"Pusing banget dah Ren soal yang ini."
Rendika yang merasa namanya dipanggil langsung mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
"Oh yang itu mah udah ada contohnya. Coba lo liat halaman tujuh belas itu mirip banget caranya tapi beda dibagian angkanya sama tempatnya." Jelas Rendika.
Lia yang diberi penjelasan singkat oleh Rendika langsung membuka halaman yang ditunjuk oleh Rendika.
"Oh iyaa bener, ternyata gue ga teliti banget ya." Jawab Lia yang langsung mengerjakan soalnya.
"Lo lagi ngapain dah Ren kayanya sibuk banget liatin hp." Tanya Lia yang sedikit kepo dengan kegiatan Rendika.
"Ha? Oh ini gue lagi chatan sama temen gue." Jawab Rendika yang masih fokus sama kegiatannya berbalas pesan.
"Lah bukannya temen lo anak sini juga?"
"Beda. Dia temen kecil gue sama kaya Elang, Chandra cuma pisah aja pas SMP dia ngikut bonyoknya ke luar kota."
"Oh jadi meskipun pisah sekolah kalian tetep temenan gitu?"
"Iya lah gimana ga temenan kan dia saudaraan sama Elang."
"Oh kaya gitu." Kata Lia yang lanjut mengerjakan soalnya yang belum selesai.
"Eh iya Li gue boleh nanya ga?"
"Mau nanya apa?" Jawab Lia yang menghentikan kegiatannya mengerjakan soal.
"Maaf kalau kesannya gue ganggu privasi lo, tapi gue penasaran. Apa bener lo lagi deket sama cowo virtual?" Tanya Rendika yang sedikit memelankan suaranya, karena takut ada orang lain yang mendengar.
Pertanyaan Rendika membuat Lia sedikit kaget, dia bingung darimana Rendika tau dia dekat dengan seseorang di virtual.
"Lo kata siapa?"
"Bian, tadi dia cerita tentang lo yang diparkiran."
Benar tebakan Lia, darimana lagi Rendika tahu jika tidak dari Bian yang memang sahabat Rendika.
"Oh kata Bian. Emang bener gue lagi deket sama cowo di dunia virtual, kenapa?"
"Kok lo bisa deket? Maksud gue kan lo cantik nih bisa kan deket sama cowo di dunia asli, lagi lo juga ada yang deketin kaya Bian. Tapi kenapa lo malah pilih deket sama cowo virtual yang ya ga jelas bentukannya bisa juga lo ditipu taunya ntar dia cewe tapi boong jadi cowo."
"Gimana ya Ren awalnya gue juga gamau deket sama cowo virtual gue ga ada niat suka tapi saat kita deket dia ngasih semua yang gue butuhin, terutama menjadi pendengar yang baik. Gue bingung Ren ketika gue butuh orang buat dengerin cerita gue, gue harus kemana." Jelas Lia.
"Tapi Li lo kan punya sahabat, gue rasa sahabat lo udah lebih dari cukup buat ngedengerin cerita lo. Gue rasa lo ga perlu bingung nyari tempat buat cerita, bahkan sampe harus ke cowo virtual"
"Meskipun ada sahabat gue dan gue percaya banget sama mereka. Tapi gue ngerasa kalau gue cerita malah semakin ngasih beban ke mereka. Itu yang buat gue takut cerita ke mereka. Saat gue ketemu sama cowo ini gue ngerasa, dia dengerin gue banget dan gue lepas aja semua cerita gue sama dia ga ada rasa sungkan atau gimana."
Sebenarnya Rendika cukup kaget Lia mau terbuka menjelaskan alasan kenapa dia menyukai seseorang di dunia virtual.
Alasannya begitu simple, butuh seseorang sebagai pendengar.

KAMU SEDANG MEMBACA
VIRTUAL •END✓
FanfictionBerkenalan dengan seseorang dari sosial media? Hal apa yang dapat kamu harapkan? Memiliki kisah percintaan seperti cerita fiksi? Atau malah cerita buatan yang merujuk pada kebohongan untuk menarik hati lawannya. #1 Jenlia #1 Lia (27 November 2022)