Pertemuan lulusan akademi berjalan sesuai jadwal. Hinata masuk ke dalam tempat pesta. Sakura menatap ke arah Hinata dan segera menghampirinya. "Aku tidak tahu kalau Neji bisa datang."
Hinata mengangkat alisnya karena bingung dengan ucapan Sakura.
"Aku mengundang Naruto juga. Aku pikir dia juga tidak bisa hadir."
Neji menghampiri Hinata dan memberikan kunci rumah. "Aku titip di dalam tasmu ya"
Hinata mengangguk dan memasukkan kunci ke dalam tasnya. Neji menyadari bahwa semuanya menatapnya. "Apa aku ketinggalan berita?"
Pandangan Neji terfokus pada pria yang sedang melipat lengannya dan melotot kearahnya. Neji melepaskan ikatan rambutnya dan sengaja duduk di depan Naruto. Sakura mendecakkan lidahnya.
"Aduh, pasti akan ada keributan "
Hinata mengelus punggung Sakura. "Tenang saja, Aku akan menenangkan Kak Neji"
Hinata duduk di samping Neji dan menggenggam tangannya.
"Kak Neji, kumohon jaga emosimu"
"Hinata... " Neji menghela nafas. " Baiklah"
Naruto hanya menatap mereka dengan tatapan marah, kecewa dan penyesalan yang bercampur menjadi satu. Bibir Naruto bergerak tanpa sadar.
"Hinata, Apa kau bahagia?"
Hinata terbelalak mendengar kata yang keluar dari mulut Naruto. "Apa maksudmu, Naruto-kun? "
"Apa Kau bahagia hidup dengan Neji? Aku sangat mengenal Neji dan dia sangat membenci keluarga Utama, apa dia bersikap kasar denganmu seperti dulu?"
Neji tidak percaya dengan ucapan Naruto. "Naruto, aku tahu kau sering berbicara tanpa berpikir panjang tapi ada apa denganmu? Kenapa kau mengungkit hal di masa lalu disaat Aku sudah berdamai dengan masa laluku? Kenapa kau menjadi seperti ini? "
Naruto bangkit dari tempat duduknya. "karena seharusnya Hinata adalah milikku. Dia sangat mencintaiku "
"Hinata memang sangat mencintaimu, semua orang tahu itu.... Termasuk aku" Neji terdiam lalu menatap Hinata sejenak. " Tapi.... Semua orang tahu bagaimana kau menginjak-injak perasaannya, Kau tidak peduli dengannya dan menganggap apa yang sudah dilakukan Hinata adalah hal sepele."
"Itu hanya asumsimu"
Neji membungkuk ke arah Sakura. "Sepertinya aku akan pulang lebih awal, maaf karena aku merusak suasana." Neji menenggak sake yang ada di meja lalu mencengkram baju Naruto. " Tidak setahun dua tahun Hime-sama mencintaimu sekaligus Sudah ratusan kali dia memaafkanmu dan memberimu kesempatan setiap kau mematahkan hatinya. "
Naruto menepis tangan Neji. "Harusnya dia menungguku sedikit lebih lama, Aku hanya sedikit terlambat mengetahuinya"
"Apa kau tahu apa yang aku pikirkan mengenaimu, Naruto? Kau tidak akan pernah menyadari cinta Hime-sama hingga ada orang lain yang menawarkan cinta Hinata. Andai saja saat itu aku mati di medan perang, pasti ada orang lain yang mencintai Hinata melebihimu. "
Hinata menarik lengan Neji. "Sudah cukup, kak"
Neji menunjuk wajah Naruto. "Kau tidak pernah bersyukur, Naruto! Kau selalu menganggap hidupmu yang paling sulit dan tidak ada yang mencintaimu! Padahal jauh sebelum kau menjadi seorang genin, Hinata sudah mencintaimu! "
"Kak Neji, sudah cukup"
Neji menepuk tangan Hinata. " Sebentar lagi... Naruto, Kau pikir hanya kau saja yang mencintai Hinata? Kau salah... Banyak pria yang menyukai Hinata sejak dia genin, tapi mereka mundur karena mereka tahu hanya kau yang Hinata inginkan! "
"Kalau begitu lepaskan Hinata, Aku sudah menyadari kebodohanku"
Hinata menarik lengan Neji. "Tolong jangan permalukan dirimu lagi Naruto-kun. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa "
"Hinata... Kumohon berikan satu kesempatan "
"Aku tidak bisa, Aku sudah memilih Kak Neji. Aku bahagia hidup dengannya"
Naruto menarik tangan Hinata, tapi sebelum Neji melakukan apapun Hinata menampar wajah Naruto. "Sadarlah Naruto! Kau tidak mencintaiku! Kau hanya takut kehilangan orang yang mencintaimu! Itu sebabnya kau selalu berusaha agar menjadi orang disukai semua orang. Kau itu tidak pernah bisa bersyukur dengan apa yang kau punya."
"Aku bisa membuat konoha menjadi tempat yang lebih baik. Aku akan segera menjadi Hokage"
"Kau pikir aku mencintaimu karena itu ? Serendah itukah aku di matamu? " Hinata menghela nafas panjang. "Selamat malam"
Semua wanita mulai menggunjing Hinata dan Neji.
"Lihat bagaimana sikap Hinata sekarang"
"Sombong dan angkuh, dia menolak orang yang sudah menyelamatkan Konoha"
Hinata berbalik dan menatap mereka. "Aku tahu Naruto adalah orang hebat, dia menyelamatkan semua orang dari kehancuran tapi di saat yang sama dia adalah orang yang menghancurkan hidupku." Hinata keluar dari tempat pesta. Neji mengikutinya dari belakang dan memeluk Hinata. " Tenanglah... Aku ada disini "
Sakura keluar menghampiri mereka. " Aku sungguh menyesal dengan apa yang terjadi di pesta. "
Neji menggelengkan kepalanya. " Ini bukan salahmu, tapi ini salahku. Aku masih belum bisa menjadi suami yang luar biasa untuk Hinata. Aku masih belajar"
Hinata menggelengkan kepalanya. "Ini salahku menempatkan kak Neji di posisi ini, tolong jangan menyesali kejadian ini Sakura. Kau tidak melakukan kesalahan apapun"
"Sebaiknya kau kembali ke pesta. " Ungkap Neji.
Sakura tampak ragu namun seseorang memanggilnya.
"Sakura!" Tenten menghampiri Sakura lalu menatap Neji beberapa menit, Neji membungkuk dan segera pergi bersama Hinata.
"Neji~" gumam Tenten.
"Aku harus menasehati Naruto!" Ucap Sakura sembari masuk dan menghampirinya. "Apa kau sudah tidak waras?! "
Naruto tampak sudah mabuk berat. " Dia pergi karena aku hanyalah pecundang. Kalau saja aku jadi Hokage lebih cepat.... Hinata pasti..."
Sakura menghela nafas. "Kau benar-benar bodoh Naruto."
To be Continued
KAMU SEDANG MEMBACA
He Knows me: Still Same
FanficMerupakan lanjutan dari He knows me yang sebelumnya. Setelah menjadi suami istri, Neji masih saja terbawa sifatnya saat masih belum menikah. Pasangan baru ini masih berusaha untuk mencocokkan diri untuk menjalani hidup setelah menikah. Naruto dis...
