Sakura meletakan undangan pernikahannya di meja kerja Naruto. "Aku akan menikah dengan Sasuke."
Naruto berhenti menulis dan meletakkan spidolnya. "Sejak kapan kalian merencanakan pernikahan? Kenapa aku tidak tahu apapun?"
Sakura melihat tumpukan dokumen yang memenuhi meja Naruto. "Aku sudah memberitahumu sejak seminggu yang lalu, tapi sepertinya kau tidak begitu mendengarkan ucapanku."
Naruto menghela nafas panjang dan menutup wajahnya dengan sangat frustasi. "Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. "
Sakura duduk di kursi dan mengambil spidol dari tangan Naruto. "Aku tahu kau masih ada perasaan pada Hinata dan kau ingin menciptakan dunia yang indah untuknya, tapi sekarang dia bukan milikmu lagi."
"Aku tidak melkukannya demi Hinata! Dattebayo! "
"Lalu?"
"Aku tidak bisa menjelaskannya, ini rumit." Ucap Naruto.
"Tenangkan dirimu, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Aku akan selalu dipihakmu." Ucap Sakura.
Naruto bangkit dari tempat duduknya. " Bisakah kau berhenti menyebut Hinata? Kumohon.... Aku sudah memiliki kekasih. "
"Siapa?" Tanya Sakura. "Tapi kau tidak terlihat sudah melepaskan Hinata."
Naruto menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya, dia marah bukan karena Ucapan Sakura tapi dia marah karena dia tidak bisa menyangkal ucapannya.
"Shion, putri Shion. Aku akan menikahinya."
"Shion? Sejak kapan kau berhubungan dengannya? Sudah lama kita tidak berkomunikasi dengan shion." Sakura cukup terkejut mengetahui Naruto memiliki hubungan dengan Shion.
" Aku bertemu dengannya saat menghadiri rapat aliansi. Semua terjadi begitu cepat, Kami berbincang mengenai masa lalu dan saat itu aku baru tahu kalau dia menyimpan perasaan padaku." Jelas Naruto dengan pelan.
"Bukankah harus ada proses pendekatan dahulu?"
Naruto menggelengkan kepalanya. " Aku juga ingin melanjutkan hidupku, aku tidak bisa terus menerus menunggu Hinata pergi dari Neji. "
"Kau hanya akan menyakiti Shion" ucap Sakura.
"Aku sudah membicarakan hal ini dengannya, kau tidak perlu ikut campur mengenai bagaimana kami menyelesaikan masalah kami. " Ucap Naruto sembari melepaskan jubah Hokagenya. " Aku ingin mencari angin segar. "
Dia pun meninggalkan ruangannya dan membanting pintu. Naruto pun berjalan menuju Ichiraku ramen namun diperjalanan dia teralihkan oleh suara seseorang.
"Hari ini latihan berjalan lancar, Hime-sama. Mereka sangat ingin mengenalmu" ucap Neji yang sedang duduk di bangku sembari menyuapi Hinata dengan dango manis. Neji terlihat begitu bangga untuk memperkenalkan Hinata sebagai wanita yang dia cintai. Mata Naruto tidak bisa lepas menatap kemesraan mereka.
"Seharusnya aku yang bersama Hinata." Gumam Naruto.
Naruto sedikit sedih dan merasa sakit melihat Hinata bisa bahagia dengan Neji, tidak peduli sebanyak apapun usahanya untuk mendapatkan cinta Hinata lagi. Mata Hinata tidak lagi menatap Naruto dan hatinya tidak lagi untuknya.
"mengapa aku tidak senang melihat Hinata bisa lebih bahagia daripada bersamaku?"
Naruto menghela nafas panjang dan masuk ke dalam kedai ramen. Neji melepaskan syalnya dan memakaikannya di leher Hinata.
" Langit mulai gelap, aku yakin kamu pasti kedinginan."
Hinata melihat ke langit yang sudah mulai gelap. " Ayo kita pulang."
Neji menggelengkan kepalanya dan mencium kening Hinata. "Kita tidak pulang hari ini, kita harus mampir ke rumah ayahmu dan menginap disana. Aku yakin ayahmu ingin menghabiskan waktu denganmu."
"Tapi besok kau harus berangkat kerja jam 7 pagi." Ucap Hinata dengan khawatir.
"Tidak masalah, aku bisa berangkat kerja jam 5 pagi. Aku akan menjemputmu selesai kerja. " Jawab Neji dengan lembut.
Di dalam benak Hinata, dia terus menerus memuji suaminya. Selalu saja dia berhasil membuatnya takjub. Tidak ada hubungan yang akan berhasil jika hanya satu pihak yang berusaha untuk membuat hubungan tetap hidup.
Terkadang ada saatnya kita berhenti sesaat agar kita sadar kalau selama ini kita hanya menyirami tanaman yang sudah lama mati.
The end.
Note: masih akan ada extra
KAMU SEDANG MEMBACA
He Knows me: Still Same
Fiksi PenggemarMerupakan lanjutan dari He knows me yang sebelumnya. Setelah menjadi suami istri, Neji masih saja terbawa sifatnya saat masih belum menikah. Pasangan baru ini masih berusaha untuk mencocokkan diri untuk menjalani hidup setelah menikah. Naruto dis...
