Parah sih END

99 4 0
                                        

Akhir sebuah kisah tak perna bisa diprediksi jadi ya, marih jalani peran kita masing-masing yaa, dengan baik dan bertanggung jawab. Jangan lupa bahagia.


"Kamu itu ya, sudah saya bilang jangan buat masalah ya. Kamu tahu hama ya kamu udah seperti hama." Di belakang lapangan basket perempuan itu harus mendengarkan kalimat panas untuk yang entah sudah berapa kali. "Tapi saya suka sama Bapa."

"Saya sudah punya calon."

"Saya tidak peduli!" Raizel mengeleng kepala dan melipat tangan depan dada saat kalimat paling tidak masuk akal yang dia dengar dari mahasisawinya prodi penjas. "Nur siti jangan aneh aneh kamu!" Raizel mencoba untuk menasehatikan mahasiswi itu baik-baik.

"Bapa tahu calon bapak itu hanya anak kecil kemarin sore yang gak tahu apa-apa!"

"Kamu juga masih mahasiswa belum punya perkerjaa."

"Bapa terima jasa ayam kampus?" Kening sebelah perempuan itu terangkat, Raizel berpikir gadis berhijab ini mulai agak tidak waras.

"Tidak jangan sinting kamu Nur Siti saya peringatin ya." Perempuan hijab itu dengan nekat mencium dosennya, pemudah itu kalau ini dalam novel atau sinerto pasti Ace akan muncul dan masalah semakin panjang. Raizel mendorong perempuan gila itu melangkah dari area lapangan basket, perempuan hijab hitam itu mengejarnya di belakang dengan pangilan. "Bapak tunggu. Bapak tunggu dulu saya perlu bicara."

....

Perempuan yang duduk diatas kasur menatap laptop melopong, dan juga menungguh notif dari grup untuk mk hari senin tentu saja, Ace masih kepikiran soal perempuan yang membully didekat tangga dengan kamar mandi itu. Masalah itu belum kelar kini ada masalah lagi yang bikin kepala perempuan itu ingin pecah. Hidup tanpa masalah itu tidak mungkin ya.

"Iya halo sir. Iya sir iya."

"Gak ada yang salah kok sir kenapa sir minta maaf?"

"Besok dikampus aja ya sir saya capek." Sekarang Ace sadar laki-laki terkadang memang harus dihindari hidup perempuan ini sudah banyak masalah dan bermain drama begini lagi oh ayolah.

"Hey keluar makan dulu nona." Kepala Ella menyembul dari pintu untuk memangil sepupunya makan.

"Iya sabar." Perempuan itu mematikan laptopnya menungguh info yang tak kunjung ada informasi itu capek tahu. Ikut turun dan makan bersama perempuan itu.

...

Sore hari dengan bekas aroma petrikor dan tanah basah tapi percakapan, Ace dan tiga sebesteinya terasa panas dan mengebuh-gebuh. Yoseph dan Jeni yang duduk sembari membaca novel dengan jarak 3 meja taman dipangil mereka katanya ada gosip baru. Ya dua manusia yang tukang belajar itu mendekat padahal Yoseph dengan ogah-ogah menyeret tubuh anak itu lantaran dia lagi pusing untuk melanjutkan novel yang anak itu tulis cerita akan menujuh ending tapi dia bingung bagemana untuk menyusun ending cerita itu.

"Siooooo kam tahu tong kelas bisa parah saja gara-gara masalah itu, btw nanti mubes ini kita harus bicara baik-baik dan jelas semua." Ace menganguk dan membenarkan ucapan Eta, yang ditunjuk menjadi ketua panitia mubes. Anak itu lagi kaget setengah mati. Memang masalah prodi mereka lagi agak gimana gitu. Tapi ya semua aman terkendali karena terkenal angkatan bhs inggris yang paling solid seunimudah sorong dan diakui langsung oleh para dosen dan kaprodi mereka sendiri.

"Sa pu sodara perempuan minta nama ignya baru maki kah," kata serius Yoseph dan Eta utarakan bersama-sama. Haya dengan nelangsahnya mengatakan dirinya sudah tercap buruk oleh cerita meraka tapi ya, biarkan saja bukan kah kita selalu jadi antagonis dalam cerita orang lain ya.

VC [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang