Bercerita tentang Asyhila Nurqyah Arabella gadis yang polos, lugu, manis dan tidak lupa akan senyuman cerianya ke semua orang. Namun dibalik keceriaan yang gadis alami ini memiliki penderitaan yang enggan untuk berbicara kepada siapapun.
Namun secar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • • • • • Kebanyakannya, seseorang lebih membiarkan hatinya yang terluka dibanding dengan fisiknya. Karna apa? Karna fisik yang kuat adalah topeng dari hati yang terluka.
-Asyhila-
Berita dari mulut ke mulut memang sangat cepat menyebar. Apalagi yang menyebar berita tersebut memang orang yang sangat ahli dalam menyebar berita. Kini SMA GARUDA tiba-tiba saja menjadi heboh dengan berita yang dibawa salah satu murid disekolah tersebut. Banyak yang tidak percaya dengan adanya berita tersebut. Mereka semua mencari sumber dari pembawa berita tersebut, namun dari sebagian yang ditanya pasti menjawab tidak tahu.
Memang tidak tahu siapa yang menyebarkan berita tersebut, namun berita ini sudah hampir seluruh penjuru sekolah yang tahu. Terutama murid-murid yang suka menggosip.
Seseorang dari arah paling ujung koridor menahan amarahnya dengan tangan yang sudah mengepal. Orang itu berjanji akan menghabisi orang yang telah menyebarkan berita itu dan membuatnya malu seketika.
Rahasia yang selama ini ia simpan terbongkar habis. Dan akibatnya ia harus mendengar ocehan orang-orang disekitarnya yang nampak mempertanyakan benar atau tidaknya berita itu. Dan tak banyak juga, ada yang membandingkan keduanya secara terang-terangan.
"Sabar Rel, gue yakin orang yang nyebar anak SMA kita?" ujar Zia, temannya Aurel.
"Siapa sih yang nyebar? Awas aja tuh orang?" ujar Anneth kesal.
"Gak bakalan gue kasih ampun tuh orang" geram Aurel marah. Dalam pikiran gadis itu hanya satu nama yang terlintas dibenaknya. Syhila.
Kini seluruh sekolah sudah tahu kalau Aurel dan Syhila adalah saudara. Sebagian semua siswa hanya tahu kalau mereka saudara kandung bukan sebaliknya. Siswa-siswi pastinya terkejut mendengar hal itu. Apalagi Aurel yang baru saja sampai disekolah dan tiba-tiba dikejutkan dengan berita sialan itu.
"Cabut, gue pengen cari tuh anak pungut." ujar Aurel kesal. Gadis pirang itu bukan hanya kesal lagi melainkan beni yang teramat besar kepada Syhila. Belum lagi masalah kejadian malam tadi yang mengharuskannya bertengkar hebat dengan sang Ibu.
Saat pagi tadi pun, Riana nampak mengacuhkannya dan lebih memilih berbicara kepada Syhila dibanding dengan dirinya. Walaupun Aurel melihat bagaimana Syhila membujuk Riana untuk memaafkannya, namun Aurel tidak terpengaruh dengan sikap baik gadis itu. Malahan Aurel semakin muak dan benci kepada gadis itu.
"Itu beneran gak, sih?" bisik salah satu siswa dilorong sekolah.
"Beneran deh, gak nyangka iya gak?" jawab yang lain.
"Masa adeknya baik kek gitu, Kakaknya tukang buly?"
Langkah Aurel lantas terhenti ketika mendengar bisik-bisik yang sangat terdengar jelas ditelinganya.