Bunglong dan buaya

9 2 0
                                        

Masa lalu tetaplah masa lalu jangan terlarut dalam realita yang tingal memori, itu terkadang dia bisa menjadi mimpi buruk atau kenangan manis


"Mau kemana kamu saya kira lagi dikelas, ma'am Raisa tadi baru selesai rapat di dekanat." Sudah tak perlu jawab pertanyaan itu Ace segerah menelpon dua perempuan itu balik ke kelas dan hilang dari pemuda itu tentu saja setelah menjelaskan alasanya dan rasa terima kasih. Raizel yang menganguk takzim persis seperti dosen dan mahasiswa biasany. Tindakannya membuat kepala Ace berputar hingga Sumatra barat dan kembali lagi mendarat putar dipapua barat. Sungguh mati apa laki-laki itu tidak bisa berkata manis dan layaknaya pasangan dosen dan mahasisawa dalam novel begitu? Pertanyaan itu mengisih otaknya hingga pundak Ace menabrak pemuda anak PTI yang arah dari lorong prodi buru-buru beberapa makalah dan buku berhamburan dilantai Ace tak dapat membantu lagi hanya maaf yang bisa dibiarkan meluncur dari bibirnya.

"Ehhh lain kali hati-hati nona." Laki-laki itu mengucapkan kalimat yang membuat Ace hanya menunduk untuk mengulang kata maafnya lagi. Pemuda dengan tas punggung biru berambut keriting dan kulit gelap manusia itu tak asing ketika semester pertama. Maka sebelum anak itu betulan enyah dari hadapan pemuda itu dia mendengar kalimat itu saat itu bahwa perempuan itu yang membuat barang-barangnya jatuh adalah Ace. "Ace hati-hati semangat kuliah."

....

"Ko yang mana Ace yaa?" Perempuan itu menatap manusia yang memangil namanya. "Iya kenapa ya?" Ace pula balik bertanya lagi. Oh iya ini laki-laki yang tadi dia tabrak diruang prodi sekarang mereka malah bertemu depan perpus. "Ko masih ingat sa kah trada?" Ace masih terus berusaha untuk mengingat pemudah ini ketika semester satu. Oh iya benar laki-laki ini yang membuat dia rajin ke perpus. "Jordi?" Pemudah hitam manis ini tersenyum padanya. Ace kembali melangkah akan masuk perpus tapi anak itu menghalangin jalannya. "Bisa minta ko wa? Atau ko belum ganti nomor?"

Perempuan rambut lurus sepunggun ini masih bingung harus jawab apa hingga Madhu dan Eta datang memustukan untuk mengerjakan tugas terjemahan depan rektorat saja, ditaman payung.

"Ace ko mau ikut kita atau ko di sini saja?" tanya Madhu. "Tra usah aneh-aneh ko sa, bilang sir Raizel ya?"

"Ace pace itu de kalau marah tra baik teman. Kalau ko dapat nilai E trausah ajak sa dan Madhu ee!" Mata perempuan itu mengacam Ace. "Kam dua diluan nanti sa nyusul, sa ada mau pinjam buku diperpus juga." Eta dan Madhu yang mengiyakan karena mereka tahu anak ini pula mendapat tugas dari dosen yang terkenal bisu dan pelit bicara kecuali benar-benar penting.

"Sa nomor belum sa ganti." Anak itu pamit dan meninggalkan pemudah itu depan teras, Ace pula tidak sebego itu untuk menjaga perasaan Raizel dia bukan anak SMA yang kaget cinta jadi mustahil dia bisa terbuai dengan laki-laki yang seumuran dengannya ini.

"Ko mau cari buku yang bagemana nanti sa bantu." Sembari menaikih tangga lantai dua perpus Ace menoleh kaget karena anak itu pula menyusul. "Sa bisa sendiri, btw trada kelas kah?" sekadar menghormati tentu saja apalagi. Ace terus menyusuri ruang perpus yang sering dijadikan tempat untuk nongkor sambil mengejarkan tugas atau sedakar mencari bahan refrensi dari tempat itu. Ada beberapa mahasiswa yang sibuk berdiskusi dan ada pula yang sibuk menatap layar laptop begitu pun yang sedang sibuk membaca atau sibuk mencari buku pada lorong-lorong lemari rak.

"Baru tadi selesai tentang jaringan komputer dan coding-coding pembuatan aplikasi." Perempuan itu manut saja, menjejalkan kakinya pada lemari dengan tulisan bloh PRODI BAHASA INGGRIS mata perempuan rambut lurus itu lebih sibuk menatap deretan buku tentang prodinya daripada laki-laki yang terus mengekor ini.

"Lagi buat tugas apa kah, tumben datang ke perpus biasanya ko jarang ke sini?" Ace memadang pemudah itu sebentar dan kembali melakukan aksi awalnya. Dulu saat semester awal tempat ini sangat panas, tapi herannya Ace manusia prodi bahasa inggris seangkatannya nyaris berada di sini terus. "Tugas sih, ko tahu?"

VC [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang