Bercerita tentang Asyhila Nurqyah Arabella gadis yang polos, lugu, manis dan tidak lupa akan senyuman cerianya ke semua orang. Namun dibalik keceriaan yang gadis alami ini memiliki penderitaan yang enggan untuk berbicara kepada siapapun.
Namun secar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • • • • • Kenapa saat aku menemukannya, selalu dalam keadaan yang aku sendiri tidak mengerti sama sekali.
-Andra-
Jalan pikiran manusia tidak ada yang tahu. Ada saja pemikiran sendiri tentang menilai orang lain. Entah apalah itu, kebanyakannya manusia mempunyai pemikiran tersendiri tentang orang lain. Ada seseorang yang tampang polos namun hatinya tidak sepolos pemikirannya.
Ada yang terang-terangan mengungkapkan bahwa ia yang paling berkuasa, namun ia sendiri masih ragu atas omongannya sendiri.
Dan, ada yang hanya berani berbuat dibelakang tanpa mau identitas asli seseorang itu terbongkar.
Sejak insiden tadi, Andra tidak banyak omong dan langsung membawa Syhila keluar dari gudang yang penuh debu serta pengap itu.
Bahkan Pak satpam yang sudah berlari pergi tidak kembali lagi, mungkin satpam tadi kaget dan mengira gadis itu benar-benar mayat yang mati didalam gudang.
Manusia biadap, itulah yang ada dipikiran Andra sejak tadi. Siapa seseorang yang tega membuat gadis mungil itu menjadi seperti ini. Terlebih kondisi gadis itu sangat mengkhawatirkan.
Mengabaikan tatapan para siswa-siswi yang masih berada dilingkungan sekolah. Andra hanya fokus kepada Syhila yang berada digendongannya.
Membuka pintu mobil cepat, Andra meletakkan Syhila dikursi depan. Setelahnya Andra langsung memacu mobil dengan kecepatan tinggi.
Perasaan cemas serta khawatir langsung menyergap laki-laki itu, sesekali melirik Syhila yang tak kunjung sadar.
Laki-laki itu dilanda kebingungan, apakah ia harus membawa gadis itu kerumah sakit atau kerumahnya?
jika membawa kerumah gadis itu dan akhirnya tidak ada orang sama sekali di dalam rumah gadis itu bagaimana?
Saat keadaan panik seperti ini, Andra tidak dapat banyak berpikir. Berbelok ke arah kiri. Laki-laki itu akan membawa Syhila menuju apartemen miliknya yang berada tak jauh dari sini.
Sesampainya, Andra memasuki gedung apartemen dengan tergesa-gesa.
Untungnya ada security yang berada disekitar apartemennya. Jadi laki-laki itu bisa meminta tolong untuk membukakan pintu apartemennya dan setelahnya membawa Syhila masuk.
Membaringkan gadis itu secara perlahan, Andra dilanda kebingungan sendiri. Merogoh ponselnya, laki-laki itu sibuk mencari nomor seseorang.
"Halo tan." sapa Andra pada seseorang dari sebrang sana.
"Eh, keponakan ganteng tante, ada apa sayang?" ujar wanita paruh baya yang masih nanpak muda.