Bercerita tentang Asyhila Nurqyah Arabella gadis yang polos, lugu, manis dan tidak lupa akan senyuman cerianya ke semua orang. Namun dibalik keceriaan yang gadis alami ini memiliki penderitaan yang enggan untuk berbicara kepada siapapun.
Namun secar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • • • • • Kata orang-orang nama Asyhila itu artinya gadis yang lemah lembut dan pemberani, tetapi kenapa aku sangat lemah dan tak seberani namaku?
-Asyhila-
"Apa boleh saya mengadopsi Syhila?" tanya wanita paruh baya yang masih sangat terlihat mudah sekali.
Bu Indah sebagai pengasuh panti asuhan itu tersenyum senang. "Silahkan, kami sangat bersyukur karna ada yang mau mengadopsi anak sebaik Syhila." tutur Indah ramah.
Syhila yang masih berumur 6 tahunan itu hanya diam sambil melirik kedua orang dewasa ini berbicara.
"Syhila ayok sini, sama mama. " ajak Riana sang pengadopsi.
Syhila bingung tetapi ia tetap menurut dan menuju Riana.
"Sekarang kamu anak mama, Kamu panggil mama ya sekarang." ucap Riana lembut.
Gadis bermata hitam legam itu menggeleng pelan membuat Riana menyerit bingung. "Kenapa?"
"Syhila boleh panggil, bunda?" cicit gadis kecil itu.
Riana tersenyum lega. "Boleh, sayang. Apa pun asal Syhila nyaman."
*****
"Syhila." suara lembut itu lantas membuyar gadis yang tengah duduk melamun dibangku belajarnya. Menutup buku yang ada dihadapannya lalu tersenyum lebar.
"Bunda?" ucap gadis bernama Syhila itu lantas berdiri menghampiri sang bunda lalu memeluknya erat.
"Bunda, kapan pulang? Syhila kangen." ucap gadis itu senang. Senyumnya terus mengembang saat melihat sang ibu. Riana tersenyum lembut lalu menuntun Syhila untuk duduk.
"Baru tadi. Oh, ya kamu tadi lagi ngapain hem? Ngelamun lagi?" tebak Riana tepat sasaran.
Syhila hanya tersenyum kecil "Syhila cuma mikir kalau gak ada bunda saat itu mungkin Syhila gak bakal tau rasanya kasih sayang seorang ibu." ucap Syhila memeluk Riana erat.
Saat gadis itu sendiri, gadis itu selalu teringat ketika ia waktu kecil saat ia diadopsi dengan baiknya.
Riana pun membalasnya tak kalah erat "Sstt, kamu anak bunda dan sampai kapan pun akan menjadi anak bunda." ucap Riana tulus.
Syhila menguraikan pelukannya "Bunda udah temuin Ka Aurel?" kata Syhila tiba-tiba teringat dengan anak pertamanya Riana sekaligus kakak nya Syhila. Walaupun cuma kakak tiri tetapi Syhila sangat menyayangi kakaknya itu.
Riana menggeleng pelan "Belum. Bunda nemuin kamu dulu baru nanti kak aurel ya." tutur Riana.
Syhila merasa tak enak, padahal ia hanya anak angkat tetapi perhatian Riana lebih banyak ke Syhila dari pada Aurel.