twenty seven

10.1K 532 3
                                        

arcell membuka matanya saat di dahinya terasa sebuah benda bergerak halus membelai rambutnya

"kau?"
arcell kaget melihat galen yang duduk disamping ranjang sambil mengelus kepalanya
"bagaimana kau bisa disini?kemana reysha?"

"pergi berjalan jalan dengan douglas"

arcell mencoba bangun dan meraih jam tangannya di nakas
"hah?pukul 10 lewat 20"

"kenapa?"

"apa aku tidur selama itu?"

galen mengangguk
"bahkan kau sudah tertidur di jeep saat perjalanan pulang"

"aishh"arcell mengacak rambutnya "maaf aku tidak bisa ikut bersenang senang semalam"

galen hanya tersenyum tipis lalu mengangguk
"sepertinya kau sangat lelah"

"masih tanya?ini juga karenamu"arcell memukul galen

"baiklah maafkan aku"

"minggir,aku mau mandi"
arcell menyibakkan selimutnya

"tunggu"galen menarik tangan arcell "morning kiss"

"aku tidak akan memberikannya padamu"kata arcell dengan wajah mengejek lalu berlari ke kamar mandi

"arcelll"galen mendengus lalu merapikan tempat tidur arcell

*****

carlos melempar foto galen,arcell,reysha dan douglas menaiki jeep
"kau membiarkan mereka liburan?"

dre hanya terdiam melihat foto foto arcell dengan penuh senyuman disamping galen,ia berpikir jika cintanya pada arcell akan berakhir sampai disini.sejujurnya ia sudah sadar sejak awal jika ia tidak bisa menyaingi galen

carlos memegang keningnya
"lihatlah dirimu dre,pantas kau tidak pernah bahagia dengan seseorang yang kau sukai karena kau selalu mudah menyerah dan tidak melakukan usaha untuk mendapatkan apa yang kau inginkan"

pyarrr

carlos terkejut saat dre melempar gelas ke lantai
"BISAKAH KAU DIAM,BAJINGAN?!"

carlos tersenyum sinis,ia tau betul mengapa dre melakukan ini

"kau marah kan aku mengatakan itu?karena memang itu kenyataanya,kau adalah pengecut dre"

dre menghampiri carlos lalu mencengkeram kerahnya
"tidak ada bedanya dengan kau,pengemis cinta!"

carlos menyipitkan matanya mencoba menahan amarahnya

"lagian aku sudah tidak mengharapkan arcell lagi,dia hanyalah karyawan ku"

"tidak dre,aku tidak percaya semudah itu kau melupakan arcell"

"AKU SUDAH MELUPAKANNYA DAN JANGAN PERNAH MEMBAHAS DIA DIDEPANKU"

"kau tidak lihat betapa brengseknya temanmu itu,galen mengambil arcell darimu,bahkan kau yang lebih dulu mengenal arcell daripada dirinya,kau yang lebih mengetahui bagaimana kehidupan arcell tetapi dengan enaknya ia mengambil arcell tanpa mempedulikan perasaanmu"

dada dre naik turun sesuai nafasnya yang lebih cepat karena tekanan emosi

"pergilah,jangan sampai aku menghabisimu disini"

carlos tersenyum miring melihat tangan dre yang sudah meraih pistol dari meja

"kalau memang kau tidak ingin merebut kembali arcellmu,biarkan aku yang memilikinya dan galen akan merasakan apa yang kau rasakan"kata carlos lalu keluar dari ruangan dre

wild(18+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang