bagian 3

181 13 1
                                        

Sudah berminggu-minggu sejak Lee tidak lagi menemui tenten. Tenten melihat kiosnya yang sangat sepi. Tenten mengambil buku novel dan membacanya sembari menunggu pelanggan.

'krieeet'

"Tenten, apa kau baik-baik saja? " Hinata masuk ke dalam toko Tenten dan meletakan bingkisan di sampingnya.

Neji yang berdiri di belakang Hinata hanya melihat isi toko Tenten. "Tokomu terasa sangat sepi sepertinada yang hilang."

"Tidak ada yang hilang, hanya saja belum banyak yang membutuhkan alat-alat ninja." Ucap Tenten dengan senyum di wajahnya.

Neji melihat Tenten beberapa detik dan mengecup kening Hinata. "Aku menunggu di luar saja, sepertinya Tenten butuh teman untuk mendengarkan curhatannya."

"Tapi... Kak Neji lebih dekat dengannya."

"Jika ini berhubungan dengan Lee, aku tidak yakin akan jadi hal yang baik jika aku ikut campur." Neji keluar dari toko Tenten meninggalkan Hinata sendirian.

"Aku dengar kamu menolak Tokuma di pertemuan kemarin. "

"Sebenarnya dia yang menolakku, tapi sepertinya Tokuma ingin menyelamatkanku dari rasa malu." Tenten menutup bukunya. "Hinata..."

"Ya?"

"Menurutmu, aku orang yang bagaimana? "

Hinata menepuk-nepuk pahanya karena gugup. " Umm... Kamu ceria, baik hati, pekerja keras, lucu dan setia kawan."

"Apa kau bersungguh-sungguh mengatakan itu?" Tanya Tenten.

Hinata mengangguk dengan cepat. " Mungkin Lee atau kak Neji bisa memberikanmu pendapat yang lain secara mereka yang lebih dekat denganmu dan aku yakin ada sisi yang hanya kamu tunjukan pada mereka."

Tenten meletakkan dagunya di atas meja. "Aku memiliki sisi yang sangat buruk, Lee  marah padaku."

Hinata menggelengkan kepalanya. " Aku yakin Lee bukan orang yang seperti itu, jika kamu memang ada salah... Kamu bisa meminta maaf padanya,kan?"

"Aku malu untuk meminta maaf apa lagi mengingat ucapanku yang kemarin"

Hinata mengelus kepala Tenten. "Ada banyak cara untuk meminta maaf, tidak hanya dengan kata-kata."

"Apa menurutmu, Lee akan memaafkanku? "

"Tentu saja, kalian dan suamiku sudah berteman cukup lama pasti sulit untuk memutus pertemanan kalian. " Ucap Hinata dengan lembut. " Setiap persahabatan pasti sesekali ada masalah. 

"Aku tidak yakin kalau aku menganggap Lee sebagai sahabat." Gumam Tenten.

"Apa maksudmu? " Tanya Hinata.

"Aku juga tidak tahu, ini rumit untukku, Hinata. Aku juga ragu kalau aku menyukai Neji."

Hinata menatap Tenten dengan bingung. "Tidak apa-apa, Aku hanya.... " Tenten melihat ke arah jam lalu beranjak dari kursinya. "Hinata bisakah kau menjaga tokoku selama aku pergi? Aku ada urusan sebentar?"

Hinata mengangguk. "Cepatlah kembali sebelum makanan yang aku bawa dingin."

Tenten mengambil gulungan miliknya dan keluar dari tokonya dan menuju air terjun yang ada di selatan Konoha. "Harusnya dia ada disana"gumamnya.

Tenten duduk di tepi jurang dan menunggu kedatangan seseorang.

"1001... 1002....1003" tidak lama kemudian Lee muncul dan berjalan dengan tangannya. Tenten melihatnya dari sisi tepi jurang yang lain.

"Hey"

Lee mendongak ke atas dan melihat Tenten. "Hai" Lee menurunkan kakinya dan duduk di tepi jurang.

He Knows me: Still Same Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang