkaca-kaca gini sih??" Ia usap mata Soonyoung yang mulai berair dan kembali tarik Soonyoung dalam dekapannya.
"Kakak cuma pergi dinas satu Minggu, kamu udah kangen sama kak Wonu-mu ini?" Usapan lembut pada puncak kepala Soonyoung terima buat tangisnya kian meledak tersedu-sedu.
Wonwoo, lelaki yang memeluknya. Lelaki yang kala Lino hembuskan nafas terakhir pun masih harus berjuang setelah operasi transplantasi hati, harus tidur panjang selama dua Minggu.
Masih tergambar jelas bagaimana Soonyoung setiap hari datang mengunjungi Wonwoo yang dokter nayatakan keadaannya belum stabil pasca operasi. Ia selalu datang sekedar mengobrol atau membasuh tubuh Wonwoo.
Pada Minggu ketiga, atau satu Minggu setelah Wonwoo sadar, semua tak lekas baik-baik saja. Lelaki tersebut tingkat stresnya cukup tinggi setelah mengetahui kematian Lino dan fakta operasinya. Wonwoo pun menarik diri dari semua orang pada awalnya, sama Wonwoo juga kehilangan arah kala tau adik kecil dan menyebalkanya benar-benar telah pergi. Pada pusara milik Lino pun ia masih tergugu nyaring sambil gumamkan maaf berkali-kali.
Pada tahun kedua, Wonwoo akhirnya melanjutkan pendidikannya kembali sedangkan Soonyoung memilih menyerah, traumanya benar-benar tak bisa terkendali hingga akhirnya Soonyoung bersama Jeonghan dan Rosa mendirikan sebuah cafe diatas bekas toko kue mama Soonyoung dibantu papanya.
Wonwoo pun mengetahui perihal kepergian Chris yang bak hilang ditelan bumi. Ia pun mengetahui perihal Jun dan Seungkwan, maka ia luangkan waktu setiap sebulan sekali berkunjung ke rutan ataupun rumah sakit jiwa. Kadang ia berkunjung karena perasaan yang mendorongnya untuk menertawakan dua orang tersebut.
"Baru seminggu kakak titipin kamu ke anak-anak, kenapa? Chris nggak mau dengerin omongan kamu?"
"Huwaaaaa" Soonyoung kian keras menangis buat Wonwoo terkekeh. Sisi gemas dan manja ini sejujurnya tak pernah ia temukan pada Soonyoung di masa lalu kan? Dan ia suka dengan sisi Soonyoung yang ini.