Terkadang ekspetasi kita terlalu tinggi hingga kita terjebak dalam ilusi yang kita buat sendiri.
Selamat membaca semogah terhibur guys <3<3
Ace meremang saat suara yang didengar bukan yang dihaharpak sekujur tubuh perempuan itu melonggohkan kepala pada jendelaha kamar lantai dua turun menyilik siapa tersangkah yang dibawah terasnya sungguh mengundang penasaran. Ya siapa pun itu tak mau disunggui dengan omong kosong apalah daya jika kua kosong pula. "Serius de betulan datang." Belel dan rambut bak singan jantan masih lengket dikepalanya. " Siapa yang datang itu." Reflek lagi perempuan itu nyaris menjatuhkan ponselnya melewati jendelah dilantai bawah karena ulah suara Ella.
Ace berbalik menghadap anak perempuan itu. "Weeee tra usah datang tiba-tiba bikin kaget gitu, setidaknya ketuk pintu baik dan bilang begini ' Ace selamat siang ' begitu kah kan sopan ingat umur yaa sa yang tua." Ace bertingkah tepat seperti yang dia ucapkan Ella hanya pasrah mendengarkan sembari mencari tahuiu siapa manusia yang tadi membuat Ace kaya orang habis maling kutang celingakh celingkuk didekat jendelah kamar.
"Btw itu kaya pace polisi atau seperti Thomas yang dialun-alun itu, buat apa anak itu datang kemarih." Mata Ella menjadi tajam menyorot Ace yang tengah turun dari lantai dua menuju kamar mandi. Ace dengan bodoh amat lari secepat kilat agar tak mendapat interogasi dari perempuan itu. Tadi malam sudah cukup Raizel yang membuatnya harus menjelaskan panjang lebar, sekarang harus pulang Thomas. Kenapa kalau tidak suka didekati ada saja manusia-manusia laknat seperti mereka tapi jika ingin ada yang peduli tidak ada sama sekali kososng melompong. Ace yang tengah mandi dikamar mandi begitu lama, biar saja pemuda itu menunggh atas dasar apa pula dia harus datang kemarih.
Perempuan tingal mengosok giginya dan segerah keluar dari kamar mandi menujuh lantai dua secepat mungkin, dikamar pun Ace bergegas untuk mencari outfit yang sekiranya pas, Ace adalah perempuan yang sangat memperhatikan penampilan dari bagian kaki hingga kepala perempuan ini tak sembrang dalam milih pakian yang dikenankah. Sentuhan terakhir yang sangat dia yakinkan teman-nya Yoseph tak akan sanggup melakukan hal itu, benar-benar sangat tidak mungkin apalagi kalau bukan make up. "Yoseph tra tau make up lalu nanti wisudah dan nikah muka kering begitu saja kah, heran anak satu itu." Liptin yang dipoles pada bibir cukup sempurna tak perlu kental tipis-tipis begitu saja cantik, Ace terus melihat pantulan dirinya pada cermin rias memastikan bahwa make up tipis ini benar-benar telah perfect.
"Ahhh, buku yang tadi malam sa taru itu dimana lagi ini." Ace bolak-balik mengecek kembali isi tote bagnya. Mencari binder yang selalu dia gunakan untuk mencatat materi dikelas. Perempuan itu merangsek pada atas meja juga lemari bahkan sampai kolong bawah tempat tidur dia telusuri. Bulir -bulir keringat pula menetes dari dahi gadis itu bersamaan dengan dering ponsel bergetar ditambah pula suara Ella malah makin berisik perempuan itu makin darah tinggi sembari mengepal dua tangan menahan kesal tentu saja matanya pula terpejam sembari menetralis rasa kesal yang kian ingin meledak sekarang. "Ini kenapa bisa sial begini kah, ini ini yang bikin sa terlambat, kemarin malam juga sa lupa belajar, ya Tuhan akan ada diatas tempat tidur." Ace ingin merobek kertas yang ada didalamnya tapi dia urungkan, karena ceritanya tentu saja akan beda. "Ace Thomas tunggu ko sana cepat sudah."
"Sa tra suruh itu orang kemarih kenapa de datang?" sewot Ace seharusnya Raizel yang mejemputnya bukan pemuda sialan, sinting itu orang entah muncul dari belahan bumi mana dan mengangu Ace kini.
"Sudah cepat sudah, jangan lelet lagi su mau jam 1 ini, nanti ko telat lagi." Sungguh Ella sangat hafal kebiasan Ace yang satu ini. Anak perempuan ini memang tidak bisa displin, sangat sulit sekali. Lantas Ace yang sudah malas adu bacot menyapirkan tasnya dibahu kanan dan segerah turun tangga.
KAMU SEDANG MEMBACA
VC [END] ✓
Romance"Goblok goblok!" Seseorang perempuan mengetuk dahinya pelan ketika orang yang kemarin salah dia vc. Ada didepan kelas. Tengah menulis stukur teks news. Dalam hati perempuan itu bersumpah serapa dengan tetap diam dia meneguk ludahnya kasar. Ketika ma...
![VC [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/260823348-64-k427784.jpg)