Vishaka berjalan menuju warung somai kang Asep, somai buatan kang Asep adalah somai terfavorit nya.
Dia berjalan di beberapa gang sambil menyapa warga-warga di sana, tapi saat mulai mendekati gang sepi firasat Vishaka tak enak.
Dan benar saja ada yang mencekiknya dari belakang lalu menyeretnya ketempat gang buntu yang sepi hanya barang-barang yang tak berguna di situ.
Vishaka melihat siapa yang melakukan hal itu kepadanya, di lihat nya seorang bapak-bapak berumur sekitar 40an sedang mendekap mulutnya.
Vishaka berusaha berontak namun tetap saja bapak itu tenaganya lebih kuat, dia berteriak sebisanya meminta tolong.
Celana yang ia pakai di buka dan baju nya di naikan, bapak itu memegang dadanya.
Vishaka menangis mengapa nasib nya selalu mengenaskan, dia terus berteriak dan meminta tolong.
Ada segerombolan anak-anak ngaji yang lewat, mereka mendengar teriakan Vishaka.
Salah satu di antara mereka lari untuk memanggil warga dan beberapa dari mereka menuju tempat suara teriakan Vishaka berada.
"Astaghfirullah halazhim" ucap salah satu anak dan Vishaka melihat ada anak laki-laki yang memegang kayu balok yang berada di situ.
"Mampus kau pak" setelah mengatakan itu dia langsung memukul kepala bapak itu dengan kayu balok yang dia pegang.
Salah satu anak lari menuju Vishaka, dia membuka sarung yang dia kenakan lalu menutupi tubuh Vishaka.
Tak berapa lama suara warga mulai terdengar, banyak bapak-bapak dan beberapa ibu-ibu.
Bapak-bapak menyeret orang itu lalu salah satu ibu-ibu memeluk Vishaka dan menenangkannya.
Vishaka di anter pulang oleh ibu-ibu yang kebetulan tau di mana rumah Vishaka.
Saat sampai rumah ibu tiri Vishaka langsung memeluknya begitu erat dan dia menangis.
Dia memanggil Kanigara untuk pergi menemui pelaku nya, Kanigara melihat putrinya yang sudah tak jelas.
Amarah nya sudah di ujung tanduk, dia langsung meminta tolong ibu-ibu itu untuk mengantarkan nya kepada pelaku.
Sedangkan Vishaka dia di bersihkan oleh Elina, Elina secara telaten membersihkan tubuh putri nya.
Memberikannya minum dan menyuapinya makanan, di satu sisi Vishaka hanya terdiam mengingat kejadian memalukan itu.
~~~
Bramaty saat ini berada di rumah Kanigara untuk melihat kondisi keponakannya.
Bramaty dan Kanigara duduk di kursi yang ada di kamar Vishaka, mereka melihat Vishaka yang sudah pucat.
Leher Vishaka merah bagai tomat, lehernya juga sedikit bengkak-bengkak dan perih jika di sentuh.
Vishaka harus melakukan home schooling agar dia tetap bisa belajar layaknya anak-anak biasa.
"Papa sakit, Vishaka ga kuat" rintih Vishaka.
"Papa juga ga tau harus apa kalau papa tau pasti udah papa obatin, sayang" jawab Kanigara yang sudah pasrah.
Elina memberikan secangkir kopi kepada Bramaty dan dia duduk di samping suaminya.
"Apa jika aku hamil anak mu dia akan selamat?" Elina menatap penuh harap ke arah Kanigara.
"Tidak, ini sudah terlanjur terjadi, jika kita punya anak lagi mereka berdua akan mengincar yang lain" jawab Kanigara dengan suara pelan.
"Vishaka nyerah aja ya pa soalnya udah ga tahan ini sakit banget" rintih Vishaka lagi.
Elina berjalan ke arah Vishaka dan mengelus rambutnya pelan, "Sayang jangan nyerah ya, kamu harus tetap lawan nak".
Vishaka menangis, "Ga kuat, tak hanya mereka ternyata manusia lebih mengerikan" ucap Vishaka.
Elina menangis sambil mencium kening putrinya dan memberikan nya semangat terus menerus.
Kanigara hanya menghela nafas kasar dan Bramaty terus menatap ke arah Vishaka.
Malam ini seperti malam yang mati, tak ada suara hewan apapun dan tak ada angin.
Malam yang sangat gelap karena bulan di tutupi oleh awan sehingga dia tak bisa menampakkan cahayanya.
Dengan seorang gadis perempuan yang terbaring kesakitan karena dendam keluarga Tiebout.
Perilaku dari buyut terdahulu yang menyakiti mereka berdua sehingga membuat dendam itu terus berjalan hingga turunan yang sekarang terkena dampak.

KAMU SEDANG MEMBACA
Come With Me (END)
Spiritual. . . . "Kami yang menanggung dosa para pendahulu kami, terkutuk lah kalian keluarga Pramadana terdahulu". Kisah tentang seorang gadis dari keluarga Pramadana yang harus menanggung dosa kakek buyutnya. . . . . (END) Jangan lupa vote ⚠️ Perhatian beb...