Bercerita tentang Asyhila Nurqyah Arabella gadis yang polos, lugu, manis dan tidak lupa akan senyuman cerianya ke semua orang. Namun dibalik keceriaan yang gadis alami ini memiliki penderitaan yang enggan untuk berbicara kepada siapapun.
Namun secar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • • • • • Aku tidak berharap lebih. Aku cukup diam dan nikmati apa yang sudah terjadi.
-Asyhila-
Syhila memarkirkan sepedanya diantara beberapa sepeda yang berjajar. Semua orang rata-rata menatap gadis mungil itu dengan tatapan bingungnya. Sedangkan yang ditatap hanya cengo lalu tersenyumn manis.
Itu siapa ya? Cantik banget.
Murid baru mungkin?
Siapa sih? Sok imut banget.
Cantikan juga gue lah.
Syhila hanya tersenyum menanggapi komentar siswa-siswi disekelilingnya. Tujuannya kini hanya satu yaitu ruang kepsek.
Mata hitam milik Syhila berbinar ketika sudah menemukan apa yang ia cari.
Dengan langkah tergesa-gesa bahkan gadis itu tidak melihat sekeliling dan akhirnya berakhir dengan menabrak seseorang.
"Aduh." ujar Syhila meringis pelan ketika tubuhnya membentur lantai dingin itu.
Seseorang yang ia tabrak tadi langsung berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Syhila bangkit menatap punggung laki-laki yang telah ia tabrak itu.
"Gak sopan, main pergi aja." gerutu Syhila lalu melanjutkan langkahnya menuju ruang kepala sekolah dengan girangnya.
***
Syhila mengekor dibelakang guru berhijab dengan menunduk. Sampai akhirnya sampai dikelas yang bertuliskan X IPA 1.
"Pagi anak-anak." sapa guru berhijab itu ramah.
"Pagi Buu." sahut mereka serempak.
"Pagi ini kita kedatangan murid baru, silahkan masuk." suruh Ani guru berhijab itu. Syhila pun masuk dengan gerakan pelannya.
"Perkenalkan namamu." ujar Ani dan diangguki Syhila.
"Perkenalkan, nama aku Asyhila Nurqyah Arabella. Kalian bisa panggil aku Syhila." ucap Syhila sambil tesenyum.