"Sir Anda sehat kah? Apa sir ada salah makan sesuatu ya sir." Tangan Ace masih setia lengket pada dahi pemuda itu yang menatap Ace dengan pandangan tidak bisa didefisinikan.
"Saya serius saya suka kamu Ace!" Disaat matahari akan kembali turun dengan cantik menimbulkan bulatan merah yang indah untuk berganti menjadi gelap. Raizel mendadak menempelkan jidatnya dan juga milik Ace membuat perempuan itu melotot. "Kamu tahu kalimat bahasa korea yang saya kirimkan itu artinya adalah saya mencintai kamu."
"Sir becandanya gak lucu ini?"
"Saya serius Ace." Mata laki-laki itu menantang Ace membuat perempuan itu sudah sedekat ini dengan manusia yang dia suka sekarang Ace bimbang tak tahu harus menjawab apa ini. Posisinya tentu saja dilemah antara menjawab permintaan pemuda itu atau pura-pura menolaknnya. Sekarang otak anak ini malah jadi lemot seperti siput yang jalanya lambat.
"Ace tolong jawab kamu kira digantung itu enak?"
"Haa?" Hanya itu yang bisa Ace jawab pada pemuda yang memiliki nama lengkap Raizel Salim Setiawan.
"Ha ho ha ho jawab cepat Ace?"
"Memang apa yang Sir tanyakan tadi apa bisa di ulang pertanyaanyan?"
"Kamu mau dijidat atau bibir?"
"Ha?" Kalau ada Haya Eta dan Madhu tentu mereka akan ngakak setengah mati untuk kelakuan Ace sekarang sumpah perempuan itu membuat Raizel sinting sendiri apa iya Ace sepolos ini sungguh tapi laki-laki ini ragu sekali apa iya mahasiswa ini begitu?
Mungkin benar harus ada tindakan agar mudah dimengerti sedekat ini mereka maka tak mungkin tak ada yang tak mungkin malah ada pangilan masuk dari ponsel Ace yang membuat semua gagal total Raizel menarik nafas kesal dan pergi dari gadis itu dia telah dilandang kesal karena tingkah mahasiswanya yang satu ini yang sialnya malah merebut hatinya pula.
"Iya halo yaa bagimana?"
"Ace ko su pulang atau masih sama pace dia?"
"Masih sama sir ini kenapa?"
"AH cuma mau bilang jangan lupa kirim materi presentasi sama mace Fitri ko kan bisa lupa minta dingatkan toh?"
"Yampun sa baru ingat, ok thanks Eta, Eta ko tahu nanti sa cerita ini ko dengar sa tra mengerti lagi sumpah sa tra mengerti sama sekali."
"Apa itu cerita sudah cepat?"
"Nanti saja sudah kalau sa su pulang tra enak ini nanti pace marah sa lagi demi sa bikin masalah besar sekali serius ini." Ace mengerti sekarang apa yang terjadi otak sudah kembali pada tempatnya setelah diberi kalimat sakral dari Eta terkasih guyss. Apalagi kalau bukan dimaki kebun bintang segalah macam hal yang ada dalam bumi ini dan organ tubuh manusia.
Raizel duduk didermaga dengan kaki yang menjulur turun kebawah sembari melihat laut yang luas tentu saja dia sedang kesal karena ulah Ace, tapi dia mencoba sabar memahami semua ini mungkin mahasiswanya, belum siap untuk menjalani sebauh hubugan yang serius dengan pria dewasa tapi bukan mereka telah sama-sama dewasa ya?
Pipi Raizel tertempel bibir Ace perempuan itu langsung lari sejauh mungkin sertelah aksi nekatnya, siapa bilang dia tidak cerita sama Eta justru perempuan itu yang memberikan saran gila ini pada Ace dan membuat anak ini ingin enyah sekarang juga kalau dia punya kekuatan suptra natutral. Ace pula ingin bercerita kejadian ini pada Yoseph bakal jadi novel yang bisa perempuan itu usahakan untuk terbit. "Anggap saja itu jawaban saya untuk pertanyaan sir byee byee." Sepanjang dermaga yang berbentuk leter u itu mereka saling kerjaran. "Tidak adil Ace kamu mencuri star saya ini tidak benar sama sekali salah."
"ARGUMENN DARI MANA ITU SIR PEREMPUAN JUGA HARUS PUNYA NYALIH!"
"GILA KAMU"
"KALAU UNTUK SIR GAPAPA" Suara mereka berbalasan hingga perempuan itu kelelehan juga tepat malam menyelimuti bumi tanpa tersisah terang hanya cahaya bulan purnama yang memberi sinar terang. Ketika Ace lelah dan berhenti depan pos penjaga saat lampu jalan menyalah dia meletatkan tangan dilutuh. Raizel berada disamping perempuan itu tangan kekarnya langsung merangku anak itu. "Ayoo pulang sudah gelap, jangan begitu jangan menyelahi aturan ya?"
"Mana bisa sperti itu sir dunia harus berevolusi harus ada perubahan sir."
"Iyah tapi gak gitu konsepnya?"
"Yaa bilang saja sir kalah dari saya?"
"Iya kan sir kalah dari saya, apa iya harus apa apa laki-laki yang mulai diluan ya?"
"Kenapa harus begitu kenapa perempuan tak diberi kesempatan untuk diluan kenapa salah jika kita kaum perempuan yang memulai diluan apakah kami hanya menungguh dan ter--"
"Mppppp--"
Kalimat panjang lebar itu bukam karena kelakuan Raizel yang tak main-main dengan ucpannya bibir Ace diam seribu bahasa perempuan itu diangkat seperti karung beras dan ditaruh diatas motor KLX putih "Apa berharap saya cium?"
Sumpah otak anak itu memang luar biasa tak bisa berjalan lurus ini dia menabrak diri pada tiang tiang lampung yang menyalah ini. Malu dengan isi otaknya sendiri diluar ekpetasi Raizel memang penuh kejutan dan agak gila tapi tak segila otak Ace memang mulut Ace klanban oleh tangan pemuda itu kemudian jadilah posisi Ace seperti karung beras di atas pundak pemudah itu.
---
Drama presentasi kamis sore saat Ace dibantai Yoseph dengan segalah pertanya-pertanya yang anak itu jawab dengan bantuan Eta dan Madhu yang setia didepan rektorat, sebab anggotan kelompoknya menghilang tanpa keterangan. Kecuali Marlon yang malah tertidur, Fince entah dimana anak itu kata Yoseph dia sibuk baca novel hingga lupa kuliah, Amelia entah menghilang kemana padahal kemarin sempat tanya soal presentasi hari kamis ini.
Bukan Ace sendiri yang sinting karena materi yang dibahas hingga empat kelompok dan ternyata sama saja yang dibahas dan itu tentang behavorisme stilmulus rangsangan sebagainya Ace bahkan ketika menjawab semua pertanyaa tentangnya dia balik menjelaskan lagi ulang materi seperti tengah presentasi kembali.
"Yoseph itu kalau tanya paling bikin sakit kepala?" Madhu menatap anak perempuan kemeja batik dalaman kaus hijau tentu saja perempuan itu berkemja tanpa tutup kancing.
"Tererah lah suka-suka sa bodoh amat," tutur perempuan itu dengan dagu yang dia angkat setinggi gedung malak lantai 3. Tidak tahu saja kalau dia pula sedang mencari jawaban dari pertanyaan yang dia tanyakan itu. Berhubung mereka duduk hanya berjarak satu meja dan bangku taman depan rektorat. Karena ini zoom jadi agak enaklah meskipun dibantai-bantai habis-habisan begini Ace masih ingat jelas hari itu memang definisi sial bagi dirinya sangat sial yang tidak harus dijelaskan bagiamana rupa.
Bahkan Raizel pun keluar dari perpustakan sempat menoleh padanya. Namun, dia saja yang tak sadar saking otak sakit saat itu. Sekarang dia tengah mengirimkan tugas dan presentasi dia sempat berdebat dengan Eta Madhu dan Yoseph perihal nama anggota kelompoknya turut hadir padahal yang kerja dia sendiri.
"Ko hapus dong pu nama nama itu ko sendiri yang kerja baru!"
"Ya tapi kasihan nanti dong tra dapat nilai lagi?"
"Ace jangan terlalu baik eeh. Ko sendiri yang kerja tugas tugas juga Marlon sialan itu de malah tidur lagi, itu karena malam nonton bola tembus pagi itu!" cetus Yoseph menaruh satu kaki diatas bangku yang tidak lagi diduduki oleh Novita perempuan itu juga yang dari tadi membantu Ace meringakas materi sebagai konkluksi agar ma'am Fitri paham dan tak bertanya-tanya lagi pada mahasiswanya.
"Oke lah nanti sa tulis sa pu nama sendiri saja sudah soalnya dong trada yang bantukah. Demi TUhan sa pusing sekali ini ahkirnya barang ini selesai juga serasa beban kehidupan berkurang.
Dalam kamar dengan lagu at my worst yang perempuan itu lantukan malah terbayang hal gila yang terjadi dermaga tadi ternyata drama presentasi waktu itu masih terbilang mendinglah
Ace malah harus terkaget dengan hal ini
Tbc
Sekadar info ya, gess biasanya di Sorong dialek papua dimix dengan bahasa Indo jadi kalian bisa menemukan kadang make kata Gak atau Tra/Trada
btw salam sayang jangan lupa jejaknya terima kasih ya saran dan kritik boleh banget.
KAMU SEDANG MEMBACA
VC [END] ✓
Romansa"Goblok goblok!" Seseorang perempuan mengetuk dahinya pelan ketika orang yang kemarin salah dia vc. Ada didepan kelas. Tengah menulis stukur teks news. Dalam hati perempuan itu bersumpah serapa dengan tetap diam dia meneguk ludahnya kasar. Ketika ma...
![VC [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/260823348-64-k427784.jpg)