Asociation of English Education Students
AEES
Kalah dan menang dalam sebuah pertandingan itu hal biasa, yang penting ketika kita kalah atau menang. Kita tetap junjung sportivitas. Dan Solidaritas.
VC
"Good afternoon Sir." Suara Ezri membuat yang lain pun, turut bersuara iya itu Sir Agus. Dosen mata kuliah vocabolary yang disingkat vokeb. Mungkin dari prodi lain akan berpikir bahwa itu bokeb. "Ace siooo laki-laki paling pintar bikin jantungan ehh."
Ace menatap kawannya. "Sa keringat dingin langsung." Anak itu menunjukkan tangannya. "Sa pegang pena tangan gemetar."
"Umur panjang guys. Baru dibilang langsung lewat," gurau Eta karena laki-laki bermotor KLX putih. Memberi klason pada mereka dan keluar dari gerbang kampus.
"Sir ganteng sekali ohhh!" Ace melirik Paulina. Tangan anak itu sedang menenteng payung merah mudah.
"Sangat handsome." Yuliana. Perempuan yang memakai tote bag dipundak kanan itu menyahut.
Haya yang sudah jalan duluan dari mereka berbalik badan ketika dekat pembatas gerbang. "SCTV, satu untuk semua."
Yoseph sudah tak tahan dengan tertawa pundak Novera yang ada didekatnya. Kenah tonjokan. "Yoseph sa pundak sakit, ko kenapa kalau tertawa paling suka pukul orang badan kah!" gerutu Novera, sambil mengusap pundak kanan yang tertimpah tonjokan Yoseph.
"Kalau tertawa, tra pukul bahu itu. Kaya kurang begitu. Seperti kurang greget gitu Vera!" Yoseph cengengesan.
"Iyo eehh, anak itu de pu kebiasaan. Kalau tertawa, pasti pukul tong pu bahu saja!" ucap Fince dengan mata membeliak pada Yoseph.
Yoseph menyahut setelah nyengir kuda, "Apa ko payung! Pisang goreng!" Gita yang lewat dengan motor matic menoleh pada mereka. "Eh stop bahas payung dan pisang goreng sudah."
"Iyo ko pu payung itu Gita!" teriak Fince buat Yoseph, Paulina, dan Yuliana terbahak-bahak.
"Kam tertawa apa kah?" tanya Ace dan Eta.
"Trada trada apa apa." Empat perempuan itu melihat payung merah mudah yang ada ditangan Paulina mereka justru makin tergelak. Yoseph dan Paulina kalau tertawa tak pernah lihat situasi dan kondisi. Paulina tutup mulut dan geleng kepala. Sedangkan Yoseph jongkok agar tertawa redah, tapi malah tambah parah. Mereka ngakak, Fince dan Yuliana juga tak berhenti tertawa.
"Yoseph dengan Pau kalau tertawa, dunia bisa hancur dengan dong dua pu suara." Novera sudah menyingkir dari Yoseph karna takut kenah tonjokan. Ya bahu Fince dapat serangan itu.
....
Ace membaca deretan kata dalam novel Galaksi. Perempuan itu kadang ngakak dan nangis karena menghayati cerita yang ditulis oleh Popi Pertiwi. "Yaa biar bagaimana pun, tetap Galaksi sayang sama orang tuanya, walau de tra perna bilang sayang mereka. Atau de pu tindakan bikin papanya darah tinggi." Ace mengusap retinanya yang basah karena membaca bagian ayah Galaksi meninggal.
Ella membuka pintu kamar melihat Ace yang asik dengan novel dipangkuannya. Muka perempuan itu seperti habis menangis. Ella mengeleng kepala tak kaget dengan keadaan Ace.
"Btw kenapa ko tra ikut main futsal lagi?" Ace menegok pada sumber suara itu.
"Sa tra mau. Sa jadi suporter aja. Lagian kayanya anak-anak su cukup itu. Novera kelihatan jago main bola. Ada Pau, Uli dan Yoseph juga."
"Kapan? Ko teman-teman dong main futsal?"
Ace menutup buku yang tinggal berapa bab menujuh endingnya. "Besok setelah jam vokeb selesai?"
KAMU SEDANG MEMBACA
VC [END] ✓
Romansa"Goblok goblok!" Seseorang perempuan mengetuk dahinya pelan ketika orang yang kemarin salah dia vc. Ada didepan kelas. Tengah menulis stukur teks news. Dalam hati perempuan itu bersumpah serapa dengan tetap diam dia meneguk ludahnya kasar. Ketika ma...
![VC [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/260823348-64-k427784.jpg)