Hari-hari buruk itu ada bukan untuk disunguti tapi, sebagai ajang pembelajaran bisa menghargai hari lagi kedepannya.
Angin berhembus sepoi poi daun kering diterbangkan angin dan jatuh ditanah sejuk suasana kampus Unimuda sorong. Matahari pula masih terik mesikpun pukul 3 lewat 40 menit Ace tak sempat berujar karena pemuda itu telah menyeretnya pada prodi melewati selasar FST mulut perempuan itu bukan mempertanyakan polisi turut masuk dalam pembahasan ini. Kalau dimarah dia tak menyahut tadi yang tak apa ini malah polisi pun disangkutpaudkan lagi.
"Tugas yang saya kirimkan mana? Kenapa filenya belum ada diGC? Atau kamu lupa ya Ace sangking banyak digoda polisi itu?" Tuhkan polisi itu ikut terbahas kan entah korelasinya dari segimana Ace benar-benar tidak tahu.
"Sir saya benar-benar lupa karena harus mengerjakan tugas grammer untuk presentasi minggu ini, tapi semuanya tidak ada hubungannya dengan polisi yang Sir maksud tadi. Saya pun tidak kenal siapa dia."
Riaizel membuang muka kelihatan sekali kalau dia cemburu padahal Ace saja tidak kenal laki-laki itu. Maka seegera pemuda berkata lagi, "Malam ini harus fix semua tugas dikumpulkan, kalau tidak nilai kalian semua E!" Sebagaian kalimat itu Ace dengar maka pemuda itu keluar dari ruangan tanpa instruksi apa-apa.
"Jih dasar dosen aneh, main kastingal tra jelas. Apa hubungan sama polisi sialan itu, de marah marah tra jelas. Hari ini ada apa de orang-orang tadi Eta yang marah-marah sekarang manusia irit bicara itu lagi." Tanpa peduli dengan dosennya lebih baik Ace pulang saja daripada seperti orang bodoh dalam ruangan yang entah kenapa hari ini jadi sepi melompong begini.
Anak itu sibuk menyandang tas dipundak kanannya. Keluar ruangan prodi menyusuri koridor. Tepat itu pula Raizel datang dari arah depan. "Mau kemana kamu?"
"Pulang Sir saya sudah tidak punya mata kuliah lagi. Hari ini."
"Saya belum suruh kamu pulang." Oh ayolah cukup polisis sialan itu saja kenapa harus dosen ini lagi. Sepanjang dosen Ace harus menemani laki-laki itu diprodi. Duduk diam dan manusia itu sibuk memeriksa tugas mahasiswanya. "Sana makan sudah saya belikan nasi telur." Tangan asyik bergerak dikeyboard laptop dan pandangan yang sibuk mengetik bicara tanpa memberi antensi pada Ace.
Siapa sih yang senang dicuekin tapi berhubung Ace juga lapar ya, bodoh amat saja.
"Kamu pulangnya sama saya. Jangan naik taksi udah mau gelap." Sumpah Ace rasanya mau muntah nasih dan telur sudah terlanjur dia kunyah. Perut anak itu serasa digelitiki ribuan kupu-kupu. Dia menahan nafas hanya untuk mendengar apakah kalimat itu sebatas khayalangan saja atau memang realita semua itu bubar saat Raizel memberi aqua botol dan duduk menghadap perempuan itu. "Berhubung kamu sekarang agak budek jadi kalimat tadi. Saya ulangin lagi. Kamu pulang sama saya aja. Jangan naik taksi ini udah mau gelap. Ngerti?" Maka otomasi anggukan paham Ace berikan. Laki-laki itu menatap perempuan yang memakai bandu itu intes. Demi apa pun jantung Ace tengah berdisko didalam sana. Tangan anak itu pula mulai gementar ditambah keringat dingin. Ini mungkin berlebihan tapi serius anak ini tengah dilandah gugup. Sehinggga pemuda itu lantas tertawa lepas. "Sir ada yang salah," tanya Ace gugup dia menunduk saking tidak berani memandang pemuda itu.
Namun tunggu dulu manis sekali tawa itu persetan dengan rasa malu Ace ingin merekam moment ini. Sayang kalau dilewatkan kapan lagi bisa melihat kulkas ribuan pintu tertawa. Beberapa jepretan dia ambil. "Muka kamu biasa aja, jangan gugup gitu, saya tidak makan manusia apalagi mahasisawa manis seperti kamu." Anggaplah Ace budek serius ini terlalu manis. Ini kenapa tolong! Semesta jangan buat perempuan itu diabetes sekarang sumpah dia belum siap.
"Bapak maaf, sepertinya ada butuh aqua pak, saking terlalu banyak kerja depan laptop ini, sir seperti harus istirahat." Tuhkan efek gugup ini membuat aksara Ace pun tak beraturan. CUKUP!
Sumpah pemuda itu dari tadi hanya bisa tertawa karena tingkah perempuan itu. Sehingga dia pun tak sadar lagi.
....
Jam satu siang perempuan dengan otfit paling kece ini. mengatur langkah panjang, namun santai. Okelah dalam english21 anak ini paling teliti soal pakaian, intinya apapun yang dia kenakan harus estetik dan gaul sih. Eta dan si hijab sudah otw diluan dalam kelas sekarang gantian Ace yang harus menyusul. 10 menit lagi dosen yang mengampuh mata kuliah tersebut akan masuk. Ruangan 1.7 ya ruangan itu yang kini dua pasang kakinya kesana.
Mata Ace beadu pada manusia dalam ruangan itu. Tapi dosen yang mengajar itu membelakanginnya. Ace langsung masu karna dia pikir masih ada lima menit sesuai jadwal mknya. Semua berubah saat mata Ace dan dosen itu bersitatap. "APRIYANI KAMU NYSARA KELAS LAGI!" Badan anak itu otomasi pula tertarik kebelakang. Keringat dingin mulai membahasi dahinya.
"Maaf sir," Setelah berujar demikian Ace berlari keluar kelas rasanya dia tidak ingin ikut kelas lagi. Ternyata dilantai dua. Ruangannya sama maknya perempuan itu salah masuk kelas. Kenapa pula harus Raizel dari sekian banyak dosen diunimuda ini. KENAPA?
Ternyata setelah dilihat jadwal lagi. Ruangannya itu 2.7 bukan 1.7 entah apa yang perempuan itu pikirkan tadi. "Ko kenapa lama sekali begini."
"Ace tra mungkin ko merayap naik tangga toh?" Yoseph perempuan yang hobi duduk bangku depan tepat didepan Ace karena bangku sudah disiapkan oleh dua bestinya. Haya dan Eta.
Materi AIK wajib untuk mahasisawa kendatipun ada mahasiswa nonislam. Pak ustad menjelaskan materi dengan ayat-ayat alquran.Ezri menuliskan semua materi itu, Yoseph juga, yang lainya hanya mereka yang perlu dicatat ya, dicatat kalau tidak ya, buat apa. Padahal kalau mau UTS dan UAS nah naru mereka puyeng nyarih catat. Ace otak tidak dalam kelas ini. Ataupun mendengarkan apa yang dosen jelaskan dia masih berpikir tentang nyasar kelas itu. Bukan perihal satu atau dua, tapi ini sudah hampir yang ke 10 kali bayangkan dan setudaknya itu dimk dosen lain. Jangan di RAIZEL ok digaris bawahi ya, maka selama perkuliah siang itu kepaanya hanya berisih ceramah dosen mudah itu. Kemarin diprodi manis-manis, sekarang dalam kelas malah sangar kaya singa betina.
Hey tingkah laki-laki itu seperti gulali, setelah kalimat kalimat manis lenngkap dengan mengantar Ace pulang dengan selamat hingga rumah membuat anak itu lupa mengunakan otaknya, absen dari dosen didepan pun mengulang hingga tiga kali. "Ace kemarin ko bikin apa sama sir Raizel, sampai ko begini kah. Mulai dari kemarin sudah."
"Apakah sa, tra bikin apa-apa, hadir Sir."
"Mbak kalau mau mikirin suaminya nanti dirumah aja, jangan disini, mbah bukan waktunya." Sumpah satu kelas ngakak sebab ulan dosen itu. "Minggu depan yang presentasi langsung disiapkan ya, sekaligus kita diskusi dan sharing, saya ingin kalian semua aktif dikelas."
"Baik Sir thank you." lengkap dengan memberi salam laki-laki yang berumur sekitaran kepala 4 itu undur diri dari kelas.
"Sa itu mau tanya ko dengan Sir kemarin bikin apa diprodi itu cepat ko jawab."
"Betul beta sempat lihat pace bonceng ko kemarin pulang kampus itu." Ace memang harus banyak sabar dalam menghadapi dua perempuan itu jiwa kepo keduanya memang seperti kedetetif tingkat dewa banyak tanya ingin cari tahu.
"Kamu nanya?" Ace malah menunjukan muka menyebalkan pada dua perempuan itu saat temannya lain sibuk cari makan dan untuk lanjut kelas berikutnya.
"Iya saya nanya" Oh ayolah semesta kenapa engkau terlalu kejam begini.66
KAMU SEDANG MEMBACA
VC [END] ✓
Romance"Goblok goblok!" Seseorang perempuan mengetuk dahinya pelan ketika orang yang kemarin salah dia vc. Ada didepan kelas. Tengah menulis stukur teks news. Dalam hati perempuan itu bersumpah serapa dengan tetap diam dia meneguk ludahnya kasar. Ketika ma...
![VC [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/260823348-64-k427784.jpg)