Ternyata rapuh dibalik tawa

44 11 9
                                        

Terkadang justru dari tertawa ngakak ada, tangis tanpa suara. Orang yang ceria bisa jadi juga, orang yang paling rapuh.

VC

AN/ syarat baca cerita ini pertama klik bintang. Ke-2 komentar kasih respon jangan diam kaya sikap Sir Raizel. Ngomong kalau perlu 🙃
Ke-3 share biar ramai terakhir follow Marlonmarisan_01 terima kasih. Mau update cepat penuhi 4 syarat itu.
🖤

"Adu maaf Sir saya mohon maaf. Ini saya tidak mau bolos mata kuliah grammer Sir!" Di depan gedung anak teknik Ace menatap ujung sepatunya kenapa harus sesial ini. Lagian ide dari mana mau minum air di saat orang sedang ramai berantre di stand kantin. Musibahkan sekarang?
"Kamu juga harusnya tahu. Saya itu mau rapat tidak mungkin saya make jaket kan!? Kurang sopan namanya! Baju saya basah karena ulah kamu!"

"Iya Sir maaf. Astagah maafkan saya Sir! Sungguh ini tidak disengajah." Tangan mengatup depan dada agak menuduk kepala Ace lakukan menuturkan permintaan maafnya. Padahal bajunya juga basah.

"Saya akan maafkan kamu. Kalau kamu temanin saya sekarang ke gramedia." Mata yang tak berani pada iris biru tajam Raizel. Pun sontak Ace dengan 190 derajat menatap laki-laki jangkung bak tiang listrik itu.

"Sir, Anda becanda, kan? Maafkan saya Sir. Saya tidak mau bolos grammar!"

"Tidak ada penolakan! Kamu tidak ikut grammar saya tidak ikut rapat! Adilkan?!" 'Bangke kejam amat punya dosen kaya begini. Bukan kaya dosen Alpha di wattpad yang masih ada adegan manisnya bikin baper sampe meleyot. Jangan banyak ngehalu Ace jangan.' Batin perempuan berambut lurus itu memukul pelan dua pipinya.

"SIR TUNGGUH!" teriak Ace karena laki-laki itu jalan dengan langkah lebar melewati lapangan tenis dan Masjid. Dengan perasaan kesal yang teramat dalam Ace berlari pelan mengekori pemuda itu.

"Ben pinjam helmnya." Pemuda yang dipanggil Ben menoleh dan memberi helm full face hitam pada Raizel. "Ini Sir."

Ini laki-laki yang perna antar Yoseph pulang iya kakak tingkat mahasiswa semester 7 Bhs.Inggris atau berapa Ace lupa. Mereka perna membahas hal itu waktu pulang rapat prodi Bahasa Inggris dirumah multikultural. Laki-laki itu telah pamit mungkin masuk kelas atau entahlah.

"Cepetan naik!" Ace naik dibelakang jok motor Raizel. Dia sudah perna berjanji untuk tidak naik motor dengan laki-laki itu tapi, sialan dia berada dibelakang jok motor dosennya ini.

Ini mau ucap syukur apa kutuk sih? Motornya sudah melajuh di area jalanan sudah ratusan meter dari kampus perasaan gelisah menyiksa kini Ace rasakan karena bolos grammar.

Namun semuanya terasa normal saja. Lewat pasmar tiga pun tak ada adegan peluk peluk sudah aman. Damai. Ace bernafas legah tapi, ketika depan Gereja GKI Eklesia Moyo km 12 setan dari belahan sudut mana laki-laki itu mejaluh motor dengan gila.

'Dadar sir gila. Cari mati sekali adooo!' batin Ace yang berteriak dengan lajuh motor yang bergerak kaya dilintasan balap. Memang ya laki-laki kalau bawah motor tidak balap balap itu. Bukan pria namanya. Saudara laki-laki Ace pun banyak yang kaya begitu bawah motor kaya mau galih kuburan sendiri.

Mau pegangan malu. Tidak pengangan nyawan jadi taruan. Disaat otak tengah berdiskusi agar jalan mana yang di ambil, tangan Ace sudah diambil Raizel pada perutnya. "Kalau kamu jatuh nanti saya repot. Bapa kamu itu juga jahat. Saya masih sayang nyawa saya."

Tegang, gugup, grogi, tangannya sampai dingin dipinggang Raizel. Tubuh lemas yang diterpah angin. Telingah Ace masih normal jadi dia tidak salah dengar ungkapan dosennya.

VC [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang