Dosgan (Dosen Ganteng)

210 22 19
                                        

Berawal dari ketidakan sengaja. Malah merebes ke masalah serius. Gantengmu yang buatku bertahan, sikapmu buatku ingin angkat kaki.

Apriany Priskila Admaja

AN(Author note) :  Jangan jadi sider. Kalau ko mau dihargai sederhana. Tolong hargai orang lain. Tembus 100 komentar untuk update kilat! Mau tahu nih respon kalian sama ceritanya saya. Garing? Ngebosenin? Ngakak atau baper?

Happy reading don't forget to bahagia:
Salam manis Marlonmarisan

VC🖤

Raizel Salim Setiawan atau akrab dipangil Mas Salim

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Raizel Salim Setiawan atau akrab dipangil Mas Salim. Dosen mudah yang menyelesaikan S 2 di umur 23 tahun. Tampang blesteran dengan aksen British yang agak ribet bikin puyeng palah mahasiswa. Tapi, laki-laki ini pintar bahasa Indonesia. Sangat fasih jadi diselingi menjelaskan materi yang rumit dengan bahasa Inggris khusus writing yang sangat ruwet kaya benang kusut. Musti terselip bahasa Indonesia. Buat mahasiswa bahasa Inggris yang belum lancar bahasa internasional ini.

Di belakang tubuhnya terdapat sosok gadis yang akan siap jadi asisten. Itu juga salah anak itu sendiri. Lagi sibuk sibuknya pusing mengurus banyak mahasiswa akhir yang mau maju meja. Dengan santainya dia ajak VC? Konsentrasi buyar dengar ponselnya berdering ketika dijawab malah diakhiri sepihak. Memang ini mahasiswa cari-cari gara. Raizel hafal betul sosok dibelakang ini. Sering telat dikelas. Suka salah kirim tugas, bahkan nyasar kirim tugasnya. Dan yang tak termaafkan adalah VC. Video call.

Tangan dalam saku celananya adalah ciri khas yang melekat pada laki-laki ini. Sepanjang jalan dari ruang kelas gedung FKIP bagian belakang hingga tiba di ruang prodi bahasa Inggris yang berdampingan dengan prodi TI alias Teknologi informasi masih satu ruangan. Raizel mengambil sesuatu di bagian laci mejanya. Memberi falsdiskh pada Ace. Perempuan yang duduk di bangku depan meja menatap laki-laki itu dan flashdisk ditangan bergantian. "Maaf Sir ini untuk apa?"

"You ask for me?"

"Of course sir? If i don't ask you then so who again?"

"Hmmm i understand. Kamu jadi asisten saya. Semua tugas teman-temanmu kumpulkan pada kamu. Karna saya mau serentak tidak setengah-setengah! You know."

Ace sungguh dalan masa kritis. Kepalanya rasa mau menyalang layang. Dan bahkan langsung protes padahal sedang gugup. "No no sir bukannya ada Ezri bisa lewat dia aja. Dia ketua tingkat? Why me Sir?"

Ponsel merek apel digigit dengan layar wa menampilkan ikon video call. Ace merasa susah bernafas. Ingin hilang dari hadapan dosennya ini. Dia sudah melewati jam sepaking. Mudah ditebak ini pasti terjadi tapi tak perna terbayang bakal merebes sampai ke hal ini.

VC [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang