Bercerita tentang Asyhila Nurqyah Arabella gadis yang polos, lugu, manis dan tidak lupa akan senyuman cerianya ke semua orang. Namun dibalik keceriaan yang gadis alami ini memiliki penderitaan yang enggan untuk berbicara kepada siapapun.
Namun secar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • • • • • Dia terlalu sulit untuk di mengerti
-Asyhila-
Syhila melihat kedepan dan mendengarkan guru matematika itu menjelaskan dengan detail. Berbeda sekali dengan Dinda yang sudah tertidur disana. Derngan buku yang dirikan didepannya gadis itu menenggelamkann wajahnya disela lipatan tangannya.
Tiba-tiba suara riuh mulai terdengar ketika melihat siapa yang tiba-tiba mengetuk pintu kelasnya.
"Ada apa, Andra?" tanya guru itu ketika melihat siapa yang mengetuk pintu. Gadis-gadis yang berada didalam kelas menjerit pelan ketika melihat si ice prince itu.
"Saya manggil Syhila. Permisi." ujar Andra to the point lalu berlalu pergi.
Mau dengan guru atau pun orang lain gaya bicara laki-laki itu masih sama. Datar dan tak bertele-tele.
Syhila yang merasa dirinya dipanggil itu pun langsung bangkit dan meminta izin keluar. Dilihat Andra yang belum jauh darinya.
Dengan langkah pelan Syhila mengekor dibelakang Andra. Siswa-siswi yang sedang pelajaran kosong pun menatap heran kepada Syhila dan Andraa.
Andra tidak peduli ia terus berjalan dengan raut datarnya. Lain Andra, lain pula Syhila. Gadis itu berjalan dengan menunduk sesekali meremas tangannya tanda gugup.
Duk!
Syhila mengusap keningnya pelan karna tak sengaja membentur punggung Andra yang tiba-tiba berenti tiba-tiba.
Andra hanya berhenti sebentar lalu melanjutkan langkahnya lagi. Ia berhenti tadi hanya memastikan gadis itu mengikutinya dan ternyata gadis itu ada dibelakangnya.
Andra masuk terlebih dahulu ke ruang osis dan diikuti Syhila dibelakang.
"Ada apa lagi ya, kak?" tanya Syhila menatap laki-laki itu yang menunduk menatap lembaran kertas ditangannya.
Andra berdeham sebentar lalu menyerahkan lembaran kertas yang ia pegang tadi "Baca setelah itu minta tanda tangan kepsek." titah Andra tanpa mau melihat Syhila.