23.

265 41 4
                                    


Shintia
Ga kenal Varo?
Oh atau lo kenalnya Rigelion?

Saat menerima pesan itu Lia kaget. Siapa sebenarnya Shintia ini? Kenapa tiba-tiba dia mengirim pesan kepada Lia dan kenapa membahas Varo dan Rigelion? Pasalnya ia tidak mengenal Varo, kalau Rigel memang iya Lia mengenalnya tapi belum tentu Rigel yang ia kenal bukan?

"Li kenapa dah kok kaya orang bingung? Udah disuruh balik ya?" Tanya Bian yang melihat ekspresi bingung Lia saat melihat ponselnya.

"Ha? Engga kok gapapa ga disuruh balik juga." Jawab Lia yang kemudian kembali melihat ponselnya.

Maaf ini rigelion siapa?
Apa rigelion yg saya kenal? atau mungkin yg lain?
Krn saya gatau varo itu siapa

Setelah membalas pesan tersebut Lia menyimpan kembali ponselnya dan melanjutkan acara makannya. Namun, tidak lama ponselnya kembali berbunyi pertanda ada pesan masuk.

"Abisin dulu aja Lia mienya keburu gaenak." Bian memberi tau dengan sangat halus yang membuat Lia menuruti perkataannya untuk fokus kepada makannya.

"Iya Bian."

Selang beberapa lama ketika makanannya dan makanan milik Bian habis, ia langsung buru-buru membuka pesan yang tadi ia terima.

Shintia
Lo sebodoh itu ya ga ngerti rigelion yg gw maksud?

Gw cm mastiin siapa tau bkn

Shintia
Iya rigelion yg gw maksud itu yg lo kenal
Yg udh ngebaperin lo
Tp ga ngasih kepastian kan ke lo?
Tau ga knp?

Ga pgn tau alesannya sih

Shintia
Gausa boong lo pasti pgn tau kan
Yauda krn gw baik gw kasih tau
Lo tuh cm jd pelampiasan, dia ga beneran suka sm lo

Terus?

Shintia
Lo jgn berharap sm Varo
Gw sm dia balikan

Oh ya? wow congrats

Shintia
Hahahaha
Ya gmn ya varo tuh udh cinta bgt sm gw
Ga mungkin lah dia secepet itu berpaling
Eh maaf ya jd seneng diatas penderitaan lo

Wkwkw santai aja, ntar jg kebalik

Terlihat santai ketika membalas pesan tersebut. Namun,  tentu berbanding terbalik dengan kondisi perasaan Lia saat ini. Rasanya seperti penantian yang ia tunggu sia-sia. Menunggu diberi kepastian dengan seseorang yang telah membuatnya percaya kembali kepada laki-laki tetapi ternyata ia sendiri yang mengingkari.

"Bian gue pengen pulang, ayo pulang."

"Lah kok ti-Loh kok lo nangis? Iya iya ayo kita pulang sekarang ya sebentar gue bayar lo ke tempat parkir aja langsung." Kata Bian yang panik melihat Lia tiba-tiba menangis.

Lia pun langsung pergi ke tempat parkir.

Saat Bian datang menghampiri Lia ia melihat Lia sedang melamun.

"Hey, lo kenapa Lia?" Tanya Bian dengan pelan menarik bahu Lia agar menghadapnya.

Lia hanya menggelengkan kepalanya dengan lemas.

"Yauda mungkin lo belum mau cerita, kita pulang sekarang ya." Kata Bian yang kemudian naik ke motornya dan diikuti oleh Lia. Saat dilihat Lia sudah naik ke motornya tanpa bertanya lagi Bian segera menarik gas motornya.

"Kalau lo mau nangis, nangis aja gausa malu ngumpet di punggung gue boleh kok gratis tidak dipungut biaya."

Lia yang memang ingin menangis sekencangnya segera saja melakukan hal yang dikatakan Bian. Dengan memeluk pinggang Bian dan menangis di punggung Bian.

"Gue cape, gue udah nunggu dia tapi apa? Dia malah balikan sama mantannyaaa."

"Gue juga nungguin lo tapi lo nungguin dia yang balikan sama mantannya." -batin Bian yang tidak sengaja mendengarkan Lia berbicara sendiri.

VIRTUAL •END✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang