2

66 7 0
                                    


Kanigara berbincang dengan putrinya kalau dia akan pergi ke luar kota beberapa bulan untuk pekerjaan nya.

Vishaka mendengar itu merasa kesal mengapa papanya itu pergi cukup lama "papa itu lama banget loh, kalau beberapa minggu oke lah ini kok sampai bulan"

"Vishaka ini juga demi pekerjaan papa waktunya emang lama, tapi papa akan selalu ngabarin kamu kok, sekarang tinggal dengan paman mu ya"

"Pamanku siapa?" Tanya Vishaka kebingungan sebab ia tidak pernah bertemu atau mengira kalau ia punya paman.

"Paman Bramaty, dia sepupu terdekat papa" Kanigara menjelaskan apa adanya saja.

~~~


Tiba saatnya Kanigara harus berangkat, Kanigara mencium kening putrinya cukup lama dan memeluknya cukup erat.

"Kalau udah sampai kabarin ya jangan ghosthing aku pa" dengan bibir Vishaka yang manyun menambah keimutan nya.

Kanigara gemes dengan putrinya lalu berpamitan, sambil melambaikan tangan ke kamera eh melambaikan tangan ke arah Kanigara, Vishaka menangis seperti anak kecil.

Bramaty bingung harus apa jadi dia memberikan susu kotak ke Vishaka agar diam dan akhirnya Vishaka tidak menangis lagi.

Kanigara melihat dari kejauhan hanya miris melihat anaknya yang di titipkan ke orang yang tidak tepat.

Tapi mau bagaimana lagi Bramaty selalu ingin bermain dengan Vishaka dari kecil, tapi Vishaka selalu nangis kalau di gendong Bramaty.

Saat ini Vishaka dan Bramaty sedang jalan-jalan malam sebenarnya Vishaka tidak mau, tapi karena stok makanan habis akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke supermarket.

Vishaka mengambil apa yang dia butuhkan dan Bramaty membeli kebutuhan untuk mereka, setelah selesai mereka ke kasir.

Vishaka kesal dengan mba-mba kasir karena tidak melakukan pekerjaannya dengan baik dan benar.

mba-mba kasir itu melihat ke arah Vishaka, "kamu melihat ku ya" sontak mendengar hal itu Vishaka melihat ke arah kaki dan ternyata mba-mba itu enggak napak cuy OMG.

Vishaka gemetar karena mba-mba itu berubah menjadi menyeramkan, Bramaty melihat ke arah Wendy yang ketakutan melihat ke arah tempat kosong menatapnya dengan bingung dan berfikir sebentar.

Bramaty sadar langsung menarik Vishaka ke tempat kasir lain, karena dari tadi Bramaty sedang menunggu mba-mba kasir yang pergi.

Setelah selesai dari supermarket Vishaka dan Bramaty pulang ke rumah, Bramaty beberapa kali melirik ke arah Vishaka yang terus menutup matanya.

Bramaty merasa tak tega melihat Vishaka seperti itu akhirnya ia mengelus kepala Vishaka pelan "udah jangan takut paman di sini"

Vishaka melihat ke arah Bramaty dia sedikit tersenyum "mereka menyeramkan aku takut" Bramaty masih melihat ke arah jalan dia tersenyum "gak apa ada kok banyak yang seram tapi dia baik, jangan takut kau harus melawan rasa takut mu".

Vishaka hanya mengangguk pelan dan dia melihat ke arah jendela, pemandangan malam benar-benar tidak seburuk itu.

Saat sedang asyik memandang ke arah jendela ada seorang kakek-kakek seperti berbicara ke arah Vishaka saat di perhatikan lagi kakek itu berkata 'hati-hati kamu sasarannya'.

Mengapa Vishaka bisa melihat kakek itu berbicara karena mobil sedang berhenti karena lampu merah, Vishaka bingung apa maksud sasarannya.

Vishaka tak mengambil pusing dan memilih bodo amat saja menganggap kalau itu hanya hayalannya.

Come With Me (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang