Nikmatilah setiap kejadian dalam hidup ini, bisa saja kau merinduhkannya suatu saat nanti entah itu yang membuat kau risih, darah tinggi atau jantung berdebar-debar.
Ace telah panas dingin dan sedikit lagi dia akan gementaran tapi ternyata itu adalah.
"Selamat malam Ace." Mata Ace mulai menilik tajam pada perempuan yang juga sedang menatapnya itu.
"Ace selamat malam." Itu seakan terus mendengung dan menjadi bom nuklir Ace hanya pasrah dan menarik nafas sedalam mungkin dan mengumpulkan oksigen sebanyak yang dia bisa.
"Iya selamat malam ini dengan siapa." Perempuan ini ingin menghapus nomor sialan ini. Tentu saja Ace gugup ini adalah polisi sialan, kalau bukan Ella yang berikan siapa lagi.
"Thomas masih ingat polisi yang tanya kamar mandi itu,"
"IYA." Ace menjulid saat melihat Ella ingin seakan mencekik sepupunya sekarang. "Maaf ya pak saya harus belajar soalnya besok ada Uts maaf yaa saya padam dulu." Sambungan telpon Ace matikan tanpa peduli respon laki-laki itu.
Ace terus melihat Ella tentu saja ini ulah perempuan itu. "Ya maaf karena de minta ko nomor ya, sudah sa kasih saja." Ella membuat Ace mengerti posisi dirinya. "Lagian apa salahnya dekat sama polisi itu Ace?" Kalimat tanya dari Ella membuat nafas panjang anak itu hembuskan hampir beberapa hari ini. Dia terus dihubungi oleh polisi menyebalkan bukannya hanya perihal pisang goreng yang tapi karena kesal pula dengan kejadian di kapolsek aimas itu.
"Sudah-sudah seharusny Yoseph punya cerita tadi menghibur malah bikin sa darah tinggi." Tentu saja lelah apalagi dijam tujuh ini Ace tidak mau banyak bacot. "Tadi dong masak apa didapur?"
"Ayam, sup dan telur saus tapi nasih su habis." Sial sih sangat ini bukan pertama kalinya tapi keseringan Ace dihabiskan nasi tanpa sisahnya. Anak itu mengibas rambut kesal dengan mata yang sedikit merem hpnya pun langsung dimatikan daya karena khwatir si kopi susu itu telpon lagi nanti sepertinya ada telpon dari si Thomas itu lagi. Ace segerah berlalu tentu saja untuk masak nasih lagi sih Ella lebih memilih mendekam dikamar saja karena anak itu sudah makan. Aldo tengah meneguk air dari dalam kulkas. "Eh tadi ko sekolah kah tradah bolos saja ko itu."
Anak lakki-laki berumuran 14 tahun melirik Ace yang tengah kesal itu bukan menjawab anak itu balik bertanya lagi, "Laki-laki siapa yang bikin ko jengkel ini?"
"Ahh ko diam sudah, sa tanya pergi balik tanya, pamalas sekolah bolos terus saja itu, nanti bapak potong uang jajab baru muka palamas lagi."
"Dasar, laki-laki yang mana kah. Nanti sa bilang yang lain baru tong baku ajak pukul orang itu." Ace hannya diam anak ini malas berdebat karena lapar juga, kesal karena Ella dan polisi, perempusn itu setelah masak nasi direskuker ia balik lagi ke- kamar persetan dengan pertanya Aldo tadi. Terlalu malas untuk merespon anak itu.
Ace membaringkan tubuh ditempat tidur, anak itu kembali tidur katanya kepada Ella yang tumben malam ini tidak pacaran dan malah tingal dirumah biasanya membuat Ace harus tidur jam 3 pagi hanya untuk membuka pintu bagi perempuan itu sangat miris bukan.
"Sip lah tidur sudah sana nanti nasi masak baru sa kasih bangun ko lagi." Sebenarnya Ace ingin bertanya alasannya kenapa sepupunya tak lagi pacaran malam ini, tapi karena malas dan lapar juga jengkel terpaksa anak itu malah tidur saja.
....
Kali ini definisi sial menghadang Ace anak ini kesiangan niat untuk dandan pun tak jadi. Ya sudah dia dengan cepat mulai mencari taksi. "Bisa agak cepat tidak taksi?" Di saat Ace sibuk dengan supir untuk angkot yang ditumpangin perempuan itu cepat menujuh kampus. Karena jarak dari kota ke kabupaten memakan waktu 20 sampai 30 menit.
KAMU SEDANG MEMBACA
VC [END] ✓
Romance"Goblok goblok!" Seseorang perempuan mengetuk dahinya pelan ketika orang yang kemarin salah dia vc. Ada didepan kelas. Tengah menulis stukur teks news. Dalam hati perempuan itu bersumpah serapa dengan tetap diam dia meneguk ludahnya kasar. Ketika ma...
![VC [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/260823348-64-k427784.jpg)