Tentang Raizel

9 1 0
                                        

Ketika terlalu banyak harapan yang kita letahkan pada manusia rusak dan hancur yaa, kita harus sadar bahwa harapan itu pula yang menghancurkan kita perlahan-lahan. Karena terlalu berharap hingga kita lupa sewaktu-waktu harapan itu bisa hancurkan kapan saja. Manusia itu dinamis hari ini kamu segalahnya besok kamu siapa?


Pagi yang cerah setelah malam yang cangguh antara Raizel dan Ace yang saling berkomunikasih dengan terbata-bata maka Raizel harus memasang stragis untuk bisa komonikasi dengan baik dan lancar sangat, tak etis kan kalau magiser dengan segalah presetasinya tak bisa memikat hati perempuan. Apalagi menjalankan interaksi baik, maka pagi ini pula disaat matahari bersinar ceria membuat rencana dengan perempuannya itu.

"Selamat pagi Ace hari ini kamu ada kelas ya, hari ini. Ada kuliah?"

"Iya sir." Ditelpon dijam 8 tentu saja siapa yang tidak kaget dalam benak Ace berkata ada gerangan apa Sir Raizel menelpon sepagi ini.

Pertanyaan kembali lagi karena perempuan itu tidak menjawab, "Kamu masuk jam berapa Ace."

Nah sekarang Ace baru ngeh jiwanya langsung terkumpul kalau pemuda itu tengah bertanya ini.

"Jam 9 pagi," jawab perempuan itu asal saja. "Kalau begitu saya jemput sekarang, kata sekarang itu pula bersamaan dengan pangilan Ella dibawah tangga, "Ace mas Salim ada datang."

Perempuan otomatis lari ke kamar mandi dengan sangat cepat tanpa berdebat lagi. 15 menit lengkap pula dengan make upnya. "KAMU TERLAMBAT." Sumpah pemuda itu sangat tak bisa manis, sudahlah Ace jangan berharap lebih dari manusia bunglon ini. Tanpa berlama-lama dan banyak drama lagi pemuda itu dan Ace telah ada di perpus. "Karena bulan juli udah didepan mata maka kamu harus banyak belajar ya, jangan bolos lagi, kamu berhenti nongkrong-nongkrong gak jelas." Mutimatum sudah diberikan begitu pula dengan materi yang akan dipejalari. Buku tebal bahasa inggris, jurnal dan artikel telah didepan mata perempuan itu maka mau tak mau, dia harus belajar. Dikira pacaran dengan dosen itu enak dipermudah dan bakal bucin terus, tapi realitanya seperti akan maju meja tiap hari dia konsul terus dengan pemudan itu.

"Sir ini kan masih ada waktu juga kan, kenapa pula saya harus belajar segini banyak saya bukan mahasiswa akhir Sir," protes perempua itu karena dia yakin otaknya juga tidak bakal mampu, jika selalu ditodong dengan banyak belajar tiap hari.

"Tidak kamu harus belajar jika kamu tidak belajar lihat saja, nanti ini bukan sekadar ancaman tapi memang nilai kamu saya kasih error semua," tegas Raizel membuat Ace panik maka dengan malas dia menolak chet Eta yang mengajaknya untuk bermain di alun-alun aimas sore nanti, karena mk sore ini kosong.

"Iya sir," jawab Ace dengan pasrah lagi pula ini untuk kebaikan dirinya sendiri kan jadi ya, dia harus terima. Suasana pagi ini begitu tenang sangat membantu walau suara dari anak Pti yang ribut dilantai bawah entah karena apa. Tak menjadi pengangu untuk perempuan itu terus belajar.

"Sir ini bagaimana cara menyelesaikannya, saya kurang paham karena ini harus mengusai grammer lebih dulu." Tunjuk Ace pada buku dengan soal paling dominan adalah tentang linguistik tentu saja otaknya sakit. Pemuda itu menaruh atensi penuh pada materi yang Ace ajukan padanya dia jelaskan dengan sederhana mungkin agar perempuan itu lebih paham dan mengerti. "Sebenarnya materi ini tidak sulit tapi karena kamu jarang belajar dan hanya jalan-jalan terus jadi tentu saja susah."

"Iya sir tapi kan kami butuh healing, pusing sir kalau tiap hari belajar, saya bukan Yoseph yang tiap hari belajar atau juga Ezri saya ya, saya sir."

"Ace saya tidak bilang kamu atau seperti temanmu itu saya tahu kamu bisa hanya kamu itu malas dan terlalu santai."

"Iya iya sir," jawab Ace dengan kesal pemudah ini memang dari dulu sangat menyebalkan jadi perempuan itu iyakan saja daripada mereka harus berdebat panjang lebar. Dan berakhir dia harus merasa insecure dengan pemudah itu. Makin kemarih kenapa Ace merasa seperti ini ya, ternyata memang benar dekat dengan orang yang pintar membuat kita merasa insecure, dan ini yang sekarang perempuan itu alami. Banyak sekali asumsi dalam kepala perempuan itu  membuatnya jadi blank dan hilang konsentrasi untuk belajar tapi tetap saja dia berusaha sebisa mungkin. Tapi ini masalahnya dia harus merealisasikan ekspetasi lelaki itu menjadi nyata.

VC [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang